10 Hal yang Perlu Anda Tahu Tentang Brexit

redaksi.co.id - 10 Hal yang Perlu Anda Tahu Tentang Brexit Hari Jumat (24/6/2016), menjadi hari bersejarah bagi Inggris Raya (Great Britain).Setengah dari warganya, sekitar 33 juta...

24 0

redaksi.co.id – 10 Hal yang Perlu Anda Tahu Tentang Brexit

Hari Jumat (24/6/2016), menjadi hari bersejarah bagi Inggris Raya (Great Britain).Setengah dari warganya, sekitar 33 juta warga negara ini, menggelar referendum, semacam voting terbuka.

Inggris berpenduduk 60,8 juta. Itu hasil sensus tahun 2012.Media Inggris mempopulerkannya dengan Britain Exit (Brexit).

Opsinya dua. Tetap bergabung (remain) atau berpisah (leave) dengan 27 negara lain di Uni Eropa.

Hasilnya, mengagetkan ekonomi dunia. Inggris Raya, dengan tiga negara; Inggris, Skotlandia, dan Wales pun terbelah.

Sebanyak 52% (17,410,742 penduduk) menginginkan Inggris keluar dari Eropa.Sisanya 48%.(16,141,241 penduduk) ingin tetap bergabung denganBBC mencatat, dengan partisipasi pemilih 71.8%, menjadi partisipasi tertinggi sejak pemilu tahun 1992

Kubu tetap bersama UE, yang dipimpin PM David Cameron, menang di tiga wilayah besar di Inggris Raya, Irlandia Utara (55,8%), London (59,9%), dan Skotlandia (62,0%).Sisanya 9 wilayah, menginginkan pisah.

“Ini kemenangan nasionalisme Inggris,” kata Politisi senior partai Konservativ Inggris, Michael Gove, seperti dilansir BBC.

Wilayah yang menang dihuni sekitar 92 persen warga asli keturunan Inggris. Sedangkan yang kalah, kebanyakan dihuni imigran.

Kantor berita Inggris, BBC, kemarin, merangkum hal-hal penting dan dampaknya bagi penduduk Inggris dan dunia.

Berikut Tribun memilahnya menjadi 10 bagian, bagi mereka yang berencana ke Inggris dan Eropa, atau punya kerabat dan sahabat di sana.

1. Apa Itu Uni Eropa?

Kemitraan ekonomi dan politik yang melibatkan 28 negara Eropa. Gagasan ini dimulai sejak perang dunia kedua tahun 1975, untuk menghidari perang, dan motifnya ekonomi. Kini, 20 tahun terakhir, menjadi pasar tunggal. 19 negara memakai mata uang tunggal EURO. Sedangkan Inggris (Pundsterling), dan Rusia tetap memakai uang mereka.

Mereka fokus di persoalan lingkungan, transportasi, hak-hak konsumen, hingga tarif telepon selular

2. Apa arti sih itu Brexit?

Media Inggris mempopulerkannya dengan Britain Exit (Brexit).

Opsinya dua. Tetap bergabung (remain) atau berpisah (leave) dengan 27 negara lain di Uni Eropa.

3. Apa yang terjadi sekarang?

Di sisi Inggris, meninggalkan Uni Eropa adalah upaya untuk mengajukan permohonan perjanjian, yang dikenal dengan Pasal 50 Lisbon Treaty (Perjanjia Lisbon) tahun 2009.

PM Inggris David Cameron atau penggantinya, per Oktober 2016 nanti, segera memutuskan kapan menyampaikan hasil referendum ke Dewan UE di Brussel.

Pemerintah Inggris, akan menggunakan proses hukum formal untuk menarik diri dari Uni Eropa. Prosesnya akan memakan waktu dua tahun untuk bernegosiasi penarikan, diri.

Pasal 50 ini sejak 2009 belum pernah ditinjau ulang. Belum ada pihak yang bisa memastikan, apakah kehendak rakyat Inggris ini (Brexit) bekerja sesuai hasil referendum.

