Kasus Mutilasi Nenek Berusia 88 Tahun di Jepang Masih Misterius

redaksi.co.id - Kasus Mutilasi Nenek Berusia 88 Tahun di Jepang Masih Misterius Kasus mayat seorang nenek yang dimutilasi lalu dibuang di Taman Himonya Meguro Tokyo masih...

26 0

redaksi.co.id – Kasus Mutilasi Nenek Berusia 88 Tahun di Jepang Masih Misterius

Kasus mayat seorang nenek yang dimutilasi lalu dibuang di Taman Himonya Meguro Tokyo masih misterius hingga kini. Polisi mengurangi air kolam dan masih mengusut peristiwa ini.

“Rumah korban telah diselidiki polisi hingga kini telah berjalan tiga hari tapi belum menemukan petunjuk berarti mengenai pembunuh,” kata sumber Tribunnews.com, Rabu (29/6/2016).

Korban potongan tubuh ditemukan 23 Juni pagi lalu oleh seorang pejalan kaki yang curiga melihat potongan kaki mengambang di kolam taman Himonya tersebut.

Saksi kemudian melaporkan kepada polisi yang langsung menutup taman tersebut.

Korban akhirnya diketahui wanita berusia 88 tahun bernama Toiko Abe yang tinggalnya hanya 10 menit jalan kaki dari kolam tersebut.

Rumah nenek itu diselidiki tapi semua tak ada yang hilang. Dompet beserta uang masih ada di tempatnya, tak ada benda yang hilang ataupun rusak.

Dilacak dari kamera CCTV di mansion rumah tinggal sang nenek, sedikitnya tujuh kamera CCTV sekitarnya termasuk tempat parkir mobil dan pintu masuk serta luar gedung, polisi hingga kini belum menemukan orang yang dicurigai.

Kemungkinan pembunuh ke luar dari belakang rumah, beranda belakang, yang tidak ada kamera CCTV dan kini masih menyelidiki daerah belakang rumah tersebut.

Siapa pembunuhnya masih misterius. Namun dipastikan dibunuh antara tanggal 19 Juni malam sekitar jam 20.00 waktu Jepang sampai dengan jam 9 pagi tanggal 20 Juni 2016.

Tanggal 20 Juni 2016 jam 9 pagi seorang karyawan pembersih rumah mendatangi rumah tersebut karena telah janji dengan anak korban untuk membersihkan rumah tersebut. Tetapi pintu tak dibuka dan tak menemui korban.

Lingkungan sekitar menyatakan korban orang yang periang dan baik, tak ada masalah apa pun.

Seorang mantan detektif polisi Jepang, Edo Shirou menyatakan ada kemungkinan masalah keuangan sehingga nenek berusia 88 tahun itu dibunuh.

“Sedangkan mayat yang dipotong-potong itu ada kemungkinan tidak direncanakan tetapi saat itu juga diputuskan karena bingung bagaimana menyembunyikan dan membuangnya, sehingga guna memudahkan dilakukan pemotongan tersebut,” katanya.

Yang pasti pembunuhan dan pemotongan tidak di rumah sang nenek karena bekas-bekas darah dan sebagainya tidak ditemukan sama sekali oleh polisi.

“Berarti penculikan, pembunuhan dan pemotongan dilakukan di lokasi lainnya, barulah dibuang ke kolam tersebut,” kata sumber itu lagi.

(red/ahyu/etyo/armawan/WSD)

In this article

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!