Ada Kuburan Yesus Kristus di Aomori Jepang, Benarkah?

164

redaksi.co.id – Ada Kuburan Yesus Kristus di Aomori Jepang, Benarkah?

© Foto Richard Susilo Kuburan Yesus dan Isukiri san di desa Shingo (dulu bernama Herai) di perfektur Aomori Jepang

Bagi orang Kristen dan umum selama ini percaya bahwa Yesus Kristus meninggal di Golgota dan bangkit dari kubur serta naik ke surga dengan kuasa Allah.

Tetapi ternyata di Jepang ada kuburan Yesus di desa Shingo (dulu bernama Herai), perfektur Aomori, Jepang.

Kuburan Yesus sudah ada sejak tahun 1935, lalu dibangun Museum Tradisi Desa Kristus yang ada di dekat kuburan Yesus pada tahun 1970.

Awalnya pada pendeta Shinto Kiyomaro Takeuchi menemukan sebuah dokumen berusia 1900 tahun lampau dari Ibaraki.

Berdasarkan dokumen itulah ditemukan kuburan Yesus di desa Herai prefektur Aomori Jepang dan tahun 1935 diresmikan sebagai kuburan Yesus.

Menurut buku John Peterson, A Legend Says Jesus Died in Japan at 112, The Detroit News, tanggal 9 Agustus 1971, Yesus datang ke Jepang pada usia 21 tahun untuk belajar teologi dan tinggal di sekitar gunung Fuji.

Menetap di Jepang selama 12 tahun lalu kembali ke Yudea, Palestina pada usia 33 tahun.

Di Palestina Yesus tidak meninggal karena ternyata digantikan kakaknya bernama Isukiri.

Kuping dan rambut Isukiri akhirnya dibawa ke Jepang dikubur bersama Yesus, berdampingan, di desa Singo tersebut.

Tribunnews.com yang datang ke kuburan Yesus ini Jumat lalu (8/7/2016) melihat keterangan, dari tangga ke atas, sebelah kiri adalah kuburan Isukiri dan sebelah kanan adalah kuburan Yesus.

Menurut cerita buku tersebut pula, setelah Isukiri dihukum di kayu salib meninggal di Golgota menggantikan Yesus, lalu Yesus ke luar dari Yudea menuju Burma, India, China dan akhirnya kembali ke Aomori Jepang.

Di Aomori, menurut John, dia berganti nama menjadi bernama Torai Taro Tenkujin.

Menikah dengan wanita Jepang bernama Yumiko (ada pula yang menyebut Miyuko, dan memiliki tiga puteri cantik.

Yesus meninggal usia 106 tahun dan dikuburkan di desa Shingo tersebut.

Tanggal 6 Juni 2004 Duta Besar Israel Eli Cohen dan Asher Naim menyumbangkan sesuatu bagi kuburan Yesus tersebut.

“Saya tak tahu apakah saat itu Kepala Desa Shingo menerima uang atau tidak dari Israel,” ujar Yoshimi Sudo khusus kepada Tribunnews.com Senin ini (11/7/2016).

Yang pasti Sudo menganggap kuburan Yesus itu sebagai hiburan saja karena sudah ada sejak lama.

“Hanya melanjutkan tradisi legenda yang ada sejak lama saja,” ujarnya lagi.

Sejak 1964 setiap tahun hingga kini diadakan pula Festival Kristus dengan menari-nari mengelilingi Kuburan Yesus itu.

“Tahun ini festival (matsuri) Kristus dilakukan 5 Juni 2016 dan setiap tahun dilakukan setiap hari Minggu di awal bulan Juni. Yang hadir sekitar 300 orang saat itu,” katanya.

(red/ahyu/etyo/armawan/WSD)

loading...

Comments

comments!