DPR Minta Pemerintah Evaluasi Kelayakan Alutsista TNI AD

99

redaksi.co.id – DPR Minta Pemerintah Evaluasi Kelayakan Alutsista TNI AD

Anggota Komisi Pertahanan Dewan Perwakilan Rakyat dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera, Sukamta, mengatakan semua pihak sebaiknya menahan diri terkait dugaan penyebab jatuhnya helikopter TNI Angkatan Darat di Yogyakarta pada Jumat, 8 Juli 2016. Ia meminta pemerintah menginvestigasi dan mengumumkan penyebab pasti jatuhnya helikopter tersebut. “Supaya tidak ada kesimpang siuran,” kata Sukamta lewat keterangan tertulis, Ahad, 10 Juli 2016.

Sukamta mengatakan saat ini belum diketahui pasti penyebab jatuhnya helikopter itu, apakah faktor alutsista (alat utama sistem persenjataan) yang tidak layak atau human error. Bila ternyata penyebab jatuhnya terkait alutsista yang tidak layak, ia mendorong agar pemerintah rutin mengevaluasi alutsistanya. “Yang tidak layak jangan dipakai lagi,” ucapnya.

Dia menuturkan DPR terus mencoba untuk meningkatkan anggaran untuk alutsista. Bila faktor jatuhnya helikopter karena kesalahan manusia, Sukamta berujar agar kesiapan tidak hanya sekedar kelayakan alutsista, tapi juga kelayakan faktor sumber daya manusia. Saat ini, kata dia, masyarakat sebaiknya menunggu pernyataan resmi dari pemerintah. “Supaya bisa ketemu solusi yang jitu dan pemerintah bisa segera melaksanakannya,” tuturnya.

Anggota Komisi Pertahanan lain dari Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan Charles Honoris juga meminta pemerintah segera menginvestigasi penyebabnya. “Jika perlu segera diadakan evaluasi seluruh armada tempur kita untuk mengetahui sejauh mana kelayakannya,” kata dia, Sabtu kemarin.

Charles berujar pengawasan terhadap alutsista seharusnya diperketat untuk meminimalisir kecelakaan. Anggaran pertahanan yang dinaikkan seharusnya tak menjadi hambatan dalam melakukan perbaikan keseluruhan dari sisi sumber daya manusia maupun alutsista. Helikopter jenis Helly Bell 205 A-1 milik TNI AD dengan nomor registrasi HA-5073 sebelumnya jatuh saat sedang menjalankan misi bantuan untuk Pangdam IV Diponegoro.

Pesawat tersebut menimpa dua rumah milik Heru Purwanto dan Parno yang dalam keadaan kosong. Lokasi jatuhnya pesawat tepat berada di Dusun Kowang Desa Tamanmartani Kecamatan Kalasan Kabupaten Sleman, Yogyakarta. AHMAD FAIZ | MAYA AYU

(red/udhi/wi/nggoro/YDA)

loading...

Comments

comments!