Kisah Perjalanan Iqbal, Pianis Pertama Indonesia yang Menggelar Resital Tunggal di Lithuania

redaksi.co.id - Kisah Perjalanan Iqbal, Pianis Pertama Indonesia yang Menggelar Resital Tunggal di Lithuania Seorang pianis muda asal Jakarta berhasil menorehkan prestasi yang cukup membanggakan bagi...

30 0

redaksi.co.id – Kisah Perjalanan Iqbal, Pianis Pertama Indonesia yang Menggelar Resital Tunggal di Lithuania

Seorang pianis muda asal Jakarta berhasil menorehkan prestasi yang cukup membanggakan bagi Indonesia.

Muhammad Iqbal Siddiq, namanya, menjadi pemain piano tunggal pertama yang menjejakkan kaki dan mendapat kesempatan tampil di Lithuania.

Di Kota Vilnius, Lithuania, Iqbal yang sehari-sehari mengajar piano di Jaya Suprana School of Performing Arts (JSSPA) menghelat recital tunggalnya pada 22 April 2016.

Iqbal menuturkan, rencana konser tunggal itu berawal dari ketidaksengajaan saat Jaya Suprana tengah berkunjung ke Ibu Kota Lithuania, Vilnius.

“Saat hendak memasuki sebuah bangunan yang dikira adalah sebuah museum, ternyata yang beliau masuki adalah Lithuania Music and Theater Academy (LMTA), sebuah universitas musik dan teater,” tutur Iqbal dalam pernyataannya kepada TRIBUNNEWS.com, Rabu (22/6/2016).

Kata Iqbal, di sana, Jaya Suprana bertemu salah seorang kepala kantor hubungan internasional bernama Rima. Dari situ, tercetuslah kerja sama ‘Exchange Pianist’: dua sekolah secara bergantian mengirim pianis tiap tahun.

Nah, tahun 2016 menjadi milik Iqbal yang terpilih sebagai pianis pertama dari Indonesia, khususnya dari sekolah JSSPA, untuk menjajal atmosfer bermusik dari Kota Vilnius, Lithuania.

Resital tersebut, imbuh Iqbal, memakan persiapan berbulan-bulan. Banyak kendala yang dilalui oleh Iqbal dan JSSPA selama persiapan itu.

“Program yang awalnya saya siapkan adalah tiga komposer Rusia dan karya dari Jaya Suprana. Tapi di tengah jalan, Rima berpendapat sebaiknya tidak hanya memainkan komposer Rusia karena alasan sejarah dan nasionalis. Hingga saya pun berpikir jika mereka menolak program dengan alasan yang bersifat nasionalis, saya akan membawakan komposer Lithuania, lalu saya menemukan Ciurlionis yang merupakan komposer kehormatan Lithuania. Program saya pun akhirnya ditetapkan: Moussorgsky, Ciurlionis, Prokofieff, Jaya Suprana, serta karya saya sendiri,” tutur Iqbal.

Selamat datang di Vilnius!

Iqbal tiba di Vilnius dua hari sebelum recital. Sambutan kota bersejarah itu hangat. Ada pula guide yang mendampinginya selama perjalanan, dan dia adalah seorang pianis bernama Jurgis.

“Saya juga turut mengundang temanteman saya dari negaranegara Eropa lainnya sehingga selama saya di sana saya tidak merasa sendirian,” Iqbal.

Tak hanya menghadapi kegugupannya menjelang resital, Iqbal pun harus melawan suhu sangat dingin yang menerjang Kota Vilnius, meski bulan sudah menapaki jejaknya di kalender April.

“Suhu dingin membuat jari-jari saya juga terasa beku bahkan saat latihan piano hingga hari resitalpun tiba,” tutur Iqbal.

Resital dimulai pukul 6 sore waktu setempat. Iqbal tiba satu jam sebelumnya: pukul 5 sore waktu setempat. Peristiwa tak terduga terjadi menjelang konser.

“Tadinya saya berniat untuk sedikit saja mengulang materi di spotspot tertentu, namun tibatiba saya sadar baju konser saya tertinggal di hotel sehingga saya pun bergegas kembali ke hotel,” kata Iqbal.

Suhu begitu dingin mengharuskan Iqbal memakai pakaian serba tebal dari sepatu boot tebal hingga jaketpun tebal.

Maklum, Iqbal mengaku dirinya bukanlah orang yang cukup tahan terhadap terjangan udara dingin. Buntutnya, gerakan Iqbal terasa begitu berat dan melelahkan.

Tak hanya itu, imbuh Iqbal, jari-jemari yang membeku apalagi saat itu sedang hujan, membuat rasa tegang yang sudah ada sebelumnya menjadi semakin menumpuk.

“Saya tiba kembali ke tempat konser 10 menit sebelum acara dimulai, saya langsung ganti pakaian lalu menenangkan diri. Tak lama kemudian acara pun dimulai, dengan keadaann tergopohgopoh saya pun memulai penampilan,” ungkap Iqbal.

Siapa nyana, sambutan penonton yang sudah memenuhi ruangan tersebut begitu meriah, apalagi ini kali pertama ada pianis dari Indonesia yang menggelar solo piano resital. Hal ini semakin membuat Iqbal tertekan.

“Namun saya tetap berusaha tampil semaksimal mungkin hingga dentingan terakhir, semua berjalan dengan lancar hingga akhir,” ujar Iqbal.

Resital pun rampung. Iqbal mendapatkan tepukan panjang dari para penonton, sebuah momen yang tak pernah terbayangkan sebelumnya oleh Iqbal.

Iqbal menuju backstage. Namun, applause dari para penonton pun masih terdengar hingga dirinya menghilang menuju backstage.

Lalu, Iqbal memutuskan kembali ke panggung dan menjawab ‘encore’ dari penonton.

“Banyak yang tertarik dengan karya saya yang berbau pentatonik itu, saya berharap ini adalah salah satu langkah baik untuk melebarkan musik tradisional. Puji syukur saya panjatkan kepada Tuhan karena saya dapat berbagi tentang apa yang saya dapat dan saya rasakan dari apa yang saya pelajari selama ini kepada dunia luar, hingga membawa nama bangsa dan semoga bermanfaat bagi banyak orang,” ujar Iqbal.

(red/ijayanto/W)

In this article

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!