Misteri Ikan 'Lele' Berkepala Piranha Hebohkan Rusia

redaksi.co.id - Misteri Ikan 'Lele' Berkepala Piranha Hebohkan Rusia Seorang nelayan dikejutkan oleh hasil tangkapannya, saat memancing di Sungai Kama di RepublikUdmurt, Rusia. Makhluk aneh berwarna...

21 0

redaksi.co.id – Misteri Ikan 'Lele' Berkepala Piranha Hebohkan Rusia

Seorang nelayan dikejutkan oleh hasil tangkapannya, saat memancing di Sungai Kama di RepublikUdmurt, Rusia. Makhluk aneh berwarna hitam tersebut memiliki bagian muka yang menyeramkan, bergigi tajam, dan berbadan miriplele.

Monster ‘jelek’ bergigi tajam tersebut terjerat pancing setelah memakan cacing tanah yang dijadikan umpan kail. Menurut laporan yang dikutip dari Mirror.co.uk, Jumat (15/7/2016), ikan berkepala piranha berbadan lele tersebut, berukuran sepanjang 20 sentimeter.

“Kami benar-benar terkejut saat mendapati makhluk mengerikan tersebut terjerat kail,” kata nelayan yang tak disebutkan namanya itu.

Nelayan itu menduga ikan tersebut merupakan jenis ikan hasil rekayasa genetik (mutan), dari jenis Chinese Sleeper (Perccottus Glenii) yang merupakan jenis hewan air yang berhabitat di perairan tawar Sungai Amur, Asia Tenggara.

Menurut keterangan media lokal, ikan jenis tersebut dulunya sangat populer, ketika pertama kali diperkenalkan ke Rusia pada 1940-an.

Kebanyakan dari jenis monster tersebut dibiakkan dalam akuarium. Namun, karena ukurannya yang semakin membesar, beberapa pemilik memilih untuk melepaskan ikan itu kembali ke sungai.

Para ahli mengatakan, Chinese Sleeper berhasil beradaptasi dengan baik dan berkembang pesat di perairan sungai di Rusia.

Walaupun begitu, beberapa netizen tidak setuju dengan pendapat itu. Mereka mengatakan hewan aneh tersebut merupakan sejenis piranha yang diduga bermutasi menjadi lele Eropa (Anguilla Anguilla).

“Menurutku, seseorang membelinya di pasar, terlihat seperti piranha Argentina bagiku,” kata seorang netizen, Gorozhanin.

Seorang lainnya, Prokhor Kuzyakin menuliskan, “Kenapa tidak diberikan saja kepada kucing mutan berekor tiga?”.

(red/iti/mi/anik/SUH)

In this article

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!