5 Pria 'Simpanan' Wanita Ningrat yang Mati Secara Tragis

redaksi.co.id - 5 Pria 'Simpanan' Wanita Ningrat yang Mati Secara Tragis Kisah-kisah perselingkuhan raja, kaisar, atau pangeran lazim terdengar, bahkan seakan-akan dianggap sebagai hak istimewa kaum...

51 0

redaksi.co.id – 5 Pria 'Simpanan' Wanita Ningrat yang Mati Secara Tragis

Kisah-kisah perselingkuhan raja, kaisar, atau pangeran lazim terdengar, bahkan seakan-akan dianggap sebagai hak istimewa kaum darah biru. Ternyata, kaum wanita istana juga tidak mau kalah.

Cukup banyak kaum wanita ningrat yang juga memiliki selingkuhan, tapi mahal sekali harga yang harus dibayar untuk bersenang-senang dengan perempuan penghuni istana. Nyawa pun bisa melayang sia-sia.

Dikutip dari History Buff pada Selasa (12/7/2016), berikut ini adalah 5 kisah pria yang nekat berselingkuh dengan wanita-wanita tersebut dan harus kehilangan nyawa:

1. Bernardino Antinori

Leonora (terkadang disebut Dianora) di Toledo, adalah ipar sepupu Pietro di Medici, seorang pangeran era Renaissance yang terjebak dalam pernikahan kurang bahagia dan tidak dihargai.

Wanita itu pun melirik pria lain, Bernardino Antinori, seorang narapidana yang dipenjara karena terlibat perkelahian.

Antinori rajin menulis puisi-pusi cinta kepada Leonora. Mereka pun saling jatuh cinta.

Namun demikian, pembalasan Pietro tidak berlama-lama. Pada 20 Juni 1576, disaksikan seorang pastor, Antinori mati dicekik atas perintah Francesco di Medici, kepala keluarga di Medici.

Hampir bersamaan, Leonora juga meninggal dunia akibat suatu “kecelakaan”. Namun demikian, ada dugaan ia dibunuh.

2. Philip Christoph von Knigsmarck

Seorang putri Jerman bernama Sophia Dorothea dari Celle jatuh cinta pada seorang pria tampan yang bukan suaminya.

Sophia Dorotheaadalah anak dari pasangan ningrat Jerman dengan wanita mantan selingkuhannya.

Perempuan itu dipaksa menikah dengan sepupunya yang keras kepala bernama George Louis dari Hanover. Di kemudian hari, George Louis inilah yang bertakhtasebagai Raja George I di Inggris.

Ketika dikabari bahwa ia harus menikah, Sophia Dorothea disebut-sebut berteriak, “Aku tidak akan menikahi babi itu!”

Setelah pernikahandan memiliki dua anak, George tetap saja melirik-lirik wanita-wanita lain dan istrinya menyadari kenakalan suaminya. Balas dendam, ia pun kemudian malah main mata dengan Philip von Knigsmarck, seorang petinggi pasukan suaminya.

Mereka sempat bertukar sejumlah surat cinta. Tapi perselingkuhan itu segera terkuak saat keduanya merencanakan masa depan bersama.

Pada suatu malam, von Knigsmarck menunjungi kekasihnya dan ia terbunuh. Pembunuhan ini diduga dilakukan oleh George.

Sang Raja kemudian menceraikan Sophia Dorothea dan menjebloskannya ke dalam penjara seumur hidup.

3. Walter dan Philippe d’Aunay

Ratu Isabelladi Prancis adalah ibu bagi Edward III di Inggris. Ia dikenal sebagai wanita yang bebas secara seksual, sebagaimana halnya dengan kerabat-kerabat wanitanya yang lain.

Sebagai contoh, iparnya yang bernama Margaret dari Burgundy memiliki seorang selingkuhan dan wanita ningrat itu kemudian tewas dicekik.

Geoffrey Le Baker, seorang penulis riwayat Abad Pertengahan, menulis, “Demikian juga sang ratu, anak perempuan ningrat Burgundy, yang dicurigai berzina dengan ksatria Philip d’Aunay sehingga dibunuh dengan cara dicekik.”

Tapi kematian tidak berhenti di situ. Para ahli sejarah menyebutnya “Perselingkuhan Tour de Nesle”. Dua menantu perempuan Philip IV dari Prancis dicurigai berzina pada 1314.

