Film Satu dalam Kita Angkat Indahnya Toleransi Beragama

redaksi.co.id - Film Satu dalam Kita Angkat Indahnya Toleransi Beragama Sutradara RudiSoedjarwobaru saja menyelesaikan film pendek pertamanya yang bertema toleransi dalam menyambut Ramadan. Berdurasi sekitar 5...

25 0

redaksi.co.id – Film Satu dalam Kita Angkat Indahnya Toleransi Beragama

Sutradara RudiSoedjarwobaru saja menyelesaikan film pendek pertamanya yang bertema toleransi dalam menyambut Ramadan. Berdurasi sekitar 5 menit dan mulai diunggah pada awal Ramadan lalu, Ruditidak menyangka filmnya mendapat respon positif di masyarakat.

Berjudul Ngulik Ramadhan “Satu dalam Kita”, Rudimengungkapkan keistimewaan film yang mengambil lokasi syuting di Jakarta dan Bali tersebut. Yakni tentang toleransi antar umat beragama yang dikemas secara sederhana tanpa unsur menggurui.

“Ini sesuatu yang baru bagi saya membuat film pendek dan saya kaget ketika respon penonton yang mencapai 7 juta viewers di Youtube. Artinya hal sesederhana ini bisa membuat impact jauh lebih besar dari film layar lebar,” ungkap RudiSoedjarwo saat ditemui di kawasan Petogogan, Jakarta Selatan, Selasa (28/6/2016).

Melibatkan pemain yang baru muncul di dunia akting, Rudimenilai sengaja melakukannya agar pesan yang ingin disampaikan bisa lebih diterima masyarakat. “Kita dari awal nge-set enggak mungkin pake pemain yang terkenal, karena bakalan berasa banget rekayasanya. Makanya kita pake orang biasa aja jadi bisa lebih kena di hati. Ini jadi lebih real,” tuturnya.

Meski sukses dengan film pendek pertamanya, namun sutradara film Mengejar Matahari tersebut enggan buru-buru membuat film pendek berikutnya. Hal yang disadari oleh Rudisetelah film Satu dalam Kita sukses adalah tidak butuh media sesuatu yang besar untuk membuat dampak besar. “Ini bikinnya cepet, reaksinya cepet juga, enggak kayak film panjang, tapi bisa bikin pengaruh,” papar Rudi.

Film Satu dalam Kita sendiri mengisahkan tentang perjalanan sebuah band anak muda yang memiliki keyakinan berbeda saat menjalani puasa hari pertama. Suatu ketika, ketiga anak muda ini mendapat tawaran dari seorang produser di Bali untuk mengikuti audisi musik.

Tapi, audisinya bertepatan jatuh pada hari pertama Ramadan dimana salah satu personelnya terbiasa melewati hari pertama puasa dengan keluarga. Dilema pun terjadi, hingga akhirnya dua personel lainnya yang Nasrani rela ikut berpuasa demi memberikan kesan pada temannya yang Muslim jika dirinya tidak sendirian menjalani puasa di hari pertama.

(red/ega/wi/riesta/VDA)

In this article

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!