4. Bagiamana Proses Lanjutan Inggris keluar dari UE?

PM Inggris David Cameron, pekan depan, akan menghadap ke Presiden Uni Eropa Donald Tusk di Brussels, Belgia, untuk membawa surat hasil keputusan referendum warga Inggris.

Hingga 2 tahun kedepan, secara bertahap, hukum Uni Eropa masih belaku di Inggris. Negara ini tetap harus mematuhi semua perjanjian dan hukum Uni Eropa. Namun Inggris tak lagi dilibatkan dalam pengambilan keputusan bersama 27 negara blok UE lainnya.

5. Bagaimana nasib Warga Inggris yang Bekerja di Uni Eropa ?

Belum ada keputusan resmi. Pemerintah Inggris masih akan bernegosiasi dengan Uni Eropa .

Jika Inggris tetap mengakui “pasar tunggal’, hampir pasti, WN Inggris tetep memiliki hak untuk bekerja di 27 negara UE lainnya, demikian sebaliknya .

Jika pemerintah Inggris tetap memberlakukan pembatasan izin kerja, sebagaimana usulan partai UKIP, maka 27 negara lain bisa mengajukan opsi serupa. “Warga Inggris juga harus mengajukan permohonan visa bekerja”

6. Apakah WN Inggris masih bisa tetap traveling ke negara UE lainnya?

Sejauh ini, tulis BBC Inggris, akan da pembatasan akses WN Inggris untuk tinggal dan bekerja di Uni Eropa. Tapi negara lain, tak bisa membatasi akses wisatawan. Warga Amerika dan nebara persemakmuran Inggris, mislanya, bisa berkunjumng 90 hari tanpa perlu urus visa tambahan. Inggris juga masih akan bernosiasi dengan anggota Uni Eropa .

7. Bagaimana warga negara UE yang ingin bekerja di UK?

Ini akan tergantung pemerintah Inggris. Akan ada aturabn baru yang dibuat, pascaresmi berlaku tahun 2018.

Apakah akan ada sistem izin kerja yang berlaku untuk warga non-Uni Eropa. Politik konservatif Inggris kini cenderung membatasi masuk ke pekerja terampil dan profesional. Semangat partai konservativ memang membatasi Imigran bekerja di Inggris, dan mendahulukan SDM mereka.

8. Apakah Barang “Duty Free” di Eropa tetap berlaku?

Seperti kebanyakan konsekuensi dari referendum Brexit, ini akan tergantung negosiasi pemerintah Inggris dengan Uni Eropa.Serikat kepabeanan Uni Eropa menunggu keputusan, apakah perjanjian Duty Free lanjut atau putus.

CEO Eurotunnel, perusahaan Duty Free, Jacques Gounon, mengaku kebijakan Duty Free, menbuat keuntungan bisnisnya melejit.

Erik Juul Mortensen, Presiden Asosiasi Tax Free Internasional (TFWA), mengaku pesimistis dengan kebijakan pasca_Brexit.

9. Bagaimana nasib pelat mobil di Uni Eropa dan Inggris?

Sejauh ini belum ada penjelasan detail soal ini. Koresponden BBC di Eropa, Chris Morris, menjelaskan tidak ada hukum Uni Eropa, yang mewajibkan penggantian itu. Simbol bendera Uni Eropa dipasang sukarela oleh pemilik mobil di semua negara.

10. Bisakah Inggris kembali bergabung dengan Uni Eropa?

Editor BBC di Eropa, Katya Adler, menjelaskan jika opsi itu ada di masa mendatang, maka Inggris harus mulai, tanpa ada pengecualian.

Semua negara harus menyetujui keinginan Inggris untuk rejoin. Katya mengatakan, para pemimpin lain di UE akan berpikir ulang. Jika Inggris ingin bergabung, harus segera memakai mata uang euro sebagai mata uang tunggal, buklan seperti saat ini, tetap memakai Poundsterling.

(red/hmad/yaiku/AS)

In this article

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!