150 Tahun Terabaikan, Peracik Asli 'Jack Daniels' Akhirnya Diakui

redaksi.co.id - 150 Tahun Terabaikan, Peracik Asli 'Jack Daniels' Akhirnya Diakui Seiring berjalannya waktu, merek minuman keras kian bertambah dan semakin beragam variasinya. Meski banyak pilihan...

21 0

redaksi.co.id – 150 Tahun Terabaikan, Peracik Asli 'Jack Daniels' Akhirnya Diakui

Seiring berjalannya waktu, merek minuman keras kian bertambah dan semakin beragam variasinya. Meski banyak pilihan lain yang tersedia, jumlah penyuka minuman keras klasik berlabel ‘Jack Daniels’ tetap tinggi dari tahun ke tahun.

Setelah 150 tahun, pihak perusahaan minuman mengandung alkohol ini akhirnya mengungkap sosok asli di balik pembuatan resep untuk minuman keras kategori Wiski Jack Daniels.

Seperti dilansir dari Daily Mail, Jumat (8/7/2016) kisah yang selama ini diceritakan kepada masyarakat luas ternyata tidak sepenuhnya akurat.

Kisah yang selama ini beredar menyebutkan bahwa seorang penyuling minuman keras berkulit putih bernama Dan Call adalah pemilik resep miras Jack Daniels. Ia kemudian meneruskan ilmunya kepada seorang pria muda bernama Jasper Newton ‘Jack’ Daniel.

Cerita tersebut tidak sepenuhnya salah, namun sebetulnya yang paling awal mengetahui cara menyuling dan membuat resep miras Jack Daniels bukanlah Dan Call, tetapi salah seorang budaknya bernama Nearis Green.

Selain itu, Dan juga bukanlah sosok yang mengajarkan Jasper cara membuat miras yang kini menjadi salah satu terpopuler di dunia ini. Nearis diyakini telah memberikan ilmu tersebut, akan tetapi dirinya tidak pernah diakui sampai sekarang.

Karena kali ini kita merayakan hari jadi kita yang ke-150, maka alangkah baiknya apabila kita mulai mengulik fakta di masa lalu, kata Nelson Eddy, perwakilan perusahaan miras Jack Daniels kepada New York Times.

Seperti yang dipaparkan dalam sebuah buku biografi ‘Jack Daniel’s Legacy’ keluaran tahun 1967, Dan Call diketahui telah menginstruksikan budaknya untuk membagikan semua ilmunya kepada Jasper.

Meski era perbudakansudah mulai luntur pengaruhnya mulai pada tahun 1865 silam, sebagaimana disampaikan dalam amandemen ke-13 negara setempat, namun kebebasan yang absolut belum sepenuhnya diraih kalangan kulit hitam yang dalam kurun waktu lama dijadikan budak.

Setahun setelah perbudakan dihapus, Jasper membuka fasilitas penyulingannya sendiri. Ia pun mempekerjakan dua putra Nearis Green dalam fasilitas penyulingan miliknya itu.

Sebuah foto yang diambil pada masa tersebut menunjukan sosok pria yang diduga kuat merupakan salah satu putra Nearis Green.

Walau diperbolehkan untuk menjadi bagian dari foto tersebut dan duduk diantara para pekerja untuk Jasper ‘Jack Daniels’ lainnya, ia tetap diposisikan di tengah atau belakang, posisi yang tidak terlalu menonjol.

Hal tersebut dianggap wajar pada masa itu lantaran perbudakan baru saja dihilangkan dan masyarakat membutuhkan waktu untuk beradaptasi dalam transisi menuju kesetaraan ras.

Direktur pemasaran global Jack Daniels di Brown-Forman, Phil Epps menjelaskan bahwa pihaknya tidak dengan sengaja mengabaikan kontribusi yang telah diberikan oleh Nearis Green beserta keturunannya.

Namun, pria yang sudah mengelola pabrik penyulingan miras Jack Daniels selama 60 tahun ini lanjut menjelaskan bahwa, pengakuan soal sosok kulit hitam di balik pembuatan minuman keras terfavorit ini sempat dikhawatirkan akan memberikan dampak negatif pada proses pemasaran, terutama saat minuman ini dijual di wilayah selatan, area di mana mayoritasnya kulit putih.

Kendati begitu, Phil tetap berkata bahwa kali ini pihaknya akan memastikan Green mendapatkan pengakuan dan penghargaan yang tepat atas kontribusinya terhadap keberadaan miras Jack Daniels, mulai dari otak pemilik resep, hingga keahlian untuk penyulingannya.

“Kami mengulik kembali masa lalu minuman keras ini dan saat kami mengetahui fakta tersebut, kami merasa ini merupakan suatu hal yang patut dibanggakan,” tuturnya.

Setelah puluhan dekade lewat dan sosok Greens dilupakan begitu saja, akhirnya pihak perusahaan setuju untuk memberikan pengakuan terhadapnya.

Namanya sekaligus sejarah kontribusinya terhadap pembuatan minuman keras Jack Daniels akan disampaikan kepada para pengunjung saat tur di lokasi penyulingan.

Para ahli sejarah meyakini bahwa minuman wiski di Amerika Serikatberbeda bahan dasarnya dari yang digunakan di Inggris atau Jerman. Mereka menduga kuat bahwa para budak yang dulu dipekerjakan di lokasi penyulingan telah menerapkan teknik dari Afrika langsung dan oleh karena itu rasanya tiada tara.

(red/andhi/urhartanto/SN)

In this article

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!