Mantan Pemain Ungkap Kebobrokan Kamar Ganti Real Madrid

redaksi.co.id - Mantan Pemain Ungkap Kebobrokan Kamar Ganti Real Madrid Cicinho, mantan bek kanan Real Madrid, kembali mengeluarkan pernyataan kontroversial. Sebelumnya dia menyebut dirinya kecanduan alkohol,...

12 0

redaksi.co.id – Mantan Pemain Ungkap Kebobrokan Kamar Ganti Real Madrid

Cicinho, mantan bek kanan Real Madrid, kembali mengeluarkan pernyataan kontroversial. Sebelumnya dia menyebut dirinya kecanduan alkohol, kemudian mengatakan pelatih terburuk sepanjang dia kenal adalah Claudio Ranieri, kini dia mengungkap kebobrokan kamar ganti Los Merengues.

Cicinho yang tengah berlibur di Brasil dan masih tergabung bersama klub Turki, Sivasspor, mengatakan bahwa kamar ganti Madrid penuh dengan kebohongan.

Selain itu skuat Madrid disebutnya terkotak-kotak, artinya terdiri dari kelompok-kelompok dan tidak membaur.Menurutnya, ada beberapa pemain yang menguasai kamar ganti, manajer, dan media-media Spanyol.

Pemain-pemain tersebut yang menyetir pemberitaan di media.Pemain asal Brasil itu sendiri memperkuat Madrid selama dua musim dan tampil sebanyak 32 kali. Dia turut berperan membawa Madrid juara Divisi Primera pada 2006-07.

“Ketika Roberto Carlos pergi, saya adalah bek kanan utama. Sedangkan Sergio Ramos adalah bek tengah dan kadang-kadang bermain di kanan. Semenara Michel Salgado adalah fullback pilihan ketiga,” sebut Cicinho kepada ESPN Brasil.

“Tapi, Iker Casillas memberikan jabatan kapten kedua kepada Salgado sehingga dia bisa menjadi pemain reguler. Di situlah kemudian muncul kelompok-kelompok kecil. Saya tahu hal ini dari Julio Baptista,” imbuh Cicinho.

Baptista merupakan pemain asal Brasil yang pernah mengenakan kostum Madrid. Pemain berjuluk The Beast itu bermukin di Santiago Bernabeu pada 2005-2008.

“Guti, Salgado, Ivan Helguera, Raul Gonzalez, casillas adalah pemimpin kelompok. Mereka yang masuk ke dalam kelompok adalah yang patuh kepada pemain-pemain tersebut,” lanjut Cicinho.

“Para anggota kelompok telah dibohongi. Mereka akan menekan manajer dan kepala pemberitaan ke media. Sebagai contoh, ketika Cristiano Ronaldo bermain buruk, dia tetap tampil di halaman depan media. Padahal, Raul lebih baik dari dia,” bebernya.

“Raul harus bermain sebanyak tiga pertandingan untuk bisa tampil di halaman depan media,” imbuh Cicinho.Bek kanan yang juga pernah bermain bersama AS Roma itu mengaku sangat membenci Salgado.

“Ketika di ruang ganti, dia menyapa semua orang. Tapi, saat dia mendekat ke arah saya, saya akan memilih mengikat tali sepatu saya,” tandas Cicinho. (epr/JPNN)

(red/urista/urnamasari/NP)

In this article

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!