Cara Bijak Memanfaatkan Uang THR

redaksi.co.id - Cara Bijak Memanfaatkan Uang THR Dua pekan menjelang lebaran merupakan momen-momen yang ditunggu bagi para karyawan. Selain menantikan hari yang fitri itu, ada ketentuan...

40 0

redaksi.co.id – Cara Bijak Memanfaatkan Uang THR

Dua pekan menjelang lebaran merupakan momen-momen yang ditunggu bagi para karyawan. Selain menantikan hari yang fitri itu, ada ketentuan dari pemerintah mengenai kewajiban perusahaan untuk memberikan uang tunjangan hari raya yang jumlahnya cukup lumayan untuk membantu memenuhi kebutuhan hari raya yang biasanya semakin meningkat dari hari biasanya. Meskipun itu adalah bonus cuma-cuma yang diberikan oleh pihak perusahaan, akan tetapi alangkah baiknya kita bisa memaksimalkan uang tunjangan hari raya tersebut dengan bijak dan jangan sampai uang tunjangan tersebut lenyap lebih dahulu sebelum hari raya tiba. Lebih baik lagi, kalau kita bisa memaksimalkan uang tunjangan tersebut untuk keperluan produktif atau investasi masa depan.

Sebelum kita membahas lebih lanjut tentang strategi dan cara bijak memanfaatkan uang tunjangan hari raya, terlebih dahulu kita akan membahas tentang siapa saja yang berhak mendapatkan THR. Ada pengumuman sangat penting dari Kementerian Ketenagakerjaan dan Transmigrasi yang ditetapkan pada tanggal 8 Maret 2016, bahwa karyawan dengan masa kerja satu bulan sudah berhak untuk menerima THR. Hal tersebut tercantum dalam Peraturan Menteri Ketenagakerjaan No. 6/2016 tentang Tunjangan Hari Raya (THR) Keagamaan Bagi Pekerja/Buruh di Perusahaan.

Tentu saja hal ini menjadi kabar yang sangat menggembirakan mengingat sebelum keluarnya peraturan tersebut para karyawan hanya bisa mendapatkan THR setelah menempuh masa kerja tiga bulan. Jadi bagi Anda yang baru menjadi karyawan sebuah perusahaan meskipun status Anda masih percobaan, training atau kontrak, jika sudah melewati satu bulan Anda bekerja di perusahaan tersebut, Anda berhak untuk mendapatkan THR.

Mengingat banyaknya ditemukan kasus bahwa perusahaan tidak mau membayarkan THR, sekarang Anda bisa lebih tenang, karena THR itu wajib dibayarkan berdasarkan ketentuan di atas. Apabila perusahaan terkait tidak mau memberikan Tunjangan Hari Raya, maka perusahaan tersebut akan dikenakan konsekuensi baik itu berupa sanksi administratif atau denda. Sebagai karyawan semestinya Anda sudah memahami betul tentang aturan tersebut karena sudah disosialisasikan kepada serikat buruh atau perkerja, asosiasi pengusaha dan pemerintah. Jika Anda belum menerima informasi tersebut Anda juga patut untuk mempertanyakan perusahaan di mana Anda bekerja.

Bagi Anda karyawan baru, mungkin Ada pertanyaan: kira-kira berapa jumlah THR yang akan saya terima? Ini sudah menjadi pertanyaan umum dan terkadang kita suka khawatir tentang jumlah THR yang akan kita terima. Meskipun THR sifatnya merupakan hadiah atau upah di luar gaji, maka ada cara khusus untuk menghitung jumlah uang Tunjangan Hari Raya. Bagi Anda yang sudah menempuh masa kerja di atas 1 tahun, maka cara menghitungnya sangat mudah dan pasti Anda akan menerima THR setara dengan gaji 1 bulan penuh. Lantas, bagaimana jika Anda masih mempunyai masa kerja di bawah 1 tahun? Berikut ini adalah rumusnya:

Jumlah Masa Kerja /12 bulan X jumlah gaji 1 bulan

Sebagai contoh sekarang posisi Anda adalah karyawan yang baru bekerja 2 bulan di sebuah perusahaan dengan gaji Rp 2 juta. Maka perhitungan THR nya adalah: 2/12X2.000.000 = Rp. 333.333. Jadi Anda akan mendapatkan Tunjangan Hari Raya sekitar Rp. 300 ribuan.

