Swiss Resmi Larang Burqa Dikenakan di Tempat Umum

redaksi.co.id - Swiss Resmi Larang Burqa Dikenakan di Tempat Umum Larangan mengenakan burqa dan niqab atau pakaian wanita yang hanya memperlihatkan mata kini berlaku di Swiss,...

16 0

redaksi.co.id – Swiss Resmi Larang Burqa Dikenakan di Tempat Umum

Larangan mengenakan burqa dan niqab atau pakaian wanita yang hanya memperlihatkan mata kini berlaku di Swiss, khususnya wilayah Tessin mulai 1 Juli 2016. Pengesahan tersebut terjadi pasca referendum soal isu tersebut pada 2013. Sebanyak 65 persen penduduk mendukung pelarangan sepenuhnya.

Menurut kabar yang dilansir Telegraph, Michele Bertini, Dewan Kota dan Direktur Polisi Lugano menyebarkan leaflet-leaflet mengenai undang-undang anti-burqa tersebut dalam bahasa Arab. Mediator antarbudaya juga dikerahkan untuk melatih polisi menangani potensi pelanggaran. Siapa saja yang melanggar undang-undang anti-burqa itu akan dikenakan denda mencapai 9.200 euro (Rp 134,6 juta). Warga Tessin berbicara dalam bahasa Italia.

Sebanyak 70 persen dari 350 ribu penduduknya beragama Katolik Roma. Nyaris tidak ada warga yang beragama Islam. Undang-undang itu dikhawatirkan bakal berdampak pada kunjungan wisatawan muslim yang cukup banyak mengunjungi kota Lugano dan menetap dalam waktu lama.

Tiap tahunnya dari kunjungan wisatawan Timur Tengah, industri perhotelan Swiss meraup pendapatan sekitar 19 juta franc swiss (Rp 257 miliar). Pusat Informasi Turis, Ticino Turismo mengkhawatirkan wanita-wanita berjilbab akan menghindari daerah itu sama sekali.

Meskipun mengakui turis dari negara-negara teluk hanya mencapai 2,1 persen. Norman Gobbi, politisi dan direktur hukum Tessin memperkirakan turis akan menghindari wilayah itu dan memilih tinggal di Como dan Italia. Walau ada kekhawatiran, pemerintah setempat tidak menentang suara publik.

Komite nasional dibentuk untuk mengumpulkan tanda-tangan guna memperluas larangan itu ke seluruh Swiss. Kedutaan Besar Arab Saudi di Bern memperingatkan warga negaranya yang berkunjung ke Swiss musim panas ini untuk berhati-hati agar tidak melanggar undang-undang baru tersebut.

“Kedutaan menekankan bahwa otoritas wilayah Ticino, di tenggara Swiss telah mengumumkan mulai 1 Juli 2016 mereka memberlakukan larangan burqa (niqab) di tempat-tempat umum termasuk Lugano, Locarno, Magadino, Bellinzona, Ascona dan Mendrisio,” cuit Kedubes Arab Saudi lewat akun Twitternya. “Sementara liburan sekolah (di Arab Saudi) telah tiba, kedutaan mengingatkan bagi seluruh warga untuk menghormati aturan di Swiss untuk menghindari masalah.”

Sejak berlaku akhir pekan lalu, seorang mualaf Swiss dan pengusaha Prancis keturunan Aljazair terancam denda karena melanggar undang-undang anti-burqa tersebut. Undang-undang serupa juga berlaku di sejumlah negara Eropa seperti Prancis, Belgia, Italia dan Belanda. Sementara di Inggris, meski pun dua pertiga jajak pendapat menunjukkan dukungan warga terhadap larangan serupa, namun pemerintah tidak mau menerapkannya. TELEGRAPH | NATALIA SANTI

(red/ochman/rief/RA)

In this article

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!