Punya Gaji Selangit Bukan Jaminan Keuangan Sehat, Masak Sih, Lalu Apa?

redaksi.co.id - Punya Gaji Selangit Bukan Jaminan Keuangan Sehat, Masak Sih, Lalu Apa? Gak bisa dipungkiri kalau tujuan orang bekerja itu ya gaji, iya kan? Soal...

21 0

redaksi.co.id – Punya Gaji Selangit Bukan Jaminan Keuangan Sehat, Masak Sih, Lalu Apa?

Gak bisa dipungkiri kalau tujuan orang bekerja itu ya gaji, iya kan? Soal karir dan pencapaian biasanya menyusul. Tapi rasanya bakalan sia-sia juga punya gaji selangit kalau gak bisa mengaturnya.

Banyak orang yang berpikiran bahwa gaji besar pasti hidup aman sejahtera. Masak sih punya gaji selangit bukan jaminan keuangan sehat? Emang benar kok, mau punya gaji hingga puluhan juta rupiah pun bukan tanda keuangan pasti sehat.

Nyatanya, orang yang penghasilannya melimpah, utangnya bisa jadi melimpah juga. Jadinya pemasukan habis hanya buat bayar utang. Bahkan mungkin pemasukan per bulan tetap kurang buat melunasi utang, sehingga utang jadi seperti cintanya Romeo ke Juliet, abadi.

Ada yang jauh lebih penting sebagai tanda keuangan sehat, yaitu kepiawaian mengatur keuangan. Gaji terbatas pun jika diolah dengan baik bisa membuat kondisi finansial kita sehat dan kuat bak Ade Rai.

Kita mesti menanamkan pikiran bahwa mengatur keuangan itu penting dan gampang. Ini yang kadang luput dari mindset kita.

Padahal ada beberapa langkah sederhana dalam mengatur keuangan agar sehat walafiat. Berikut ini contohnya:

Pasti yang namanya bebas itu menyenangkan, tapi bisa memabukkan. Dalam soal keuangan, punya duit banyak bukan lantas berarti bisa bebas belanja sesuka hati.

Duh mbaksis jangan kalap dong, takut kehabisan ya!

Bisa-bisa belanja melebihi kemampuan sampai ngutang. Kalau bisa dilunasi sih bukan masalah. Tapi kalau malah numpuk?

Lebih baik menetapkan batasan sendiri deh. Batasan ini berlaku untuk dua hal yaitu belanja dan utang.

Jangan sampai belanja barang yang gak perlu. Beli barang yang dibutuhkan, bukan yang diinginkan. Begitu juga utang, jangan sampai melebihi kemampuan. Tapi kalau penghasilan jangan dibatasi, loh!

Bukan cuma tanaman yang bisa ditanam. Duit jangan hanya dibelanjakan, tapi juga ditabung. Namun ada yang lebih berfaedah dari menabung: nanam duit alias investasi.

Kalau ditabung, hasilnya gak seberapa, bahkan bisa dimakan inflasi. Tapi, kalau diinvestasikan, hasilnya bisa lebih besar.

Pilih investasi ramah pemula dulu, misalnya deposito. Ini mirip dengan menabung mekanismenya. Kalau mau yang hasilnya lebih greget, bisa coba reksa dana yang modalnya mulai dari Rp 100 ribu.

Duit kalau dipegang pasti habis ya, mending dibuat investasi masbro!

Buat manusia, waktu adalah segalanya karena memberikan peluang. Termasuk untuk membuat keuangan sehat.

Manfaatkan waktu dengan disiplin menjalankan kegiatan produktif. Misalnya cari tambahan penghasilan. Tapi bukan lantas kerja terus untuk menghabiskan waktu.

Piknik itu juga termasuk disiplin waktu, loh. Kalau kurang piknik, kita bisa stres dan akhirnya jatuh sakit.

Jadi, disiplin di sini berarti pandai menempatkan diri kapan saatnya harus produktif dan kapan waktu untuk bersantai. Bukan banyak-banyakin salah satunya alias nggak seimbang. Pintar bagi waktu.

Banyak orang yang ingin menerapkan prinsip hidup hemat, tapi takut dibilang pelit. Padahal hemat dan pelit itu beda jauh.

Hemat sama dengan bijak, bukan pelit. Kalau bijak, kita akan menghemat pemakaian listrik agar tagihan nggak membengkak. Misalnya dengan mematikan lampu kalau keluar rumah.

Nah kalau pelit, kita ngotot mematikan listrik padahal butuh buat menerangi ruangan. Sikap hemat akan mendatangkan manfaat. Tapi sikap pelit sebaliknya.

Susah emang kalau udah lihat yang merah dan biru mata langsung bersinar

Dengan beberapa contoh tersebut, hemat berarti tagihan listrik kecil. Jika pelit, rusak deh itu mata karena main hape di ruangan gelap.

Coba deh lakukan empat contoh tersebut untuk membuat keuangan sehat. Jika sudah dilakukan, bagus banget. Tinggal dipertahankan.

Intinya, jangan sampai hanya berfokus pada gaji sebagai tanda keuangan sehat. Sebab ada yang jauh lebih penting yaitu mengatur keuangan.

(red/ngga/eksa/AR)

In this article

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!