Pertama Kali, Peneliti Temukan Sayap Burung Purba

redaksi.co.id - Pertama Kali, Peneliti Temukan Sayap Burung Purba Sekitar 100 juta tahun lalu, dua bayi burung terjebak di getah lengket di dalam hutan tropis. Sekarang,...

8 0

redaksi.co.id – Pertama Kali, Peneliti Temukan Sayap Burung Purba

Sekitar 100 juta tahun lalu, dua bayi burung terjebak di getah lengket di dalam hutan tropis. Sekarang, sayang kedua burung tersebut terbungkus dalam ambar dan memberi petunjuk pada peneliti tentang evolusi burung.

Ambar atau amber adalah resin pohon yang menjadi fosil. Sedikit sampel ditemukan di Bukit Hukawng, di sebelah utara Myanmar dan dijelaskan dalam jurnal Nature Communications. Ini adalah kali pertama sayap burung ditemukan dalam ambar.

Selama ini peneliti lebih sering menemukan bulu atau bagiannya. Sampel yang ditemukan terdiri dari dua sayap tanpa kerusakan dengan semua fiturnya utuh. Termasuk jaringan lunak, dari dua burung yang diyakini baru menetas sekitar 100 juta tahun lalu selama periode Cretaceous.

Periode ini sekitar 45 juta tahun setelah burung pertama atau dinosaurus avian berevolusi. Ukuran dan perkembangan kerangka sayap ini menunjukkan burung masih muda saat terjebak di getah, kata Xing Lida, peneliti dari China University of Geosciences.

Seluruh penelitian sebelumnya tentang burung Cretaceous, selalu berdasarkan fosil yang terkompresi dua dimensi yang ada di batuan sedimen. Sampel dalam ambar memberikan kesempatan langka untuk melihat punahnya burung bergigi dalam alur hidup yang sebenarnya, kata Xing.

Ini anugerah yang sangat melimpah. Menurut Xing, peneliti juga memperoleh sejumlah ambar lain yang mengandng sampel vertebrata. Kita akan segera mengetahui ragam hewan vertebrata di Asia Tenggara selama priode Cretaceous, kata dia. XINHUA.NET | TRI ARTINING PUTRI

(red/endarmono/l/idarto/HAS)

In this article

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!