Menteri Rini: RI Bakal Jadi Produsen Kereta Cepat untuk ASEAN

redaksi.co.id - Menteri Rini: RI Bakal Jadi Produsen Kereta Cepat untuk ASEAN Indonesia bakal menjadi negara pertama yang memiliki kereta cepat di ASEAN. Dengan demikian, Indonesia...

63 0

redaksi.co.id – Menteri Rini: RI Bakal Jadi Produsen Kereta Cepat untuk ASEAN

Indonesia bakal menjadi negara pertama yang memiliki kereta cepat di ASEAN. Dengan demikian, Indonesia juga berpeluang menjadi negara produsen kereta cepat di kawasan Asia Tenggara ini.

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno menyatakan, pembangunan kereta cepat dengan rute Jakarta-Bandung ini menjadi lompatan besar bagi sektor transportasi Indonesia. Selain soal kemajuan teknologinya, kereta cepat ini dinilai juga dibutuhkan oleh masyarakat Indonesia sebagai alternatif sarana transportasi massal.

“Kami memang di Kementerian BUMN meyakini bahwa di Indonesia ini transportasi massal sangat dibutuhkan. Transportasi yang cepat sudah menjadi keharusan. Ini milestone yang harus diambil oleh pemerintah Indonesia,” ujar dia di Kantor BPPT, Jakarta, Selasa (26/7/2016).

Menurut Rini, adanya proyek kereta cepat ini bukan hanya sebagai simbol kemajuan teknologi transportasi di Indonesia. Namun dengan adanya proyek yang tengah digarap oleh PT Kereta Cepat Indonesia-China (KCIC) ini akan membawa dampak bagi perekonomian Indonesia ke depan.

“Mengingat Indonesia begitu luas, penduduk sangat padat dan dalam program pemerintah untuk bisa meningkatkan pertumbuhan ekonomi secara merata. Mau nggak mau, transportasi massal yang bisa bawa manusia dan barang dengan cepat harus bisa kita capai,” kata dia.

Selain itu, dengan adanya kereta cepat ini, maka ada transfer pengetahuan dan teknologi yang bisa didapat oleh Indonesia. Jika hal ini bisa dikembangkan dengan baik, maka bukan tidak mungkin Indonesia akan menyamai Jerman, Jepang dan China menjadi negara produsen kereta cepat dunia.

“Kita akan menjadi yang pertama membangun kereta cepat di ASEAN. Kami berharap ini jadi permulaan untuk transfer teknologi. China butuh berapa lama untuk transfer teknologi dari Siemens, dan akhirnya sekarang sudah 20 ribu km lebih kereta cepat dibangun. Jadi saya meyakini kalau semua kerja keras, Indonesia bisa menjadi negara yang mampu membangun kereta cepat untuk seluruh ASEAN,” tandas dia.

(red/iti/mi/anik/SUH)

In this article

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!