5 Kisah Orang 'Palsu' dan Hoax yang Menghebohkan Dunia

redaksi.co.id - 5 Kisah Orang 'Palsu' dan Hoax yang Menghebohkan Dunia Banyaknya isu yang beredar di dunia membuat kita harus lebih berhati-hati. Memutuskan percaya atau tidaknya...

18 0

redaksi.co.id – 5 Kisah Orang 'Palsu' dan Hoax yang Menghebohkan Dunia

Banyaknya isu yang beredar di dunia membuat kita harus lebih berhati-hati. Memutuskan percaya atau tidaknya kita dengan sebuah berita ternyata bukanlah perkara mudah, terlebih bila berita palsu itu tampak meyakinkan.

Namun, walaupun sudah mencoba untuk tetap waspada, terkadang ada saja hoax yang membuat masyarakat tertipu. Penyebar isu membuat cerita atau karakter khayalan mereka sedemikian rupa, hingga orang yang mendengar atau membacanya jadi percaya.

Seperti halnya 5 karakter ‘palsu’ dan berita hoax yang menghebohkan dunia, dikutip dari Listverse, Senin (11/7/2016) berikut ini:

1. Lucy Lightfoot, Sang Pendamping Misterius

Gatcombe merupakan sebuah desa kecil yang terletak di Isle of Wight, Inggris, dan merupakan tempat lahirnya kisah petualangan ‘romantis’ Edward Estur dan Lucy Lightfoot.

Pada tahun 1292, desa tersebut membangun sebuah gereja yang dibiayai oleh keluarga Estur, untuk menghormati salah seorang anggota keluarga kesatria Perang Salib,Edward Estur.

Satu abad berlalu. Seorang gadis bernama Lucy Lightfoot dilahirkan di desa itu.

Lucy sering menghabiskan waktu berjam-jam di gereja tempat tinggalnya.

Kebiasaannya itu membuat orangtua gadis itu bertanya-tanya, apa yang dilakukannya di tempat ibadah tersebut.

Lucy menjawab, dia jatuh cinta pada patung kesatria Edward dan membayangkan dirinya berpetualang dan keliling dunia bersama.

Pada 13 Juni 1831, Lucy menghilang. Hujan badai dahsyat menerjang bersamaan dengan terjadinya gerhana matahari total.

Setelah badai dan gerhana tersebut berakhir, kuda Lucy ditemukan sedang menunggu tuannya kembali di depan gereja. Namun, tidak ada yang tahu kemana perginya gadis itu.

Beberapa puluh tahun kemudian, pada tahun 1865 seorang pendeta Samuel Trelawney meneliti Perang Salib dan tanpa sengaja menemukan sebuah dokumen.

Dokumen yang ditulis pada tahun 1365 — dipersembahkan untuk Raja Siprus, menceritakan tentang kisah seorang kesatria gagah bernama Edward Estur yang bepergian dengan kekasih tercintanya, Lucy Lightfoot.

Di dalam kisah itu diceritakan Edward dan Lucy dipisahkan oleh pertempuran. Kala itu sang kesatria terluka parah di bagian kepala dan menyebabkan ia lupa akan cintanya kepada sang gadis.

Setelah ditelusuri kembali, ternyata sosok Lucy Lightfoot dalam kisah tersebut hanyalah sebuah kebohongan yang dibuat oleh James evan.

2. Honorable J.Fortescue, Sang Genius

Seorang pria bernama J. Fortescue memiliki ‘karir’ yang membuat iri banyak orang. Fortescue memiliki banyak gelar dan menulis banyak artikel mengenai kesehatan hingga kebersihan.

Fortescue juga merupakan pendiri lembaga kebersihan terkenal dan disponsori oleh League of Nations, International Boardof Hygiene.

Namun, tidak ada yang menyangka bahwa sosok Fortescue hanyalah tokoh fiksi yang diciptakan oleh Dr. Rawson Pickard.

Pickard bersama dengan beberapa rekan medisnya ingin mendirikan sebuah organisasi, untuk menyatukan dunia dalam masalah kesehatan umum.

Mereka lalu mendirikan International Board of Hygiene, dan menciptakan karakter Fortescue sebagai pemimpin mereka.