Pertanyaan selanjutnya setelah mendapatkan THR adalah bagaimana cara bijak memanfaatkan uang Tunjangan Hari Raya? Meskipun jawaban dari pertanyaan tersebut lebih bersifat relatif tergantung dengan pribadi masing-masing, akan tetapi strategi-strategi berikut ini akan membantu Anda jika memang Anda ingin menggunakan THR dengan sebaik mungkin.

Buat Rencana Pengeluaran viastrategymagazine.com

Sesuai dengan namanya, THR memang ditujukan untuk menutupi kekurangan dana dalam memenuhi kebutuhan hari raya yang tentu saja melonjak drastis. Maka dari itu setidaknya Anda sudah harus mempersiapkan rencana pengeluaran untuk keperluan hari raya. Ini mungkin sangat sulit dilakukan oleh kaum wanita. Karena kalau sudah masuk ke dalam pusat perbelanjaan, mereka cenderung untuk berambisi memborong semuanya. Apalagi saat musim lebaran, banyak pusat perbelanjaan banjir diskon.

Oleh karena itu, persiapkan rencana tersebut di dalam bentuk daftar belanja. Mulai dari libur lebaran Anda sudah bisa mempersiapkan kebutuhan apa saja yang harus dicatat. Selalu ingat prioritas kebutuhan dan jangan sampai menuruti keinginan, karena dengan menuruti keinginan, maka Anda bisa mengalami karena uang THR sudah habis, dan bahkan sangat mungkin jika Anda terlalu boros Anda harus menutupi minus belanja hari raya. Oleh karena itu fokuskan uang THR untuk keperluan lebaran dengan menggunakannya secara wajar dan tidak terlalu boros dalam berbelanja.

Bayar Kewajiban viamichiganautolaw.com

Tidak ada salahnya ketika Anda masih mempunyai hutang, prioritaskan dulu THR tersebut untuk setidaknya meringankan beban Anda. Momen ini sangat tepat jika Anda gunakan untuk mengurangi beban hutang karena uang THR tersebut merupakan dana yang terpisah dari anggaran Anda selama ini. Sebagai konsekuensi Anda tidak bisa belanja lebih banyak menjelang lebaran, akan tetapi Anda sudah meringankan kondisi keuangan dan ini sangat menguntungkan.

Investasi viainsurancenmoney.com

Strategi ketiga ini cocok bagi Anda yang memiliki kondisi keuangan yang baik dan sudah mempunyai anggaran cukup untuk lebaran. Selain itu, untuk mengikuti secara ini, Anda juga tidak memiliki beban kewajiban atau hutang lainnya. Jika Anda berada dalam kategori ini, berarti Anda adalah orang yang sangat beruntung karena bisa memanfaatkan uang Tunjangan Hari Raya untuk keperluan produktif. Salah satu hal terbaik yang dapat Anda pilih adalah memulai atau mengembangkan investasi.

Ada mulai dari investasi emas, deposito atau reksadana. Bahkan dengan uang ratusan ribu saja, sekarang ini Anda sudah bisa memulai investasi untuk masa depan.

Tentu lebih baik jika Anda bisa memasukkan kebutuhan lebaran dalam anggaran tahunan. Faktanya kebutuhan lebaran relatif sulit untuk diprediksi. Jika Anda ingin mencobanya, salah satu mekanisme yang bisa dilakukan adalah dengan membuka tabungan khusus yang kita siapkan untuk keperluan lebaran tahun depan.

(red/endarmono/l/idarto/HAS)

In this article

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!