Seorang dari mereka adalah Margaret yang tersebut di atas, istri dari pria yang kemudian menjadi Raja Louis X.

Iparnya yang bernama Blanche (istri dari pria yang kemudian menjadi Raja Charles IV) diduga melakukan hubungan terlarang dengan Walter d’Aunay, saudara lelaki Philip d’Aunay.

Pasangan-pasangan selingkuh itu melakukannya di Tour de Nesle, diduga dengan bantuan dari Joan, saudara perempuan Margaret. Joan itu adalah istri dari pria ningrat yang di kemudian hari menjadi Raja Philip V.

Tiga wanita itu dipenjara karena pelanggaran mereka. Margaret meninggal di penjara, diduga karena dicekik. Blanche gantung diri di dalam biara. Hanya Joan yang dipandang tak bersalah, mungkin karena ia tutup mulut.

Kakak-beradik d’Aunay disebut-sebut telah dihukum kebiri, diringkus dan dipenjara. Tapi siapakah yang berkemungkinan melontarkan tuduhan palsu terhadap istri-istri ningrat ini?

Tidak lain daripada Ratu Isabella dari Prancis, yang baru saja melahirkan putra yang nantinya menjadi Raja Edward III.

Diduga, ia menganggap penyingkiran ipar-iparnya memberikan kesempatan lebih kepadanya putranyaagar nantinya menguasai Prancis.

4. Gaius Silius

Tidak banyak wanita tercatat sedemikian amburadulnya dalam sejarah seperti Messalina. Wanita muda dan cantik ini adalah istri dari Kaisar Claudius yang sudah renta.

Tacitus, penulis riwayat Romawi Kuno, membesar-besarkan kenakalan Messalina, tapi jelaslah ia sangat mencintai seorang pria bernama Gaius Silius.

Tacitus menyebut Gaius Silius sebagai “seorang pemuda Romawi yang paling tampan” dan menceritakan bahwa Messalina sangat tergila-gila padanya sehingga bahkan mengusir istri Silius dari rumah keluarga.

Silius tidak bisa menjawab tidak, karena “penolakan berarti maut”. Ia malah ikut menikmati hubungan itu. Messalina berkali-kali ke rumah Silius untuk berpesta dan berselingkuh.

Wanita itu membanjiri Silius dengan begitu banyak harta. Tanpa diketahuinya, Claudius mengawasi semua ini.

Messalina pun membuat kecerobohan bersama dengan kekasihnya. Ia menikahi Silius sebagai suami ke dua ketika Claudius sedang berada di luar kota. Kaisar mendengar hal itu dan langsung pulang.

Messalina meratap-ratap minta ampun, tapi sia-sia. Menurut laporan Tacitus, wanita itu menikam dirinya sendiri ketika sedang menjalani peradilan. Silius juga dibunuh.

5. Thomas Culpepper

Setelah mengakhiri pernikahannya yang ke empat, Raja Henry VIII dari Inggris mencari istri baru. Ia jatuh hati pada Catherine Howard yang masih muda. Wanita ini sebenarnya adalah sepupu dari mantanistri keduanya, Anne Boleyn.

Henry tergesa-gesa menikahinya, tanpa mempelajari bahwa Catherine sebenarnya mencintai pria lain bernama Thomas Culpepper. Bahkan ketika Cathrine akhirnya menikahi Henry pada 1540, ia terus menemui Culpepper secara diam-diam.

Jane Boleyn, janda dari George Boleyn yang terbunuh, mengatur perkencanan pasangan itu. George Boleyn itu adalah abang dari Anne Boleyn, mantan istri ke dua Raja HenryVIII.

Belakangan, Henry mengetahui tentang perselingkuhan Catherine dengan Culpepper dan seorang pria lain bernama Francis Dereham. Dan sejumlah pria lain sebelum mereka berdua.

Dua pria itupun disiksa hingga tewas, sementara Catherine dikurung di Tower of London. Wanita itu bersikeras menolak telah mencurangi suaminya, namun tidak ada yang mempercayainya.

Catherine dan Jane yang pernah membantunya berselingkuh kemudian dihukum mati pada 1542.

(red/oudlon/R)

In this article

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!