5 Rekor yang Tak Rusak di Euro 2016

redaksi.co.id - 5 Rekor yang Tak Rusak di Euro 2016 Piala Eropa 2016 sudah memasuki babak perempat final. Beberapa rekor fantastis pun sudah tercipta. Namun, ada...

29 0

redaksi.co.id – 5 Rekor yang Tak Rusak di Euro 2016

Piala Eropa 2016 sudah memasuki babak perempat final. Beberapa rekor fantastis pun sudah tercipta. Namun, ada beberapa rekor yang hampir pasti tak bisa dirusak di Piala Eropa 2016.

Polandia, Portugal, Wales, Belgia, Jerman, Italia, Prancis, dan Islandia adalah kontestan yang siap beraksi di perempat final Piala Eropa 2016. Babak perempat final sendiri akan dibuka dengan pertarungan antara Polandia dan Portugal di Stade Velodrome, Jumat (01/07/2016) dinihari.

Penonton memang sudah terhibur dengan aksi semua tim di Piala Eropa 2016. Betul, ada beberapa hasil yang mengejutkan, salah satunya adalah kekalahan Spanyol di tangan Italia.

Bicara Piala Eropa, ada beberapa rekor yang berpeluang besar tak bisa dirusak di edisi 2016. Dilansir Sportskeeda, Liputan6.com coba menjabarkan rekor-rekor yang akan bertahan di Piala Eropa 2016:

Langkah Spanyol di Piala Eropa 2016 memang sudah terhenti. Mereka terpaksa angkat koper setelah menyerah dua gol tanpa balas dari Italia di perdelapan final. Hasil itu menjadi pertanda akhir dari era keemasan Spanyol. Sebelumnya, hasil buruk juga didapat Spanyol kala terhenti di fase grup Piala Dunia 2014.

Meski begitu, Spanyol tetap tercatat dalam sejarah sebagai tim yang sempat mengukir tinta emas di Piala Eropa. Setelah memenangi edisi 2008, La Furia Roja melanjutkan kejayaan mereka dengan menjadi juara Piala Eropa 2012.

Kala itu, Spanyol tampil begitu sempurna sejak di fase grup. Sepanjang turnamen, tim besutan Vicente Del Bosque itu hanya kebobolan satu gol. Itu saat mereka ditahan Italia 1-1 di fase grup. Sukses itu yang membuat nama Spanyol terukir sebagai tim yang paling sedikit kebobolan di Piala Eropa.

Rekor itu pun tak bisa dilampaui di Piala Eropa 2016. Hingga perempat final, semua kontestan sudah kemasukkan gol. Tim yang paling sedikit kebobolan hingga perempat final adalah Italia. Itu saat mereka takluk 0-1 dari Republik Irlandia.

Meski pemain veteran Italia Gianluigi Buffon tampil di sepanjang turnamen hingga final, rekor paling banyak tampil di putaran final Piala Eropa tetap dipegang Van der Sar. Hanya Lilian Thuram yang bermain dalam laga turnamen final (16 kali), tapi jumlah menitnya masih jauh dari Van der Saar.

Van der Sar sudah memulai petualangannya bersama Belanda sejak 1995. Sejak itu, ia sudah tampil dalam empat edisi Piala Eropa, yakni edisi 1996, 2000, 2004, dan 2008. Dalam empat turnamen itu pula Van der Sar dipasang sebagai kiper utama.

Tak heran jika Van der Sar memegang rekor sebagai pemain dengan menit penampilan terbanyak di putaran final Piala Eropa. Van der Sar juga mengukir banyak prestasi di bidang lain. Ia adalah pemain tertua kedua yang tampil di Liga Champions (40 tahun 211 hari) setelah Dino Zoff.

Berstatus pemain legendaris, faktanya Platini hanya sekali tampil di putaran final Piala Eropa. Kesempatan emas itu didapat Platini pada Piala Eropa 1984. Kebetulan, Prancis bertindak sebagai tuan rumah di ajang itu. Dan, itu kali pertama Prancis tampil di putaran final sejak merebut peringkat keempat Piala Eropa 1960.

Meski hanya mendapat satu kesempatan, Platini mampu mengukir namanya dalam catatan sejarah. Ia unjuk gigi dengan melesakkan sembilan gol di sepanjang turnamen. Tim-tim yang menjadi korban gol Platini adalah Denmark, Belgia, Yugoslavia, Portugal, dan Spanyol di final.

Tentu saja, mencetak sembilan gol dalam satu ajang Piala Eropa adalah pekerjaan yang sulit. Rekor itu tampaknya juga tak akan bisa dilampaui di Piala Eropa 2016. Saat ini, status Top Scorer Piala Eropa 2016 disandang Antoine Griezmann, Alvaro Morata, dan Gareth Bale.

Masing-masing pemain baru mencetak tiga gol. Dengan tersingkirnya Spanyol, otomatis hanya Griezmann dan Bale yang benar-benar memiliki peluang untuk melampaui rekor Platini. Catatannya, mereka harus mencetak minimal tujuh gol tambahan di sisa turnamen.

Jumlah ini benar-benar mengejutkan karena merupakan kombinasi dari gol-gol yang dicetak semua kontestan di Piala Eropa 1980. Tentu saja, itu benar-benar menyedihkan. Betul, jumlah gol di Piala Eropa 1968 memang jauh lebih sedikit, yakni tujuh gol.

Namun, saat itu Piala Eropa baru digelar tiga edisi. Kontestan yang ikut serta saat itu juga baru empat tim. Jadi, saat hanya tercipta tujuh gol hingga Italia juara, hal itu tak mengejutkan. Lain halnya jika bicara mengenai Piala Eropa 1980.

Saat itu, ada delapan tim yang ikut meramaikan dan terbagi ke dalam dua grup. Tim-tim top yang tampil sebagai kontestan adalah Jerman Barat, Belgia, Italia, Inggris, dan Spanyol. Dalam turnamen itu, skor terbesar yang tercipta adalah saat Jerman Barat menaklukkan Belanda 3-2.

Di Piala Eropa 2016, kombinasi semua kontestan sudah jauh melebihi 27 gol. Hingga perdelapan final, sudah 88 gol yang tercipta. Jumlah itu bisa terus bertambah karena delapan tim yang tersisa akan memainkan laga perempat final.

Piala Eropa 1976 memang hanya diikuti empat tim. Namun, aksi yang diperlihatkan Ceko, Belanda, Yugoslavia, dan Jerman Barat benar-benar menghibur. Pasalnya, pertarungan mereka selalu menghasilkan lebih dari tiga gol.

Bahkan, edisi 1976 tercatat sebagai Piala Eropa dengan rata-rata gol per laga terbanyak, yakni 4,75 gol per laga. Skor terbesar yang tercipta saat itu adalah kala Jerman Barat mempecundangi Yugoslavia 4-2 di Crvena Zvezda Stadium, 17 Juni 1976.

Laga final antara Jerman Barat dan Ceko juga memperlihatkan aksi yang menghibur. Saat itu, keduanya bermain 2-2 di waktu normal. Laga pun dilanjut ke drama adu penalti dan dimenangkan Ceko dengan skor 5-3.

(red/ris/ahyudianto/AW)

In this article

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!