Harga Minyak Dunia Kembali Turun, Stok AS Menipis

redaksi.co.id - Harga Minyak Dunia Kembali Turun, Stok AS Menipis , Jakarta - Harga minyak dunia pulih dari posisi terendah dua bulan pada Rabu (20...

21 0

redaksi.co.id – Harga Minyak Dunia Kembali Turun, Stok AS Menipis

, Jakarta – Harga minyak dunia pulih dari posisi terendah dua bulan pada Rabu (20 Juli 2016) karena pasar bereaksi terhadap penurunan persediaan minyak mentah di Amerika Serikat. Departemen Energi Amerika Serikat melaporkan bahwa stok minyak mentah turun 2,3 juta barel pekan lalu, mengimbangi kenaikan mengejutkan dalam persediaan bensin selama musim puncak permintaan untuk bahan bakar kendaraan bermotor warga Amerika.

Patokan Amerika Serikat, minyak mentah light sweet atau West Texas Intermediate (WTI), untuk pengiriman Agustus naik 29 sen menjadi berakhir di 44,94 dolar AS di New York Mercantile Exchange. Minyak mentah Brent North Sea , yang menjadi patokan global, untuk pengiriman September naik 51 sen menjadi menetap di 47,17 dolar AS per barel di perdagangan London. Pada Rabu pagi dan menjelang perilisan data, WTI telah mencapai posisi terendah 2,5 bulan di level 43,69 dolar AS per barel. “Kami telah melihat sedikit kejutan dalam seberapa banyak penurunan minyak terjadi,” kata Bert Melek dari TD Securities.

Departemen Energi mengatakan dalam laporan mingguannya bahwa stok minyak mentah komersial AS turun 2,3 juta barel menjadi total 519,5 juta barel pada pekan lalu, mencetak penurunan mingguan kesembilan berturut-turut. Sebelum laporan persediaan Amerika Serikat, harga minyak jatuh karena penguatan baru dolar membuat komoditas lebih mahal bagi pembeli yang memegang mata uang lemah. Harga minyak Amerika Serikat sudah mencapai posisi terendah dua bulan pada Selasa (19 Juli 2016), setelah Dana Moneter Internasional (IMF) menurunkan perkiraan pertumbuhan global, mengutip dampak keputusan Inggris untuk meninggalkan Uni Eropa. IMF mengatakan mereka memperkirakan ekonomi dunia tumbuh 3,1 persen tahun ini, lebih rendah dari perkiraan pada April. Pertumbuhan secara keseluruhan yang lebih lambat kemungkinan akan mengurangi ekspansi permintaan minyak mentah, demikian seperti dilansir kantor berita AFP. ANTARA

(red/ovi/riawan/NT)

In this article

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!