8 Reaksi Heboh Pasca-Brexit

redaksi.co.id - 8 Reaksi Heboh Pasca-Brexit Dalam referendum yang digelar pada 23 Juni lalu, rakyat Inggris telah memutuskan untuk berpisah dari Uni Eropa, organisasi yang telah...

10 0

redaksi.co.id – 8 Reaksi Heboh Pasca-Brexit

Dalam referendum yang digelar pada 23 Juni lalu, rakyat Inggris telah memutuskan untuk berpisah dari Uni Eropa, organisasi yang telah menaunginya selama 43 tahun. Beragam reaksi muncul, mulai dari yang sewajarnya hingga yang terkesan aneh.

Dikutip dari Oddee,Senin (27/6/2016), berikut ini adalah delapan reaksi dari berbagai pihak dalam menyikapi hasil referendum Brexit:

1. Tulisan bernada satir

Ketika penghitungan suara belum selesai, seorang pria telah lebih dulu menuliskan kekesalannya tentang kemungkinan Inggris meninggalkan Uni Eropa di Facebook. Tulisan panjang bernada satir itu bahkan menyinggung tokoh pro-Brexit, Nigel Faragel dan Boris Johnson.

“Jumat nanti hebat sekali! Saya akan terbangun selagi memakai piyama bendera Inggris karena terdengar suara satu skuadron Spitfire melintas di atas sana sambil menebarkan roti manis bermentega,” tulisnya

2. Pencarian tentang UE meningkat tiga kali lipat

Kebingungan rakyat Britania Raya tentangBrexitdan dampaknya bagi ekonomi baru terasa di seluruh Inggris setelah pemungutan suara.

Google melaporkan terjadi peningkatan cukup besaratas sejumlah pertanyaan mendasar terkait dengan implikasi pemungutan suara.

Delapan jam sesudah penutupan pemungutan suara, Google melaporkan bahwa pencarian “apa yang terjadi kalau kita meninggalkan UE” melonjak tiga kali lipat.

Warga Inggris sepertinya tak hanya terkejut dengan apa yang akan terjadi kalau negara itu meninggalkan UE. Mereka bahkan tidak sepenuhnya paham dengan UE.

3. PM Cameron “Kalah Taruhan”

PM DavidCameronadalah orang yang pertama mencetuskan ide referendum. Ia pula yang mengampanyekan agar rakyat Inggris memilih tetap bertahan bersama Uni Eropa.

Kini setelah referendum usai digelar dan hasilnya tidak sesuai dengan yang ia harapkan, PM Inggris itu mengundurkan diri dari posisi yang telahdijabatnya selama enam tahun terakhir.

“Saya memperjuangkan kampanye ini menurut cara yang saya tahu, yaitu dengan bicara secara langsung dan bersemangat tentang apa yang saya pikirkan dan rasakan, dengan kepala, hati, dan jiwa.”

“Saya kerahkan seluruhnya. Saya akan melakukan apa pun sebagai perdana menteri untuk mengemudikan ‘kapal’ ini dalam beberapa minggu atau bulan ke depan. Tapi tidak tepat bagi saya kalau mencoba menjadi nakhoda yang mengemudikan negara kita menuju tujuan berikutnya.

4. Komentar ‘Bodoh’ DonaldTrump

Di hari pemungutan suara, bakal calon presiden dari Partai Republik AS, Donald Trump, mencuit beberapa pernyataan kontroversial:

“Baru tiba di Skotlandia. Sedang ramai terkait dengan pemungutan suara. Mereka meraih kembali negeri mereka, sama seperti kita akan meraih kembali Amerika. Bukan main-main!”

