Kamera Ini Mampu Rekam Pergerakan Syaraf 100 Miliar per Detik

redaksi.co.id - Kamera Ini Mampu Rekam Pergerakan Syaraf 100 Miliar per Detik Sebagai pusat syaraf, otak memiliki 100 miliar syaraf yang bergerak 200 kali dalam sedetik....

32 0

redaksi.co.id – Kamera Ini Mampu Rekam Pergerakan Syaraf 100 Miliar per Detik

Sebagai pusat syaraf, otak memiliki 100 miliar syaraf yang bergerak 200 kali dalam sedetik. Namun dengan kecepatan pergerak alamiah syaraf, bukan berarti tak ada alat yang mampu merekam proses pergerakkan tersebut.

Kali ini, sebuah kamera terbaru mampu memotret pergerakan syaraf dengan kecepatan yang sama. Ilmuwan asal Universitas Washington di St Louis, telah menciptakan sebuah perangkat kamera pertama di dunia yang mampu memotret 100 miliar kali per detik, 3 miliar kali lebih cepat dari kemampuan kamera iPhone.

Dengan kecepatan itu, para peneliti dapat melihat gerakan nadi yang berbagai sinyal elektrik syaraf di dalam otak. Mereka berharap mampu menggunakan teknologi tersebut untuk merekam kegiatan sinyal syaraf yang ada dalam otak dan mampu mempelajari bagaimana sinyal syaraf tersebut saling berhubungan dan bekerja.

Dilansir laman Daily Mail belum lama ini, Dr Lihong Wang, ahli fisika terapan, yang memiliki spesialis pada penggambaran optik Universitas Washington, mengatakan, sinyal syaraf dapat bergerak dan menyebar dengan kecepatan 223mph. Kecepatan seperti itu menyulitkan kamera manapun untuk merekamnya.

Namun, dengan teknologi baru yang ditemukan, hal tersebut bisa disanggah. Teknologi yang diproduksi dari hasil penggabungan teknologi mikroskop dan teleskop itu dikenal dengan ultrafast photography.

Dr Wang mengaku yakin teknologi tersebut dapat digunakan untuk membantu memudahkan investigasi forensik dalam bekerja, dan mampu merekam gerakan-gerakan sampah di luar angkasa dengan kecepatan tinggi, di masa depan nanti.

“Untuk pertama kalinya, manusia mampu melihat pancaran gerakan syaraf. Kita telah memasuki rezim baru dalam perkembangan teknologi. Semoga hal ini dapat membantu mengembangkan sains,” ujar Dr Wang.

(red/aini/J)

In this article

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!