Band Pop Transgender 'Menggoyang' India

122

redaksi.co.id – Band Pop Transgender 'Menggoyang' India

Keberadaan transgender atau yang dikenal ‘hijras’ di Indiaselama ini lekat dengan gambaran kaum minoritas yang nyaris terabaikan. Mereka dengan mudah dapat ditemukan mengemis di lampu merah atau mengharapkan sedekah di pesta pernikahan dan kelahiran.

“Transgender lebih buruk daripada kaum minoritas mana pun di negara ini — mereka bahkan tidak masuk dalam radar,” ujar Ashish Patil, kepala rumah produksi Y-Films seperti dilansir Reuters, Rabu, (13/7/2016).

Namun dalam dua tahun terakhir, tepatnya setelah pemerintah mengeluarkan kebijakan penting menyangkut dengan penyetaraan hak transgender situasi mulai berubah. Kini mereka dapat diterima lebih luas dan menggeluti berbagai profesi.

Hal itu terlihat dengan sambutan meriah yang diberikan masyarakat India terhadap kehadiran band pop wanita transgender, 6 Pack Band, yang mengisi suara untuk soundtrack sebuah blockbuster Bollywood.

Band beranggotakan enam orang itu mengisi soundtrack film berjudul Sultan yang dibintangi oleh aktor kenamaan Bollywood, Salman Khan dan diproduksi oleh Y-Films. Film itu dirilis pekan lalu.

“Ini adalah upaya untuk membuat mereka (transgender) mendapat tempat, dan membiarkan orang berbicara. Saya memutuskan, mengapa tidak melakukannya melalui lagu dan tarian, yang begitu menyatu dengan tradisi kita,” jelas Ashish.

Sejumlah lagu lainnya milik 6 Pack Band dikabarkan telah dilempar ke pasaran sejak awal 2016 lalu. Single pertama mereka Hun Hain Happy yang merupakan cover dari lagu Happy milik Pharrell Williams sukses mencuri perhatian dua juta orang di situs pemutar video.

Sementara video klip lainnya yang bertema perjuangan dan penerimaan kaum transgenderrata-rata disaksikan lebih dari 3,5 juta pasang mata.

“Band ini pada dasarnya telah mengucah cara pandang kita terhadap transgender. Yang terpenting mereka disambut hangat dan menemukan pekerjaan untuk menyambung hidup,” imbuh Ashishyang terlibat dalam audisi pembentukan 6 PackBand.

Perjuangan Kaum Transgender

Beberapa tahun lalu seorang aktivis transgender, Abhina Aher tergerak mendirikan The Dancing Queens di Mumbai. Ini adalah wadah bagi kaum transgender dan gay yang memanfaatkan tarian untuk advokasi sekaligus mencari nafkah.

“Mengapa The Dancing Queens, karena kami dipanggil ratu dan kami juga menari,” ujar Abhina yang menjelaskan mereka kerap diundang tampil di pesta pernikahan juga acara perusahaan.

Ternyata apa yang dilakukannya itu membuahkan hasil, mereka mulai mendapat pengakuan.

“Sejak kita mulai tampil, muncul pengakuan yang lebih luas, visibilitas dan rasa hormat yang jauh lebih besar. Sementara aturan mulai menyambut baik, namun masih ada kesenjangan di atas kertas dan di lapangan. Masih ada kekerasan, lapangan kerja masih belum cukup,” imbuhnya.

India diketahui memiliki sekitar 2 juta transgender. Pada 2014, Mahkamah Agung (MA) India memutuskan kaum minoritas memiliki hak yang sama di mata hukum, mereka bahkan diberi status sebagai warga negara dengan jenis kelamin ketiga.

Putusan MA itu memungkinkan mereka untuk menikah dan mendapat warisan. Tak hanya itu, transgender juga memiliki hak yang sama dengan warga negara lainnya terkait dengan pekerjaan dan pendidikan.

Negeri Hindustan itu juga merevisi skema kerja sehingga mengizinkan transgender mendapat pelatihan fisik. Seperti halnya yang terjadi di Thane, di mana lebih dari 1.000 transgender dilatih aparat sebelum akhirnya mereka dijadikan sebagai ‘teman polisi’ dan diperbantukan untuk mengontrol lalu lintas dan keramaian.

Odisha merupakan negara bagian pertama di India yang memberikan transgender manfaat kesejahteraan sosial seperti pensiun dan perumahan.

Simak video klip 6 PackBand berikut yang menyanyikan lagu Hun HainHappy:

(red/ovi/riawan/NT)

loading...

Comments

comments!