Indonesia Kini Pengekspor Semen Beku

redaksi.co.id - Indonesia Kini Pengekspor Semen Beku Tidak banyak diketahui publik bahwa Indonesia sudah berswasembada benih semen beku dan telah mampu mengeskpornya ke luar negeri. Di...

40 0

redaksi.co.id – Indonesia Kini Pengekspor Semen Beku

Tidak banyak diketahui publik bahwa Indonesia sudah berswasembada benih semen beku dan telah mampu mengeskpornya ke luar negeri. Di Indonesia, hanya ada dua lembaga inseminasi buatan milik pemerintah yang mengekspor produksi semen beku.

Dua pilar andalan Kementerian Pertanian untuk mendongkrak populasi sapi dalam negeri melalui program inseminasi buatan alias kawin suntik sekaligus mengekspor produksi semen beku adalah Balai Besar Inseminasi Buatan (BBIB) Singosari di Desa Toyomarto, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang, Jawa Timur, dan Balai Inseminasi Buatan (BIB) Lembang di Desa Kayuambon, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat.

BBIB Singosari dan BIB Lembang merupakan unit pelaksana teknis Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan, yang berperan sebagai bank sperma yang menghasilkan semen beku lewat teknik sexing dan menyimpannya di gudang masing-masing.

Kepala BBIB Singosari Enniek Herwiyanti mengatakan, untuk pasar domestik, 90 persen benih semen beku diserap pasar Jawa Timur. Mayoritas benih mani beku yang diserap pasar domestik dan mancanegara berasal dari bangsa sapi limousin, sapi perah friesian holstein/FH, dan simental. Secara berurutan, dari ketiga bangsa sapi ini saja Indonesia memanen semen beku masing-masing sebanyak 742.700 dosis, 590.100 dosis, dan 327.605 dosis.

Kami sekarang tidak hanya mampu memenuhi kebutuhan dalam negeri, tapi juga memenuhi permintaan sejumlah negara. Dalam jumlah kecil, ekspor sudah kami lakukan sejak 2005 dan volume ekspornya menunjukkan tren positif, kata Enniek kepada Tempo di kantornya, Rabu, 22 Juni 2016.

Enniek didampingi Kepala Bidang Pemasaran dan Informasi Jack Pujianto dan Kepala Divisi Informasi dan Pemantauan Mutu Semen Suharyanto. Ia memastikan persediaan semen beku sangat mencukupi kebutuhan dalam negeri.

Seluruh persediaan semen beku berjumlah lebih dari 7 juta dosis, sebanyak 4,2 juta dosis disimpan di Singosari dan selebihnya disimpan di Lembang. Jumlah seluruh persediaan dua kali lipat dari angka kebutuhan nasional sebanyak antara 3,5 juta sampai 4 juta dosis per tahun.

Sejak tahun lalu BBIB Singosari terus melakukan intensifikasi pemasaran ke Bengkulu, Nusa Tenggara Timur, Nusa Tenggara Barat, serta sejumlah daerah di Pulau Sulawesi dan Pulau Kalimantan. Sedangkan jumlah negara pengimpor semen beku Indonesia pun makin banyak, antara lain Kamboja, Myanmar, Afganistan, Kirgistan, Timor Leste, dan Malaysia. Kebanyakan pembelian semen beku oleh negara lain terjadi setelah tenaga inseminator negara-negara menjalani pelatihan di BBIB.

Pengakuan mereka terhadap kualitas semen beku Indonesia membuat BBIB kian percaya diri untuk menyaingi negara produsen ternama, seperti Amerika Serikat, Jepang, Australia, dan Selandia Baru. Di kawasan Asia Tenggara, Indonesia hanya bersaing dengan Thailand.

Jack Pujianto menambahkan, saat ini BBIB terus merayu Malaysia agar membeli semen beku dari Indonesia. Sebelumnya, Malaysia memang sudah menjadi importir semen beku Indonesia. Pada 2014, misalnya, Malaysia membeli 2.600 dosis sperma beku. Sepanjang 2005-2007 negeri jiran itu membeli 7 ribu dosis mani beku dengan harga rata-rata US$ 5 per dosis.

Menurut Jack, produk mani beku BBIB Singosari mempunyai daya saing internasional yang kuat karena dipanen dari pejantan berkualitas internasional; bebas penyakit, terutama penyakit yang secara epidemik ada di negara-negara maju seperti penyakit kuku dan mulut (PMK) dan penyakit sapi gila; harga yang kompetitif; serta tenaga ahli yang siap memberi pelatihan teknik produksi, manajemen, sampai purnajual semen beku.

Harga semen beku untuk pasar dalam negeri berkisar Rp 7 ribu per dosis. Harga ini sudah disubsidi pemerintah. Semen beku dari BBIB Singosari dipasarkan ke luar negeri dengan harga US$ 2,5 sampai US$ 3 per dosis bila pembeli mau ambil langsung barangnya di Singosari.

Jika semen beku diantar sampai ke negara pembeli, maka harga semen beku jadi US$ 7. Harga semen beku yang diproduksi BBIB masih lebih murah dari rata-rata harga internasional yang sebesar US$ 30 per dosis.

Semen beku yang diproduksi BBIB Singosari sejak 1982 sampai 2015 berjumlah 36.769.636 dosis, bertambah 2.295.843 dosis dari seluruh produksi hingga 2014. Pada 2014, seluruh semen beku yang diproduksi BBIB Singosari sejak 32 tahun silam berjumlah 34.473.793 dosis senilai Rp lebih dari Rp 241 miliar dan yang terjual sebanyak 30.379.271 dosis yang senilai Rp 212,7 miliar.

Kelebihan produksi tahun 2014 itulah yang jadi stok hingga 2016. Sampai 2014 itu pula BBIB bisa membantu penghematan anggaran negara untuk impor semen beku sebanyak Rp 14,1 triliun.

Meski stok melimpah, Indonesia tetap mengimpor semen beku dari Amerika Serikat dan Selandia Baru dalam jumlah sangat kecil. Impor dilakukan semata-mata untuk memenuhi kebutuhan riset belaka.

Adapun semen beku yang diproduksi BBIB Singosari pada 2015 berjumlah

2.072.684 dosis dari 21 bangsa hewan ternak dan sepanjang Januari-Mei 2016 dihasilkan 607.503 dosis dari 22 bangsa hewan ternak.

Sumber produksi semen beku didominasi sembilan bangsa sapi (limousin, simental, aberdeen angus, brangus, brahman, ongole, madura, bali, dan sapi perah HF, serta dua bangsa kambing, yakni peranakan ettawa dan boer.

ABDI PURMONO

(red/udhi/wi/nggoro/YDA)

In this article

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!