Kelanjutan Rio Haryanto di F1, Kemenpora pun Pesimistis

redaksi.co.id - Kelanjutan Rio Haryanto di F1, Kemenpora pun Pesimistis Keikutsertaan Rio Haryanto di ajang Formula 1 2016 terancam terhenti usai GP Hungaria di Budapest, Hungaria,...

47 0

redaksi.co.id – Kelanjutan Rio Haryanto di F1, Kemenpora pun Pesimistis

Keikutsertaan Rio Haryanto di ajang Formula 1 2016 terancam terhenti usai GP Hungaria di Budapest, Hungaria, 24 Juni mendatang. Masalah utamanya, Rio belum membayar kekurangan dana 7 juta euro (sekitar Rp 101 miliar) dari 15 juta euro (sekitar Rp 218 miliar) yang diminta Manor Racing sebagai biaya balapan satu musim 2016.

Sampai detik ini, Rio baru bisa menyetorkan duit 8 juta euro ke Manor. Konsekuensinya, pembalap kelahiran Solo itu hanya bisa menggeber mobil MRT05-mobil Manor Racing-setengah musim saja, atau tepatnya hingga GP Hungaria.

Kementerian Pemuda dan Olahraga pesimistis Rio Haryanto dapat tampil satu musim penuh bersama Manor Racing. Juru bicara Kemenpora Gatot S. Dewa Broto mengatakan pemerintah sudah berusaha keras mencarikan pendanaan untuk Rio. Kemenpora sudah mencoba mendekati sejumlah BUMN untuk menawarkan sponsor Rio. Sayangnya angka 7 juta euro dianggap terlalu mahal.

Kementerian Pemuda dan Olahraga, kata Gatot, sudah berusaha mengajukan dana melalui APBN. Namun sayang, DPR menolak. Upaya saweran pegawai Kemenpora dan donasi melalui sms pun hanya terkumpul Rp 500 juta. “Sepertinya tak ada harapan lagi untuk Rio. Ini tanggungjawab kami (Kemenpora) dan kami mohon maaf kepada masyarakat,” kata Gatot ketika dihubungi Tempo, kemarin.

Pengamat dunia balap Muhammad Wahab S. mengatakan bukan cuma Rio yang rugi berhenti di GP Hungaria. Menurut Wahab, Manor Racing juga merugi jika harus mengganti pembalap di tengah musim. Terlebih musim 2016 merupakan awal perubahan besar jangka panjang tim Manor Racing.

“Sejak awal musim Manor menyeting mobil untuk Rio. Jika ganti pembalap mereka harus menyeting ulang mobil mereka. Ini jelas merugikan riset dan pengembangan Manor,” kata Wahab. INDRA WIJAYA

(red/ega/wi/riesta/VDA)

In this article

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!