Ini Cerita Reza Rahardian Perankan Habibie Muda di Film Rudy Habibie

225

redaksi.co.id – Ini Cerita Reza Rahardian Perankan Habibie Muda di Film Rudy Habibie

Rudy Habibie (Habibie Ainun 2) bukan film pertama aktor Reza Rahardian memerankan sosok Bacharuddin Jusuf Habibie.

Pada 2012 lalu, aktingnya berhasil membawa sukses film Habibie Ainun hingga mendapat apresiasi dari 4,7 juta penonton di seluruh Indonesia.

Reza mengaku tidak menemui banyak kesulitan selama proses pengambilan gambar di film kedua ini. Ia cukup terbantu dengan pendalaman karakter yang telah ia lakukan sejak pembuatan film Habibie Ainun empat tahun lalu.

“Riset sudah dari film pertama. Walaupun itu sudah cukup lama, saya banyak terbantu,” ujar Reza, saat ditemui di CGV Blitz Grand Indonesia, Jakarta, Jumat (24/6).

Yang membedakan film Rudy Habibie dengan film Habibie Ainun, kata dia, adalah jiwa dan pembawaan Habibie yang jauh lebih muda.

Tanpa melepaskan karakter asli Presiden RI ketiga tersebut, Reza dituntut untuk menunjukan sisi lain dari Habibie yang lebih emosional dan bersemangat.

“Saya banyak konsultasi dengan Hanung dan Gina soal karakter Habibie muda ini,” ungkapnya.

Dalam film ini juga Reza harus berhadapan dengan lawan main baru, yaitu Chelsea Islan yang memerankan karakter Ilona, gadis Jerman yang menjadi cinta pertama Habibie.

Untuk membangun kedekatan, ia selalu melakukan interaksi lebih dengan Chelsea di lokasi pengambilan gambar.

Diakuinya Chelsea memiliki karakter yang terbuka untuk bisa bekerjasama dengan siapapun. Terlebih ini film ketiga Reza beradu akting dengan aktris tersebut.

Hal menarik yang harus ia lakukan dalam film ini adalah menggunakan bahasa Jerman di banyak adegan. Ia mengaku hanya memanfaatkan proses reading untuk meningkatkan kemampuannya berbicara bahasa Jerman.

“Ada bahasa Jerman cukup banyak di skenario, tapi saya gak kursus, kursusnya sama pemain lain,” jelasnya.

Film Habibie bercerita mengenai sosok Bacharuddin Yusuf Habibie saat masih akrab dipanggil Rudy Habibie di usia 6 sampai 20 tahun. Rudy yang lahir di Pare Pare, Sulawesi Selatan, ini memutuskan untuk melanjutkan kuliah teknik penerbangan di Universitas RWTH Aachen Jerman.

Perjalanan Rudy menjadi mahasiswa di Aachen tidak berjalan mulus. Penelitiannya bahkan diambil pemerintah Jerman karena dikhawatirkan akan jatuh ke tangan komunis karena Indonesia tidak bergabung dengan NATO.

Namun karena kecintaannya pada Indonesia dan dukungan penuh dari orangtuanya, Habibie tidak menyerah. Ia bahkan harus rela meninggalkan Ilona, cinta pertamanya di Jerman, demi mewujudkan industri dirgantara di Indonesia.

(red/ega/wi/riesta/VDA)

loading...

Comments

comments!