Stasiun Pasar Senen Pakai Sistem Check In dan Boarding Pass

redaksi.co.id - Stasiun Pasar Senen Pakai Sistem Check In dan Boarding Pass PT KAI (Persero) Daerah Operasional (Daop) 1 Jakarta memberlakukan Check In dan Boarding Pass...

47 0

redaksi.co.id – Stasiun Pasar Senen Pakai Sistem Check In dan Boarding Pass

PT KAI (Persero) Daerah Operasional (Daop) 1 Jakarta memberlakukan Check In dan Boarding Pass di Stasiun Pasar Senen. Sistem tersebut sebelumnya sudah diterapkan pada Stasiun Gambir.

Senior Manager Humas PT KAI Daop 1 Bambang S. Prayitno memaparkan menjelaskan setiap penumpang yang bepergian menggunakan KA dari Stasiun Pasar Senen harus melakukan check-in di Check-In Counter. Saat ini yang telah disediakan sebanyak 16 unit mesin untuk setiap pelanggan.

“Penerapan sistem ini dilakukan PT KAI untuk meningkatkan pelayanan memberikan kemudahan kepada pengguna jasa KA,” ujar Bambang di Jakarta, Selasa (26/7/2016).

Dengan sistem baru ini, penumpang yang telah membeli tiket di channel eksternal dan telah memiliki kode booking.

Selain itu penumpang yang telah mencetak tiket selanjutnya melakukan check in pada mesin check in mandiri yang ada di Stasiun Gambir dan Stasiun Pasar Senen.

Proses check in ini dimulai bisa dilakukan calon penumpang dua belas jam sampai sepuluh menit sebelum jadwal keberangkatan KA.

Check in dilakukan dengan cara mengetikkan kode booking yang tercantum pada bukti transaksi pembelian tiket atau bisa juga dengan melakukan scan barcode dari tiket pada Mesin Check in Mandiri.

Mesin ini akan mengeluarkan (cetak) boarding pass yang mencantumkan nama dan ID penumpang, kode booking, dan nama KA beserta tujuan dan jadwal keberangkatan. Boarding pass inilah yang kemudian harus dibawa penumpang saat pemeriksaan identitas di boarding gate stasiun.

“Sangat mudah dan cepat, mirip dengan proses cetak tiket mandiri di stasiun,” ungkap Bambang.

Bambang menjelaskan perbedaan Chek In Mandiri (CIM) dengan Mesin Cetak Mandiri (CTM) pada dasarnya hampir sama proses validasi penumpang di mesin.

Jika pada CTM Pengguna jasa setelah mendapatkan kode booking selanjutnya mencetak tiket KA seperti umumnya, namun pada Mesin Chek In Mandiri (CIM) pengguna jasa jika sudah mendapatkan kode booking dan mengetikan pada mesin ini akan mendapatkan struk tanda chek in dan berlaku sebagai tiket KA.

“Jadi tidak perlu lagi tiket seperti biasanya, dan selanjutnya hanya membawa struk boarding pass tersebut masuk boarding gate (pintu boarding) dengan memperlihatkan Kartu identitas Asli (KTP, SIM, Passport, Kartu keluarga),” papar Bambang.

Bambang melanjutkan penjelasan jika pengguna jasa sudah punya tiket yang tercetak pada CTM, penumpang jasa KA hanya tinggal scan barcode yg ada pada tiket dan selanjutnya akan mendapatkan struk Chek ini Boarding pass.

“Kedepan Tiket yang di cetak di CTM akan dirubah dan diganti dengan Struk Chek In Mandiri (Boarding Pass), dan hanya bisa dicetak mulai 12 Jam sebelum keberangkatan dari stasiun tersebut,” ujar Bambang.

Sementara untuk penumpang yang membeli tiket go show (pembelian langsung), maka penumpang akan mendapat 2 lembar struk dimana lembar pertama merupakan bukti pembayaran dan lembar kedua adalah boarding pass untuk memasuki boarding gate. Setelah memiliki boarding pass, penumpang dapat segera menuju boarding gate untuk pemeriksaan identitas.

Petugas akan melakukan verifikasi boarding pass dengan perangkat scanner serta memeriksa kecocokan data dengan Kartu Identitas asli penumpang. “Penumpang tetap wajib menunjukan Kartu Identitas asli yang ada foto yang bersangkutan, jika data pada boarding pass dan ID tidak sesuai tetap dilarang masuk dan dianggap tidak berlaku,” kata Bambang.

(red//ur/sikin/MNA)

In this article

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!