Soal Pembelian Senjata Ilegal, Panglima TNI: Untuk Latihan

71

redaksi.co.id – Soal Pembelian Senjata Ilegal, Panglima TNI: Untuk Latihan

Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo mengungkapkan bahwa senjata ilegal yang dibeli oleh Paspampres RI tidak digunakan dalam operasi sehari-hari. Sebaliknya, kata Gatot, senjata itu untuk kepentingan berlatih. “Itu berbagai jenis senjata yang tidak dimiliki di sini untuk latihan,” ujar Gatot saat dicegat awak media di kompleks Istana Kepresidenan, Senin, 11 Juli 2016.

Sebagaimana diberitakan, Pengadilan Federal Amerika Serikat menggelar sidang terkait penjualan senjata untuk Pasukan Pengamanan Presiden beberapa waktu lalu. Seorang pria asal Texas, Audi N. Sumilat, mengaku bersalah dan terlibat penjualan senjata kepada anggota Paspampres pada Oktober 2014.

Senjata yang dijual itu sendiri berjenis handgun, bukan senjata laras panjang maupun otomatis. Jumlahnya, berdasarkan keterangan TNI, mencapai delapan pucuk yang sekarang sudah disita oleh Polisi Militer TNI. Gatot melanjutkan bahwa anggota Paspampres maupun TNI sesungguhnya boleh saja membeli senjata non organik untuk kepentingan pribadi seperti latihan menembak.

Namun, tetap saja harus memenuhi syarat-syarat administrasi dahulu yang salah satunya bergabung ke Perbakin. Perbakin diketahui sebagai satu-satunya badan yang mengatur lisensi kepemilikan senjata oleh pribadi. Jika seorang Paspampres tidak mendaftarkan senjatanya ke Perbakin, maka senjata itu akan dianggap illegal. “Saya boleh beli, tapi harus masuk Perbakin dulu. Apapun kepentingannya, prosedur harus terpenuhi,” ujarnya. ISTMAN MP

(red/ngga/eksa/AR)

loading...

Comments

comments!