Ini Bedanya Bekerja dan Berkarier

redaksi.co.id - Ini Bedanya Bekerja dan Berkarier Menjadi kontributor Majalah HAI terbitan Gramedia awal tahun 90-an, berbekal keterampilan memotret, kamera Nikon F-90 dan kemampuan menulis pas-pasan,...

57 0

redaksi.co.id – Ini Bedanya Bekerja dan Berkarier

Menjadi kontributor Majalah HAI terbitan Gramedia awal tahun 90-an, berbekal keterampilan memotret, kamera Nikon F-90 dan kemampuan menulis pas-pasan, mempertemukan saya dengan seorang redaktur nyentrik yang akhirnya mengenalkan saya pada dunia jurnalistik.

Beliau adalah mentor pertama saya yang mengantar saya menjadi seorang penulis lepas muda untuk area Yogyakarta dan sekitarnya.

Waktu itu, per tulisan saya dihargai Rp 150.000, belum termasuk foto. Oleh sebab itu, foto harus bagus supaya dipilih oleh editor dan bisa diklaim. Dari hasil menulis itu saya bisa membeli sebuah motor butut yang bisa saya kendarai ke kampus.

Meski begitu, saya tahu bahwa pekerjaan ini sifatnya hanya sambilan. Seperti kebanyakan mahasiswa Ekonomi, saya ingin sekali berkarier di dunia Perbankan.

Anda Sedang Bekerja atau Berkarier?

Dari cerita singkat di atas, pasti Anda sudah dapat memahami perbedaan pekerjaan dan karier.

Secara sederhana, perbedaan keduanya terletak pada jangka waktu pencapaiannya: long-term atau short-term goal. Kalau pekerjaan yang sedang Anda geluti saat ini memiliki long-term goal, dan Anda percaya akan tujuan jangka panjang tersebut, maka bisa dikatakan saat ini Anda sedang berkarier.

Tapi jika tidak, bisa dikatakan Anda hanya bekerja, hanya mencari uang untuk membeli atau membayar cicilan kendaraan bermotor atau rumah.

Salahkah Kalau Hanya Bekerja?

Jawabannya: TIDAK.

Belum lama, seorang rekan yang sudah di level direktur di sebuah perusahaan bona fide tiba-tiba memutuskan pindah ke perusahaan lain yang cukup kejam terhadap karyawan. Ketika saya tanya mengapa mengambil kesempatan itu, ia pun menunjukkan surat penawaran yang ia terima dari perusahaan tersebut.

Melihat angka gaji yang ditawarkan, saya hanya bisa membelalak dan terpana. Gaji yang ia terima di perusahaan sebelumnya sudah tergolong tinggi, dan di perusahaan baru ia ditawari lebih dari dua kali lipatnya.

Yah, saya kerja sajalah di sana. Kalau stres, tinggal liat slip gaji buat pengingat, katanya.

Kesimpulannya, bekerja (ketimbang berkarier) pun juga dilakukan oleh para profesional level senior.

Lalu Mana yang Harus Anda Pilih?

Jawaban idealnya tentunya berkarier, karena sifatnya jangka panjang dan lebih menjanjikan. Namun sayangnya, tidak semua orang memiliki pilihan ini, atau mungkin tidak sadar kalau sedang berkarier.

Belum lama, bekerja sama dengan Liputan6.com, Karir.com melakukan survei dan menemukan insights yang menarik. Dari 6.530 responden, ternyata hanya 21 persen yang merasa belum menemukan karier yang tepat.

Bagaimana dengan Anda? Kalau Anda tidak memiliki pandangan jangka panjangnya, berarti Anda sedang bekerja. Kalau Anda bisa membayangkannya, berarti Anda sedang berkarier. Umumnya, berkarier akan membuat Anda lebih kerasan dan menikmati pekerjaan. Seperti kata Confucius:

Carilah pekerjaan yang Anda cintai, dan Anda tidak akan pernah bekerja seumur hidup.

Kalau dari saya, tidak seberat Confucius, tapi cukup, Berhentilah mencari kerja, mulailah merintis karier.

(red/aini/J)

In this article

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!