Pidato Terakhir David Cameron Berubah jadi Stand-up Comedy

redaksi.co.id - Pidato Terakhir David Cameron Berubah jadi Stand-up Comedy Tongkat estafet pemerintahan Inggris sudah berpindah. David Cameron sudah bertemu dengan Ratu Elizabeth II di Istana...

16 0

redaksi.co.id – Pidato Terakhir David Cameron Berubah jadi Stand-up Comedy

Tongkat estafet pemerintahan Inggris sudah berpindah. David Cameron sudah bertemu dengan Ratu Elizabeth II di Istana Buckingham sekitar pukul 16.00 GMT. Setelah itu giliran penggantinya, Theresa May yang menghadap Ratu.

Seluruh barang-barang Cameron di Downing Street 10, juga sudah diangkut, berganti dengan perabotan milik May. Inggris memasuki lembaran baru.

Sebelum meninggalkan pemerintahan kemarin, Cameron juga berpidato di parlemen, di sesi tanya jawab terakhir parlemen atau Prime Minister’s Questions. Gelak tawa memenuhi gedung saat Cameron berpidato, atau mungkin tepatnya stand-up comedy.

Ya, dia memilih mengakhiri jabatannya dengan cara jenaka. Pagi ini saya melakukan beberapa rapat dengan para menteri dan beberapa pihak lainnya. Siang ini ganti bertemu dengan yang mulia Ratu, agenda sisa hari saya setelahnya sangat ringan, ujar Cameron yang disambut tawa oleh para legislator. Setelah mengundurkan diri di hadapan Ratu Elizabeth II, Cameron memang menjadi warga biasa. Tentu, dia tidak perlu melakukan banyak rapat sebagaimana biasanya.

Dalam pidatonya, Cameron juga memuji dan menggoda Pemimpin Oposisi Jeremy Corbyn. Bapak tiga anak tersebut menyatakan mulai mengagumi Corbyn. Menurut dia, pemimpin Partai Buruh tersebut mengingatkannya pada kesatria hitam di film komedi Monty Python’s Holy Grail.

Dia (si kesatria hitam, Red) ditendang berkali-kali, tapi tetap berkata teruskan, ini hanya luka daging. Saya mengagumi itu, kelakar Cameron yang disambut standing ovation oleh legislator dari partainya dan sebagian anggota Partai Buruh.

Cameron juga menyatakan sedih harus berpisah dari Larry, si kucing yang tingal di Downing Street 10. Untuk menunjukkan rasa cintanya, Cameron menunjukkan fotonya bersama Larry.

Namun tentu tidak semua pidato Cameron berisi guyonan. Dalam beberapa kesempatann, dia juga menyebut keberhasilan kepemimpinannya selama enam tahun belakangan ini. Termasuk di antaranya pertumbuhan ekonomi tertinggi dibandingkan negara-negara barat yang lain, legalisasi pernikahan sesama jenis, serta menciptakan 2,5 juta lapangan kerja.

Sesi tanya jawab masih ada, tetapi tidak sengotot biasanya. Namun, anggota Partai Buruh Graham Stringer, tampaknya, tidak ikut arus. Dia tetap serius bertanya pada Cameron soal antrean operasi katarak yang meningkat. Cameron pun menjawab singkat saja. Saya belum mendengar masalah itu. Tapi, saya akan memperhatikannya…sore ini! katanya yang disambut ledakan tawa hampir seluruh anggota parlemen.

Cameron mengakhiri pidatonya dengan lambaian tangan pada istrinya Samantha dan tiga anaknya, Florence, Nancy, serta Elwen. Mereka duduk di tribun publik yang terpisah oleh kaca.

(red/udianto/R)

In this article

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!