Bintang Film Porno Jepang Miyabi Pernah Pasang Tarif Rp 195 Juta Per Jam

redaksi.co.id - Bintang Film Porno Jepang Miyabi Pernah Pasang Tarif Rp 195 Juta Per Jam Pemain film porno paling terkenal di dunia Miyabi alias Maria Ozawa...

33 0

redaksi.co.id – Bintang Film Porno Jepang Miyabi Pernah Pasang Tarif Rp 195 Juta Per Jam

Pemain film porno paling terkenal di dunia Miyabi alias Maria Ozawa (nama paspor lain lagi), sebenarnya pernah memasang tarif sekitar satu setengah juta yen per jam.

1,5 juta yen jika dikonversi ke dalam mata uang rupiah menjadi sekitar Rp 195 juta.

Januari 2016 lalu Miyabi membuka bar bernama La Maison, dan berlokasi di Resort World Manila.

“Sukses sekali pembukaan bar tersebut baru-baru ini,” katanya kepada Tribunnews.com belum lama ini, yang selama satu bulan Mei lalu Miyabi terus berada di Filipina.

Keberhasilannya juga disambung dengan pembuatan film barunya di Filipina dan sempat mampir pula ke Bali serta dilukis oleh pelukis ternama Ida Bagus Indra bulan Februari 2016 lalu.

Lalu berapa tarif sang ratu film porno ini sebenarnya?

“Bagaimana kalau satu setengah juta yen per jam?” katanya kepada Tribunnews.com.

Kepopuleran bintang film porno ini memang luar biasa karena sampai saat ini pun film-filmnya masih menduduki tangga atas dari berbagai film porno di dunia.

Miyabi juga sangat senang di Indonesia terutama Bali dan ingin sekali ke Bali.

“Kalau saja ada kerjaan buat saja, jadi foto model, atau iklan perusahaan atau apa pun, mungkin saya akan ke Indonesia ya,” katanya.

Selain itu sampai saat ini banyak sekali email masuk kepada Miyabi namun semuanya hanya pemujaan dan hal-hal yang biasa saja kepadanya.

“Apabila memang serius mau memanggil saja bekerja di Indonesia, tulis lengkap ya detil proyeknya, rencana proyek, dan sebagainya. Jangan cuma sapa apa kabar saja,” katanya.

Emailnya adalah [email protected] dan dijanjikannya akan membalas email tersebut kalau memang serius menuliskan sampai detil proyek yang ditawarkan buat Indonesia, termasuk misalnya main film baru di Indonesia.

(red/ambertus/usi/urek/LLH)

In this article

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!