Tukang Kebun Tewas Gantung Diri Karena Kurang Kasih Sayang Orang Tua

210

BEKASI Redaksi.co.id– Diduga karena masalah pacar, seorang pembantu tewas gantung diri di RT 07 RW 07 No. 71 Jl. Agus Salim, Bekasi Jaya, Bekasi Timur, Jumat (08/05/2015) pagi, 06:30 WIB.

Korban bernama M. Ali Sudiro Bin Tohir (18) yang sehari-harinya bekerja sebagai tukang kebun, ditemukan tewas gantung diri, di taman belakang rumah milik majikannya, Suratmo (70), mantan Direktur Bank Rakyat Indonesia (BRI).

Diduga, Ali gantung diri karena persoalan asmara. Pria yang dikenal pendiam itu pun menyertakan surat wasiat sebelum gantung diri.

Isinya, korban meminta maaf dan katakan sayang pada orangtuanya. Menanyakan sebab sang ayah tak pernah menengok dia ke tempat kerja.

Ali sayang sama bapak, kenapa bapak kagak pernah kesini. Tengokin Ali, Ali sayang sama bapak, ali kangen sama bapak, ali pengen seperti dulu makan sama bapak, oh iya gimana kabar bapak sehat kan, Ali sayang. Demikian isi surat wasiat korban.

Salah seorang pembantu lainnya, Kemih (50), menggungkapkan bahwa, dirinya mengetahui korban sudah dalam keadaan tewas.

Kemih, menceritakan, saat dirinya membuka pintu taman belakang, ia menemukan tangga sudah dalam posisi tergeletak.

Namun ketakutannya muncul, saat melihat tubuh Ali sudah tegantung dan terikat menggunakan kain.

Saya kaget saat melihat Ali tewas dengan cara seperti itu, ujarnya sedih.

Korban yang mengenakan kaos oblong berwarna kuning dan bercelana jeans ini menjerat lehernya sendiri dengan seutas tali berwarna merah yang terikat di atap beranda rumah.

“Dia oranya baik, rajin kalau disuruh. Dugaannya karena persoalan pacar. Sebelumnya dia pernah cerita, kalau punya pacar. Dan kalau dia nikah nanti, tinggal di ruangan belakang,” kata Kemih.

Kemih mengaku, dirinya tidak tahu persis daerah atau keluarga korban berasal. Menurutnya, korban sudah mulai bekerja di rumah Suratmo sekitar usia 10 tahun.

“Kalau tempat tinggal keluarganya saya tidak tahu,” pungkas Kemih.

Ketua RT Ubay Suhendar pun kaget dengan kejadian ini, pasalnya dirinya sempat bertemu dengan Ali kemarin saat dirinya mau membeli rokok.

Baru kemarin saya ketemu dia,singkatnya.

Sang ayah, Tohir yang ditunggu Ali pun tiba menengok jenasah puteranya. Datang bersama istri muda, Tohir tidak menunjukkan raut sedih dalam wajahnya.

Ali adalah anak bungsu dari 5 bersaudara, dan Tohir sendiri tinggal tidak jauh dari tempat bekerja Ali yaitu di Kavling Tugu Rt.05/06 No. 22 Kelurahan Bekasijaya Kecamatan Bekasi Timur.

Saya pernah lewat sini karena saya dagang, cuma saya gak pernah mampir, ucap Tohir.

Tohir pun meminta pihak kepolisian tidak melakukan otopsi pada jenasah puteranya.

Jenazah langsung dibawa oleh aparat kepolisian dari Polsek Bekasi Timur dan Polresta Bekasi Kota ke RSUD Kota Bekasi. (Agus S)

loading...

Comments

comments!