Mata-mata Hingga Pembunuh, Ini 5 Orang Terkenal Abad ke-19

redaksi.co.id - Mata-mata Hingga Pembunuh, Ini 5 Orang Terkenal Abad ke-19 Ada banyak cara seseorang bisa menjadi terkenal. Pada umumnya, ketenaran itu didapatkan akibat keterampilan, kekuasaan,...

26 0

redaksi.co.id – Mata-mata Hingga Pembunuh, Ini 5 Orang Terkenal Abad ke-19

Ada banyak cara seseorang bisa menjadi terkenal. Pada umumnya, ketenaran itu didapatkan akibat keterampilan, kekuasaan, rupa menawan, dan kekayaan yang dimiliki.

Tapi tidak jarang seorang menjadi terkenal karena hal yang tidak lazim seperti karena sering membual, simpanan orang berpengaruh, sering berkata kasar, hingga pembunuh berantai.

Seperti 5 orang terkenal pada Abad ke-19 berikut, dikutip Liputan6.com dari Thevintagenews.com, Jumat (8/6/2016), menjadi tenar karena alasan yang tidak umum dan unik.

Berikut 5 selebritasAbad ke-19:

1. Beau Brummell, Hobi Bicara Kasar

George Beau Brummell lahir pada 1778 dan merupakan seorang desainer pakaian yang terkenal karena karya-karyanya yang elegan dan ‘bergengsi’.

Brummell juga merupakan teman dekat Pangeran Wales, George IV. Gaya berpakaiannya yang elegan dan bergengsi, membuat desainer itu dengan mudah dapat membaur dengan lingkungan sang Pangeran.

Namun, bukan keahliannya sebagai desainer dan kedekatan dengan sang pangeran yang membuat Brummell terkenal. Pria itu menjadi sangat dikenal akibat cara bicaranya yang kasar dan suka menyinggung orang.

Dia bahkan pernah menyebut Pangeran George sebagai ‘pundi-pundi’ uangnya.

Pada tahun 1813, Brummell akhirnya kena batunya sendiri. Akibat lelucon kasarnya, dia dibuang ke Calais dan dikejar-kejar utang.

Dia kemudian dipenjarakan di Prancis akibat utangnya yan menumpuk. Di dalam bui, dia menderita stroke berkali-kali dan meninggal akibat sakit jiwa pada tahun 1840.

2. Clara Barton, Pendiri Palang Merah AS

Clara Barton dilahirkan di Massachusetts pada tahun 1821. Semasa hidupnya, Clara bekerja sebagai seorang guru di Patten Office, Washington D.C, AS dan perawat selama Perang Sipil.

Walaupun mempunyai prestasi yang bagus selama menjadi pengajar dan perawat, Clara lebih dikenal sebagai pendiri Palang Merah AS.

Selama bekerja menjadi perawat perang, Clarayang juga seorang guru dengan berani mengantarkan persediaan obat-obatan ke garis depan, bahkan ikut serta dalam pencarian prajurit hilang.

Ketika mengunjungi Eropa, Clara bekerja pada organisasi bantuan yang dikenal dengan sebutan International Red Cross atau Palang Merah Internasional.

Setelah Kembali ke AS, Clara mengajukan proposal untuk mendirikan Palang Merah AS, yang kemudian didirikan pada 1881.

3. Honinbo Shusaku, Pemain ‘Go’

Salah satu permainan tradisional terkenal di Asia Timur adalah ‘Go’.

Go dimainkan dengan menggunakan butiran batu bulat berwarna hitam dan putih yang disusun di atas papan kotak berjala. Permainan yang membutuhkan daya konsentrasi dan strategi matang itu, menjadi sangat terkenal di Jepang pada Abad ke-19.

Pada masa itu, seorang pemuda bernama Kuwahara Torajiro, merupakan pemain Go terbaik di Hiroshima. Setelah menyelesaikan masa studinya, Kuwahara melanjutkan pendidikannya di Edo — sekarang Tokyo — di sebuah sekolah Go terkenal, Honinbo.

Di tempat itulah Kuwahara akhirnya dikenal dengan nama Honinbo Shusaku — menggabungkan nama sekolah dan kepala sekolahnya.

Pada tahun 1846, Shusaku bertemu dengan Gennan Inseki yang merupakan salah satu pemain Go terbaik kala itu. Shusaku lalu bermain Go melawan Inseki dan mengalahkan pria itu dengan satu gerakan mematikan.

Dia meletakkan sebuah batu hitam di tengah-tengah area kosong papan, yang membuat posisinya menjadi kuat. Permainan Shusaku tersebut membuat telingan Inseki menjadi merah menahan malu dan amarah.

Sejak saat itu gerakan tersebut dikenal dengan sebutan ‘Ear-Reddening Move‘ atau gerakan telinga merah.

4. Mary E. Walker, Mata-mata

Mary Edwar Walker merupakan satu-satunya perempuan di dunia yang pernah menerima penghargaan Medal of Honor.

Perempuan yang lahir pada tahun 1832 itu merupakan seorang ahli bedah, mata-mata, dan juga tahanan perang.

Mary bekerja sebagai seorang guru sekolah untuk membiayai pendidikan dokternya di Syracuse Medical College, dan menamatkan pendidikannya pada 1855.

Saat Perang Sipil dimulai pada 1861, perempuan itu menawarkan diri menjadi perawat di Patent Office Hospital, Washington D.C. Pada tahun 1862 Mary berhenti menjadi perawat dan melanjutkan pendidikannya di Therapeutic College, New York. Tapi, dia kembali lagi untuk menjadi mata-mata.

Mary akhirnya ditangkap dan dipenjarakan pada tahun 1864 oleh Pasukan Confederate. Dia kemudian dibebaskan pada bulan Agustus tahun itu, setelah dibui di Richmond, Virginia.

5. H.H. Holmes, Pembunuh Berantai

Dr. Henry Howard Holmes merupakan salah satu dari pembunuh berantai modern yang pertama kali didokumentasikan.

Holmes mendirikan sebuah hotel yang kemudian dikenal dengan sebutan ‘Kastil Pembunuh’, dibangun dengan tujuan memudahkan aksi kejamnya.

Mantan mahasiswa kedokteran itu mengaku telah melakukan 27 pembunuhan, 9 di antaranya sudah terbukti. Holmes menguliti dan menjual tengkorak korbannya kepada beberapa orang kenalan, laboraturium, dan sekolah.

Akhirnya, Holmes ditangkap untuk pertama kalinya atas tuduhan penipuan asuransi. Kemudian, dia kembali berdiri di pengadilan karena membunuh rekan penipuannya sendiri, Benjamin Pitezel.

Selama di dalam penjara, pembunuh berantai itu menerima uang sujumlahUS$ 7,500 atau Rp 98 juta dari koranHearst , atas pengakuan 27 pembunuhan yang dilakukannya.

(red/urista/urnamasari/NP)

In this article

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!