Ide Bisnis dengan Memanfaatkan THR Saat Mudik

redaksi.co.id - Ide Bisnis dengan Memanfaatkan THR Saat Mudik Curhat Duit adalah kolom khusus yang diadakan di Blog.DuitPintar.com karena banyaknya pertanyaan-pertanyaan yang dikirim ke kami seputar...

22 0

redaksi.co.id – Ide Bisnis dengan Memanfaatkan THR Saat Mudik

Curhat Duit adalah kolom khusus yang diadakan di Blog.DuitPintar.com karena banyaknya pertanyaan-pertanyaan yang dikirim ke kami seputar masalah keuangan. Ini lah yang membuat kami ingin mencoba membantu memberikan solusi sebisa mungkin. Curhat Duit pun menjadi bentuk komunikasi langsung antara Blog.DuitPintar.com dan pembaca setianya, selain lewat Forum.DuitPintar.com

Curhat Duit kali ini datang dari email yang masuk ke [email protected] yang berasal dari seorang supervisor di Bandung yang ingin memperoleh ide bisnis dengan memanfaatkan THR pas mudik sebagai penghasilan tambahan.

selamat sore admin DuitPintar,sy tertarik ikutan curhat duitnya, boleh? nama sy hana, umur 28 tahun, bekerja sebagai supervisor di Bandung, sy mau tanya kalau abisin THR buat modal jualan gitu bole ga sih min? Jadi kan gini, rencana saya pas mudik tahun ini mau dibuat lebih menghasilkan, sy rencana mau bawa sesuatu dari Bandung (pikiran saya sih kaya oleh-oleh khas Bandung gitu) nantinya saya jualin di kampung saya di Semarang.

Nah yang mau saya curhatin, ada ga ya tips-tips buat jualan kaya gitu, terus ini kan cuma musiman, kalau saya lanjutin setelah mudik apa masih bisa? Lalu, apa aja yg mesti saya perhatikan yah kalau mau jualan kaya gini?

Bisnis makanan adalah salah satu bisnis yang bisa dibilang gak pernah ada matinya. Bandung sendiri menyimpan banyak kekayaan kuliner yang sudah teruji. So, apa salahnya kamu coba jadiin bisnis jajanan keripik khas Bandung.

Pilih jenis-jenis makanan yang sifatnya kering dan tahan lama saja ya, untuk menghindari kerugian akibat basi atau rusak. Nah, untuk sistem penjualannya kamu bisa bawa beberapa contoh sebagai tester.

Orang-orang di kampung halaman nanti bisa memesan ke kamu dengan cara dikirim lewat jasa pengiriman.

Siapa sih yang gak tahu produk fashion keluaran warehouse Bandung? Nah, kesempatan sebagai orang yang kerja merantau di Bandung, kamu bisa mencoba jualin produk-produk fashion.

Orang-orang di kampung halaman cenderung suka dengan trend yang lagi happening di kota-kota besar, salah satunya ya Bandung. Kenapa fashion? Karena selain tahan lama, produk fashion gak terkena resiko basi atau rusak.

Untuk sistem promosi atau penjualannya kamu bisa pilih. Bisa dengan bawa aja beberapa contoh pakaian yang paling laris di Bandung. Bisa juga kamu siapin gambar-gambar bajunya untuk kemudian bisa dipesan sama orang-orang di kampung.

Sebelum membeli baju-bajunya pastiin kamu mengadakan survey kecil-kecilan dulu. Tanya sama keluarga di kampung kamu fashion apa yang sedang digandrungi. Dari situ kamu bisa nentuin mau beli baju-baju untuk segmentasi target yang kayak gimana.

Yang pasti siapkan budget kamu, berapa yang akan kamu gunakan sebagai modal awal untuk beli tester oleh-oleh dan baju-bajunya. Jangan terlalu banyak juga ya dan pertimbagkan cara kamu membawa brang-barang dagangan tersebut.

Syukur-syukur kamu terusin aja tuh jualan oleh-oleh dan produk fashion khas Bandung setelah Lebaran sebagai kerjaan sampingan. Walau hasilnya mungkin gak terlalu besar di awal, tapi nantinya bisa lumayan loh kalau emang digeluti dengan serius.

Ingat, jual produk di kampung gak bisa dibanderol dengan harga yang terlalu mahal ya. Cari deh koneksi yang bisa kasih kamu harga murah kalau beli minimal 10 buah semisal atau malah ngasih kamu keringanan untuk bayar setelah laku lebih bagus lagi.

Bikin juga deh blog atau akun sosmed buat dagangan kamu. Selain bikin mereka percaya, kamu juga terkesan serius jualan.

Jaga kepercayaan teman bisnis yang mempercayakan barang dagangannya ke kamu untuk dibawa dan dijualin pas mudik. Jangan lupa catat apa saja yang sudah laku dan bawa kembali sisa yang belum terjual dengan kondisi utuh supaya bisa tetap menjalin kerjasama yang baik untuk jangka panjang.

(red/ijayanto/W)

In this article

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!