Sudirman Said: PLN Jangan Protes, Nanti Durhaka!

49

redaksi.co.id – Sudirman Said: PLN Jangan Protes, Nanti Durhaka!

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Sudirman Said memberi ceramah singkat dalam diskusi soal Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik 2016-2025 di kantornya. Sudirman meminta PLN sebagai pelaksana kegiatan tidak mangkir dari kebijakan pemerintah. “Saya sudah kehabisan cara. Mohon hentikan kebiasaan memprotes kebijakan pemerintah,” ujarnya, di Jakarta, Jumat, 22 Juli 2016.

Menurut Sudirman, Kementerian Energi telah menyusun regulasi yang memudahkan investasi program 35.000 Megawatt. Misalnya, Peraturan Menteri ESDM Nomor 1 Tahun 2015, Peraturan Menteri ESDM Nomor 3 Tahun 2015, dan Peraturan Menteri ESDM Nomor 19 Tahun 2015. Namun PLN merasa kebijakan tersebut tidak berpihak kepada perusahaan.

Sudirman menganggap hal itu aneh. Sebab PLN tidak pernah luput dilibatkan Kementerian Energi dalam penyusunan kebijakan. “Kami duduk sama-sama kok.” Dia juga keberatan dengan tingkah Direktur Utama PLN Sofyan Basir yang kerap memprotes lewat media massa. “Padahal kami ‘ibu’ yang melahirkan PLN.

Sudah mengandung, menyusui, tetapi disakiti di depan publik. Jangan protes ke ibu, nanti durhaka,” kata Sudirman. Diskusi bernama ‘Coffee Morning’ ini tidak dihadiri Sofyan. Hanya ada Direktur Perencanaan Nicke Widyawati. Sofyan sebelumnya telah menampik tudingan yang menilai PLN tidak berpihak pada investasi listrik swasta.

Masalahnya, perseroan sebagai eksekutor megaproyek harus memastikan kelangsungan program berjalan efektif dan tepat waktu. “Kami memang berhati-hati karena progress proyek yang lama sangat lambat. Bukan mempersulit, tapi menyaring,” ujar Sofyan awal Juni lalu.

Selama ini, Sofyan mengatakan, PLN menyeleksi secara ketat investor yang ikut tender proyek listrik. Dia tidak ingin program ini diikuti investor yang hanya bermodal kertas, seperti program Fast Track tahap I dan II.

Akibatnya banyak pembangkit yang mangkrak. Dia mengklaim upaya ini cemerlang. Sejak peluncuran program pada Mei tahun lalu, kemajuan pembangunan pembangkit mencapai 24,9 persen. Proyek yang sudah berkontrak mencapai 49 persen atau 18.000 MW.

Dari angka ini, 3.275 MW masuk tahap perencanaan, 9.680 masuk tahap tanda tangan kontrak, 2.883 MW masuk tahap konstruksi, 3.480 MW tahap pengadaan. Sementara itu, tahap pembangunan transmisi kemajuannya 36 persen atau sebesar 16.712 kms.

Transmisi yang telah difungsikan sebesar 2.792 kms atau 6 persen dan tahap pra konstruksi sebesar 27.098 kms atau 58 persen. “Kemajuan ini masih on the track. Sesuai target,” ujar Sofyan. ROBBY IRFANY

(red/ijayanto/W)

loading...

Comments

comments!