Nama pemimpin itu terinspirasi dari seorang ahli hukum Inggris terkenal Honorable J. Fortescue, yang meninggal pada 1476 dalam longsor.

Pickard lalu menulis segudang artikel atas nama Pickard, bertujuan untuk meyakinkan publik bahwa pemimpin kelompok mereka merupakan seorang ahli yang memiliki pengalaman bekerja selama 30 tahun .

Pada tahun 1963, karakter Honorable J. Fortescue meninggal bersamaan dengan Pickard.

3. Edward Owens, Bajak laut Terakhir

Pada tahun 2008 dunia maya dikejutkan dengan kemunculan sebuah blog bertema ‘Edward Owens’, berisikan penelitian tentang bajak laut terakhir.

Selama berbulan-bulan sang pemilik blog, Jane Browning, melakukan penelitian tentang keberadaan Owens yang sering Jane sebut sebagai ‘Bajak Laut AS Terakhir’. Jane bahkan berhasil mewawancarai sang legenda dan membuat rekaman video tentang lokasi terabaikan tempat Owens berada.

Hebatnya lagi, sang pemilik blog bahkan berhasil memasukkan nama Edward Owens dan hasil penelitiannya ke dalam Wikipedia.

Cerita mengenai keberadaan bajak laut yang pernah menaklukkan Teluk Chesapeake itu bahkan dimuat dalam laman USA Today — setidaknya hingga mereka sadar bahwa sosok legenda itu palsu.

Nama Edward Owens ternyata adalah karakter yang dibuat oleh mahasiswa di Universitas George Mason, dalam kelas bertema Lying About the Past. Mereka melakukan penelitian tentang berapa cepat seseorang mempercayai suatu kebohongan dan berkembang di internet.

Belajar ataupun tidak, pendiri Wikipedia Jimmy Wales memanggil para pelajar tersebut dan mengaitkan tindakan mereka dengan penipuan digital.

4. Ernst Bettler, Desainer ‘NAZI’

Ernst Bettler hadir sebagai peringatan bagi para desainer dan orang-orang pengguna jasa desain. Kisah mengenai Bettler dimulai pada tahun 1950, ketika sebuah perusahaan farmasi Pfafferli+Huber menyewa jasa desainer itu untuk merancang beberapa iklan baru untuk mereka.

Dari hasil penelitiannya, Bettler mengetahui rahasia bahwa perusahaan tersebut mempunyai hubungan dengan NAZI. Bettler kemudian memutuskan untuk memberi ‘pelajaran’ tak terlupakan kepada perusahaan itu.

Dia lalu mendesain empat buah poster yang jika dilihat secara terpisah, tidak menimbulkan kecurigaan apa pun. Namun, jika digabungkan akan muncul huruf yang membentuk kata NAZI.Sontak, hal tersebut membuat terkejut orang-orang yang melihat poster itu. Perusahaan itu pun akhirnya bangkrut dalam waktu enam bulan.

Walaupun kesannya kisah itu sangat heroik, ternyata cerita tersebut merupakan hoax yang dibuat oleh Christoper Wilson. Dia menjadi orang pertama yang menggunakan seni tidak hanya sebagai penyampai pesan, tapi juga untuk memastikan keadilan ditegakkan.

5. Sidd Finch, Pemain Baseball ‘Terhebat’

Nama Sidd Finch sangat populer di kalangan para pemain Baseball dunia. Bagaimana tidak, pelempar bola atau Pitcher itu konon bisa melemparkan bola dengan kecepatan 270 kilometer per jam.

Sidd merupakan seorang yatim piatu yang pindah dari Inggris ke Tibet untuk menjadi seorang biksu. Dia lalu mempelajari seni meditasi yang membuatnya bisa melemparkan bola dengan kecepatan yang luar biasa.

Nama Sidd pun mulai terdengar oleh media setempat dan mulai menyebar ke seantero AS.

Namun, setelah diselidiki, ternyata karakter Sidd Finch hanyalah sosok hoax yang dibuat oleh George Plimpton pada tahun 1985. George menulis tentang Sidd untuk laman utama majalah Sports Illustrated, pada 1 April 1985.

(red/isang/ima/ijaya/RBW)

In this article

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!