Lika-Liku di Balik Sejarah Unik Troli Belanja

redaksi.co.id - Lika-Liku di Balik Sejarah Unik Troli Belanja Jika ada satu penemuan yang menunjukkan seberapa jauh teknologi berkembang dalam 80 tahun terakhir, mungkin troli belanja...

15 0

redaksi.co.id – Lika-Liku di Balik Sejarah Unik Troli Belanja

Jika ada satu penemuan yang menunjukkan seberapa jauh teknologi berkembang dalam 80 tahun terakhir, mungkin troli belanja bisa mewakilinya.

Troli belanja kini dianggap sederhana dan biasa. Sebuah benda yang tak pernah kita pikirkan lebih jauh bagaimana bisa tercipta saat kita tengah berada di supermarket. Namun, ternyata kisahnya tidak semudah itu.

Pada suatu hari, para pelanggan yang tengah berbelanja mengalami kesulitan membawa barangnya di keranjang mereka.

Hingga pada tahun 1937, pemilik jaringan supermarket Humpty Dumpty di Oklahoma AS memiliki ide revolusioner pada masanya: menyediakan keranjang lebih besar di atas roda agar pelanggan bisa belanja dengan santai.

Ide itu lantas ditangkap oleh Sylvan Goldman dan dianggapnya sebagai gagasan keberuntungan. Dan benar, temuannya itu mendorong kapitalisme di Amerika Serikat. Demikian seperti dilansir dari News.com.au, Senin (25/7/2016).

Dalam sebuah dokumenter tentang kehidupan Goldman, temuan troli belanjanya disebut, “perkembangan paling besar dalam sejarah ritel.”

Namun, ternyata sejarah troli belanja penuh lika-liku.

Kala itu, saat membawa troli, para pria merasa seperti perempuan. Di sisi lain, para wanita mereka seperti tengah mendorong bayi dalam stroler.

Melihat ‘keengganan’ para pembelanja membuat penciptanya untuk memasang iklan di koran.

“Ini temuan baru dan sensasional. Tak perlu lagi keranjang yang harus dijinjing,” tulis iklan itu.

Namun, ternyata iklan itu tidak efektif.

“Para ibu rumah tangga — orang paling berpengaruh dalam belanja– memutuskan, ‘tak ada lagi keranjang dorong buatku. Aku telah mendorong stoler bayi dalam hidupku. Dan ini semua cukup, aku tak mau mendorong lagi'”, terang Goldman saat wawancara dengan CBS tentang troli belanja ciptaannya.

Pun dengan pria, menurut Goldman mereka berkomentar, ‘maksudnya iklan itu mau mengatakan tangan kokoh ini tak mampu lagi membawa keranjang belanja?'”

Goldman lantas membayar model pria dan wanita untuk bergaya dengan troli. Idenya itu gemilang. Belanja membawa troli dianggap fashionable dan kekinian.

Goldman pun mulai menjual ke jaringan supermarket lainya. Dan pada 1940, ia memiliki antrean peminat troli belanja hingga.

Kendati demikian, proses penggunaan troli juga tidak mudah.

Awalnya, Goldman melatih karyawannya agar ‘waspada’ kalau ada pelanggan dengan isi keranjang penuh dan tak bisa mengendalikan troli. Mereka akan menganti dengan keranjang lain.

Namun itu ternyata tak efektif. Goldman pun mencoba mengatur agar rak belanja zig-zag, memudahkan pelanggan mendorong keranjangnya. Sayangnya tidak berhasil juga.

Insipirasi justru datang dari kursi lipat di kantor Goldman.

Sepanjang hari ia melihat kursi itu hingga ide datang. Bagaimana jiga ia menggunakan roda di bawah keranjang dan ada dua dasar keranjang di satu troli.

Menurut kisah, ia segara turun ke bawah mencari tukang kepercayaannya Fred Young. Pasangan itu selama berjam-jam menghabiskan waktu membahas desain.

Awalnya mereka menggunakan kayu. Namun gagal. Akhirnya frame dari besi yang dipakai.

Desain segera berkembang menjadi apa yang Goldman disebut “keranjang belanja lipat” dan ia mengajukan penemuan itu ke kantor paten – sebuah langkah yang membantu melahirkan real estate dan kerajaan ritel senilai setengah miliar dolar pada saat ia meninggal pada tahun 1984.

Kini keranjang belanja semakin besar. Sebagai inovasi keranjang desain awal Goldman yang masih digunakan sampai sekarang.

(red/ijayanto/W)

In this article

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!