Pakai Aroma, Sistem Navigasi Unik Burung Dara

84

redaksi.co.id – Pakai Aroma, Sistem Navigasi Unik Burung Dara

Bukan anjing saja yang memiliki daya penciuman tajam. Burung dara juga mengandalkan penciuman untuk mengendus jalan pulang.

Hal itu terungkap dalam sebuah riset sejumlah peneliti Italia yang tertarik pada kemampuan burung dara kembali ke rumah dari tempat berjarak ratusan kilometer sehingga dimanfaatkan untuk mengirim pesan, bahkan menyelundupkan narkoba. Para peneliti itu memperoleh bukti bahwa burung-burung tersebut mengandalkan satu dari dua lubang hidungnya untuk menemukan rumahnya.

Dalam Journal of Experimental Biology , tim itu melaporkan bahwa merpati yang lubang hidung kanannya disumbat tidak mampu menciptakan peta bau untuk memandunya dalam perjalanan. Aroma tersebut berperan sebagai navigasi untuk kembali ke sarang. Burung dara rumah adalah kerabat merpati karang yang didomestikasi dan memiliki kemampuan naluriah untuk menemukan cara pulang ke sarang mereka setelah menempuh perjalanan jauh.

Burung domestik disilangkan untuk menyempurnakan kemampuan tersebut, membantu mereka menemukan kandang tempat mereka dipelihara. Sejumlah riset terdahulu mengungkapkan, ketika bertengger dalam kandang, burung-burung itu mempelajari arah dari mana segala aroma berasal.

Burung dara tampaknya mengkonstruksikan sebuah peta mental dari berbagai bebauan, sebuah peta yang cukup akurat memandu mereka mencari arah rumah sampai mereka menemukan landmark lokal. Dalam riset itu, para ilmuwan menyumbat salah satu lubang hidung, kanan atau kiri, merpati yang dipelihara di luar Kota Pisa.

Mereka melepas burung di Cigoli, 40 km dari Pisa, dan mengikuti rute kepulangan burung menggunakan GPS. Dengan menganalisis jalur penerbangan burung itu, Anna Gagliardo dan timnya di Department of Biology, University of Pisa, Italia, dapat melihat bahwa merpati yang tidak dapat bernapas melalui lubang hidung kanannya mengambil jalur yang lebih berliku-liku.

Burung itu juga lebih sering berhenti daripada burung yang lubang hidung kirinya disumbat, dan mengambil rute lebih panjang untuk pulang, katanya. JOURNAL OF EXPERIMENTAL BIOLOGY | AMRI MAHBUB

(red/udhi/wi/nggoro/YDA)

loading...

Comments

comments!