Keluh Kesah Pencuci Kereta di Stasiun Pasar Senen

redaksi.co.id - Keluh Kesah Pencuci Kereta di Stasiun Pasar Senen Kebersihan kereta api menjadi tanggungjawab penting bagi mereka. Tidak ada celah tersisa kotoran demi kenyamanan penumpang....

8 0

redaksi.co.id – Keluh Kesah Pencuci Kereta di Stasiun Pasar Senen

Kebersihan kereta api menjadi tanggungjawab penting bagi mereka. Tidak ada celah tersisa kotoran demi kenyamanan penumpang. Bermodal selang, ember dan kain pel, mereka membersihkan moda transportasi ini berjam-jam. Mereka merupakan para pembersih kereta. Kerjanya mungkin sedikit disorot masyarakat. Namun, berkat jasa mereka, para penumpang tentu girang menaiki kereta. Apalagi kebersihan menjadi faktor penting demi kenyamanan penumpang.Diki Fadilah (28) bersama kedua temannya, sudah setahun ini membersihkan kereta sepanjang puluhan meter dengan tinggi mencapai 3 meter ini. Dia mengaku untuk mencuci satu kereta diperlukan waktu 2 jam. Dengan sikat bergagang panjang dia membersihkan debu di badan maupun jendela kaca kereta. Diki menceritakan, membersihkan 11 gerbong kereta api dengan panjang 30 meter. “Kita membersihkan 11 gerbong kereta yang panjangnya 20 meter dan tingginya 3 meter dalam waktu 2 jam,” kata Diki kepada merdeka.com di Stasiun Pasar Senen, Jakarta Pusat, Minggu (10/7).Pemuda lulusan SMA itu mengaku, menikmati pekerjaannya karena penghasilan bulanannya. Sebenarnya pekerjaan mencuci gerbong kereta ini bukan tanpa resiko.Mereka harus mencuci kereta dengan kondisi depo yang kotor di setiap relnya. Belum lagi begitu banyak sampah berserakan. “Paling susah itu kayak sudut-sudut kecil kayak sisi samping kecil kereta dan kaca,” cerita Diki.Oleh sebab itu, konsentrasi dan kehati-hatian dalam bekerja diperlukan. Menurutnya dalam sehari timnya bisa membersihkan lebih dari dua kereta. Tetapi, saat lebaran mereka bisa membersihkan lima kereta dalam satu hari.”Kalau lebaran kayak gini kan ada tambahan kereta jadi tambah banyak yang dibersihin,” kata Diki.Lalu, Diki juga menceritakan keluh kesahnya tidak bisa bertemu keluarga ketika Lebaran lantaran harus bekerja. Walaupun diberikan libur satu hari, Diki hanya bisa mengisi liburannya untuk beristirahat. “Cuma sehari liburnya, enggak punya kampung juga. Anak udah sama istri,” ucap Diki.Tidak hanya Diki yang bertugas membersihkan kereta api, Albertus (23) yang awalnya bekerja sebagai pembersih di gedung kini beralih untuk mencuci kereta api. “Awalnya saya empat tahun bersihin gedung dalem, beresin kamar mandi dan sekarang ditugasin jadi ngebersihin kereta,” cerita Albertus sambil terus mengelap bagian kereta dengan menggunakan kain pembersih.”Capek di Gedung, kalau di stasiun gini kan kebanyakan istirahat ya walaupun panjang ngebersihinnya,” terangnya.

(red/aini/J)

In this article

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!