Kota 'Hantu' Bekas Kasus Pembunuhan Dijual Rp 4,6 M

redaksi.co.id - Kota 'Hantu' Bekas Kasus Pembunuhan Dijual Rp 4,6 M Bagi orang yang lebih senang tinggal di kota mungil, inilah kesempatan untuk menjadi pemilik kota....

23 0

redaksi.co.id – Kota 'Hantu' Bekas Kasus Pembunuhan Dijual Rp 4,6 M

Bagi orang yang lebih senang tinggal di kota mungil, inilah kesempatan untuk menjadi pemilik kota. Sebuah kota hantudi wilayahAdams County dekat Byers, Colorado, AS sedang dijual.

Dikutip dari kdvr.com pada Rabu (6/7/2016), kota bernama Cabin Creek itu baru saja diunggah ke laman jual beli daring Craigslist. Menurut James Johnson, pemiliknya sekarang, “Sudah banyak yang melihat-lihat. Hebat.”

Apa saja yang termasuk dalam harga buka sebesar US$350,000 (Rp 4,6 miliar) itu? Ternyata ada SPBU kuno, sebuah kafe, sebuah motel yang terbengkalai, dan sebuah rumah mungil.

Johnson pertama kali mengunjungi Cabin Creek puluhan tahun lalu dan bertekad memilikinya. Orang-orang menganggapnya tidak waras, tapi pada masa jayanya, tempat itu menjadi tempat kumpul-kumpul.

Menurut Joan Lippett, warga kota Byers dekat sana yang dulu sering berkunjung, mengatakan, “Pasangan pemilik yang sekaligus pengusaha kafenya menyajikan steak ayam goreng paling enak di negara bagian.”

Sekitar 1970-an, ada kejadian buruk di Cabin Creek. Kata Lippett, “Terjadi suatu pembunuhandi sana. Ada beberapa orang menjadi penghuni dan mengetahui pasangan itu memiliki uang.”

Sejak saat itu, Cabin Creek terlantar menjadi kota hantu.

“Kemudian kota menjadi kosong, tak ada seorangpun di sana, bangunan-bangunannya tak berpenghuni. Tidak ada peristiwa apapun di sana selama beberapa tahun,” ujar Johnson.

Ia sempat memiliki rencana besar untuk kota itu, misalnya menjadikannya sebagai daya tarik turis seperti halnya Route 66. Tapi sekarang rencananya lebih besar lagi. Ia ingin pensiun.

“Kami memikirkan pindah ke Idaho atau Montana, kami siap pergi lebih jauh lagi. Hal paling sulit adalah mendapatkan pinjaman konvensional untuk properti seperti ini,” imbuh Johnson.

(red/uhammad/irmansyah/MF)

In this article

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!