5 Hasil Pertandingan Mengejutkan di Sejarah Piala Eropa

redaksi.co.id - 5 Hasil Pertandingan Mengejutkan di Sejarah Piala Eropa Islandia kembali menghentak di Piala Eropa 2016. Usai lolos dari fase grup, Islandia membungkam tim nasional...

20 0

redaksi.co.id – 5 Hasil Pertandingan Mengejutkan di Sejarah Piala Eropa

Islandia kembali menghentak di Piala Eropa 2016. Usai lolos dari fase grup, Islandia membungkam tim nasional Inggris 2-1 dalam pertandingan Babak 16 Besar di Stadion Allianz Riviera, Nice, Selasa (28/6) dinihari WIB.

Kemenangan Islandia terang saja mengejutkan. Pasalnya, Islandia bukanlah tim unggulan jika dibandingkan dengan Inggris. Selain itu, kualitas pemain mereka jelas berada di bawah para pemain The Three Lions -julukan Inggris.

Di babak perempat final, Islandia sudah ditunggu tim unggulan lainnya. Bukan main, tim yang akan mereka hadapi adalah tim tuan rumah, Prancis. Le Bleus -julukan Prancis- lolos setelah mengandaskan perlawanan Republik Irlandia 2-1.

Sejatinya, yang diperbuat Islandia bukan yang pertama terjadi di Piala Eropa. Sebelum Strakarnir Okkar -julukan Islandia- sudah ada beberapa tim berstatus non unggulan yang berhasil mengalahkan tim besar.

Melansir situs resmi UEFA, berikut lima hasil pertandingan yang menjadi kejutan di Piala Eropa:

Republik Irlandia

Republika Irlandia melakoni debutnya di Piala Eropa pada Piala Eropa 1988 di Jerman Barat. Di pertandingan pertama fase grup, mereka harus menghadapi tim kuat, Inggris. The Three Lions saat itu diperkuat kiper legendaris Peter Shilton, serta duet striker Gary Lineker, dan John Barnes.

Tapi, Irlandia berhasil membalikkan prediksi. Bertanding di Neckarstadion, Stuttgart, Irlandia menang berkat gol tunggal Ray Houghton di menit keenam. Sayangnya, mereka tetap gagal lolos ke fase berikutnya setelah kalah bersaing dengan Uni Soviet dan Belanda (yang akhirnya keluar sebagai juara).

Inggris sendiri harus menelan malu lantaran tak memenangkan satu pun pertandingan di fase grup. Usai kalah dari Irlandia, mereka takluk 1-3 dari Uni Soviet dan Belanda. Alhasil, mereka finis sebagai juru kunci.

Swedia

Swedia berstatus sebagai tuan rumah pada Piala Eropa 1992. Ini juga merupakan debut Swedia di Piala Eropa.

Pada Piala Eropa kali ini, jumlah peserta hanya delapan tim yang terbagi ke dalam dua grup. Swedia sendiri tergabung bersama Prancis, Denmark dan Inggris di Grup 1.

Di pertandingan pertama, Swedia berhadapan dengan Prancis yang saat itu diperkuat Didier Deschamps, Emmanuele Petit, dan Eric Cantona. Meski tak diunggulkan, Swedia berhasil menahan imbang Prancis 1-1.

Tapi, puncak penampilan Swedia terjadi saat mereka menang 2-1 atas Inggris di pertandingan pamungkas Grup 1. Dua gol Swedia masing-masing dicetak Jan Eriksson dan Tomas Brolin sementara gol Inggris lahir dari kaki David Platt.

Swedia pun lolos sebagai pemuncak Grup 1. Sementara, Inggris lagi-lagi harus pulang lebih dulu usai menjadi juru kunci Grup 1.

Denmark

Puncak kejutan pada Piala Eropa 1992 terjadi di partai final. Denmark yang tampil menggantikan Yugoslavia di Piala Eropa 1992, berhasil lolos ke final. Di partai pamungkas, Denmark harus berhadapan dengan tim kuat, Jerman Barat.

Meski demikian, Denmark ternyata tidak gentar. Buktinya, di menit 18 mereka sudah unggul setelah John Faxe Jensen bikin gol ke gawang Bodo Ilgner. Kemudian di menit 78, giliran Kim Vilfort yang membuat Ilgner harus kembali memungut bola dari gawangnya.

Denmark pun menciptakan sejarah dengan menjadi juara di Piala Eropa 1992. Keberhasilan ini membuat mereka mendapat julukan Tim Dinamit.

Republik Ceko

Tergabung di Grup C, Republik Ceko tidak diunggulkan untuk lolos. Penyebabnya, mereka berada satu grup dengan Jerman dan juga runner up Piala Dunia 1994, Italia, dan Rusia. Terlebih, di pertandingan pertama, mereka takluk 0-2 dari Jerman.

Namun keajaiban terjadi ketika mereka melawan Italia di pertandingan kedua. Satu gol Pavel Nedved dan satu dari Radek Bejbl membuat Ceko menang 2-0 atas Italia.

Di pertandingan terakhir, Republik Ceko bermain imbang 3-3 melawan Rusia. Nedved dan kawan-kawan lolos ke fase berikutnya usai unggul produktivitas gol atas Italia, yang finis di peringkat ketiga.

Sayangnya, pada partai final, Ceko kembali bertemu dengan Jerman. Lagi-lagi, mereka harus menyerah dari Der Panzer -julukan Jerman- kali ini dengan skor 2-1.

Yunani

Deja vu Denmark di Piala Eropa 1992 terulang pada Yunani di Piala Eropa 2004. Hanya, Yunani bukan berstatus tim pengganti seperti Denmark di Piala Eropa 1992.

Status non unggulan menempatkan Yunani di pot 4 saat pengundian untuk fase grup. Mereka pun harus berjuang dengan melawan Portugal yang berstatus sebagai tuan rumah, Spanyol, dan Rusia.

Yunani berhasil membuat kejutan dengan mengalahkan Portugal 2-1 di pertandingan pembuka Grup A. Tim asuhan Otto Rehhagel itu pun lolos setelah finis sebagai runner up Grup A.

Kejutan tak berhenti sampai di situ. Di babak perempat final, Yunani mengalahkan tim kuat Prancis 1-0 hingga akhirnya lolos ke final setelah mengalakan Republik Ceko di babak semifinal. Di partai puncak, Yunani kembali bertemu dengan Portugal.

Tim tuan rumah dimotori semangat balas dendam kekalahan di pertandingan fase grup. Akan tetapi, takdir Yunani untuk juara tak bisa dibendung. Gol tunggal Angelos Charisteas di menit 57 tak juga mampu dibalas Portugal.

Yunani pun keluar sebagai juara.

(red/hmad/yaiku/AS)

In this article

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!