Tim Astronom Bosscha Amati Bulan Tua di Kupang

redaksi.co.id - Tim Astronom Bosscha Amati Bulan Tua di Kupang Tim astronom Observatorium Bosscha mengamati dan meneliti bulan sabit di Kupang, Nusa Tenggara Timur, Senin, 4...

11 0

redaksi.co.id – Tim Astronom Bosscha Amati Bulan Tua di Kupang

Tim astronom Observatorium Bosscha mengamati dan meneliti bulan sabit di Kupang, Nusa Tenggara Timur, Senin, 4 Juli 2016. Kegiatan itu untuk mengumpulkan data pengamatan bulan sabit tua sejak siang hari hingga terbenam di ufuk barat.

Tim astronom tersebut terdiri dari M. Yusuf, M. Irfan, dan Agus Triono. Kupang dipilih karena probabilitas cuaca cerah yang lebih tinggi ketimbang di Lembang, Jawa Barat.

“Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui seberapa tipis sabit bulan yang dapat diamati dengan menggunakan teleskop dan kamera,” ujar Direktur Observatorium Bosscha, Mahasena Putra, Senin, 4 Juli 2016.

Untuk pengamatan itu, tim membawa teleskop dengan fokus pendek atau kurang dari 1 meter agar medan pandangnya luas. Mereka memakai teleskop Wiliam Optic 66 mm, f/5,9.

Selain itu tim memakai kamera CCD yang sensitif dan mampu mengambil gambar dengan cepat. Gambar yang didapat kemudian diproses lebih lanjut dan digabungkan untuk mendapatkan gambar sabit bulan yang lebih tajam dan jelas dari kamera Skyris 445M.

Filter Bessel I yang berwarna merah juga dipasang untuk meningkatkan kontras sabit bulan. Tabung silinder panjang (baffle) yang diletakan di depan teleskop untuk melindungi teleskop dari cahaya yang tidak diinginkan.

Dari hasil pengamatan yang diunggah dalam bentuk video timelaps, bulan sabit tipis kadang terlihat jelas, dan beberapa kali menghilang karena tertutupi sapuan awan yang bergerak.

Hasil pengamatan tersebut tidak terkait dengan proses pengamatan hilal atau bulan baru pada kalender Hijriah untuk penentuan hari raya Idul Fitri 1 Syawal. Sebab bulan pada Senin petang, 4 Juli 2016, belum mengalami konjungsi. Bulan belum berada di antara bumi dan matahari, kata Mahasena, sehingga dikatakan pada hari tersebut belum terjadi hilal.

ANWAR SISWADI

(red/endarmono/l/idarto/HAS)

In this article

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!