Padahal, 62 persen pemilih di Skotlandia memutuskan untuk tetap bersama UE. Hanya 38 persen yang ingin Inggris lepas dari UE. Tentu saja Trump menerima banyak “ralat” dari para pengguna Twitter:

@realDonaldTrump mereka memilih tetap berada dalam UE, bodoh. Pemimpin masa depan? Kamu bahkan tidak bisa menang lomba telor dan sendok. Ayden Callaghan (@AydenCallaghan), 24 Juni 2016

@realDonaldTrump Kamu bodoh sekali. Lachlan Buchanan (@lachlanbuchanan), 24 Juni 2016

@realDonaldTrump Lucu sekali! Padahal Skotlandia memilih untuk tetap ikut UE. Dan Jackson (@MANIFESTphoto) 25 Juni 2016

@realDonaldTrump Apakah kamu sengaja mau kalah? Apakah kamu sebenarnya sebodoh ini? Shelly (@Shelly7934222), 25 Juni 2016

5. Partai Independen (UKIP) dinilai berbohong

Susanna Reid dari stasiun ITV bertanya kepada Nigel Farage, salah seorang pendukung kampanye Leave,tentang apakah 350 juta pound sterling yang dikirim ke UE setiap minggu sekarang akan disalurkan ke Layanan Kesehatan Nasional (NHS), seperti yang dikatakannya sebelumnya.

NamunFarage menyangkalnya dan mengatakan bahwa gagasan itu merupakan suatu “kesalahan”.

“Itu kan salah satu bunyi kampanye Leave, yaitu bahwa uangnya dialihkan ke NHS. Itu sebabnya banyak orang memberikan suara,” cecar sang wartawan.

Farage mencoba mengelak atas pertanyaan itu, tapi Reid terus mengejarnya.

“Kamu mengatakan bahwa setelah 17 juta orang memilih untuk lepas berdasarkan–walau saya tidak tahu berapa banyak orang memberi suara berdasarkan iklan ini, tapi ini bagian dari propaganda besar –kamu sekarang bilang bahwa itu merupakan suatu kesalahan?” tanya Reid.

Faragepun tetap mengabaikan pertanyaan berikutnya.

Ia mengatakan bahwa Inggris akan “kembali menjadi negara normal, berwenang atas hukumnya sendiri dan bisa memulai hubungan sendiri dengan seluruh dunia dan bahkan mungkin berkutat lagi dengan Commonwealth.”

6. Warga Terkejut dengan ‘Kekuatan’ Suaranya

Seorang warga bernama Adam mengatakan kepada BBC bahwa ia “sebenarnya sedikit kaget” karena tidak menduga bahwa satu suaranya bisa mempengaruhi keputusan penting.

Adam diketahui memilih Leave dan ketika hasil akhirnya sesuai dengan keinginannya, ia justru merasa khawatir dengan masa depan Inggris.

7. Protes anti-Brexityang kian marak

Ribuan orang turun ke jalan-jalan di seluruh Inggris berunjuk rasa melawan Brexit. Para pengunjuk rasa mengibarkan bendera UE dan spanduk bertuliskan “Yes 2 EU” dan “Selamat tinggal, Inggris Raya”.

Mereka yang kecewa menandatangani petisi online, menuntut diadakannya referendum kedua. Hingga kini sudah terdapat lebih dari 3 juta orang yang mendukung petisi tersebut.

Jeremy Corbyn, pimpinan Partai Buruh, menolak pemilu kedua.

“Referendum sudah berlangsung, keputusan sudah dibuat. Menurut saya, kita harus menerima keputusan itu dan menata ulang hubungan dengan Eropa di masa depan, ujarnya.

8. Texasterinspirasi lakukan ‘Texit’

Setelah Inggris memilih untuk memisahkan diri dari UE, muncul gerakan serupa di Texas, Amerika Serikat (AS).

Sebagian warga Texas mengusulkan dilakukannya Texit. Selama ini memang terdapat beberapa pihak yang ingin melepaskan diri dari pemerintah federalnya.

Gerakan Nasionalis texit mengaku memiliki petisi 260 ribu orang dan mendesak negara bagian untuk melakukan referendum seperti Brexit.

(red/ahyu/etyo/armawan/WSD)

In this article

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!