Volvo, Sharp…Ini Kisah Aneh di Balik 10 Merek Terkenal Dunia

redaksi.co.id - Volvo, Sharp...Ini Kisah Aneh di Balik 10 Merek Terkenal Dunia Sejarah mencatat, merek paling tua di dunia adalahChyawanprash, yang digunakan di India sejak periode...

46 0

redaksi.co.id – Volvo, Sharp…Ini Kisah Aneh di Balik 10 Merek Terkenal Dunia

Sejarah mencatat, merek paling tua di dunia adalahChyawanprash, yang digunakan di India sejak periode Vedic (1.100 hingga 500 Sebelum Masehi).

Merek Chyawanprash, yang kini masih digunakan, mewakili produk pasta herbal yang dianggap berkhasiat.

Tak hanya itu, sejumlah pengrajin kaca Romawi Kuno juga kerap memberikan merek pada hasil karyanya — termasukEnnion yang paling terkemuka pada zamannya.

Kebiasaan memberikan merek digunakan hingga saat ini. Beberapa merek terinspirasi nama pendiri perusahaan. Lainnya menggunakan akronim atau permainan kata yang mewakili kegiatan yang mereka lakukan.

Ada juga sejumlah merek yang memiliki akar sejarah yang mendalam, yang seringkali tak disadari banyak orang.

Berikut 10 merek terkenal yang punya kisah relatif ‘aneh’ di baliknya, seperti dikutip dari Listverse, Selasa (26/7/2016):

1. Volkswagen

Volkswagen berarti ‘mobil rakyat’ dalam Bahasa Jerman. Dan ada alasan yang baik di balik nama tersebut.

Eksistensi Volkswagen terkait upaya pemerintah Jerman, yang kala itu dikuasai Partai Nazi, untuk mewujudkan janji-janji mereka pada rakyat kebanyakan.

Saat itu, mobil adalah barang mewah yang ditujukan untuk kaum elite. Jadi, Adolf Hitler mengusulkan kendaraan yang lebih terjangkau — yang memungkinkan lebih banyak orang menikmati kenyamanan yang hanya bisa dinikmati kaum kaya.

Masalahnya, bahkan ketika membuat mobil untuk kalangan elite, perusahaan Jerman kala itu belum maksimal.

Untuk itulah Bos Nazi itu dan beberapa pejabat yang ditunjuk menuangkan banyak upaya untuk mencari perusahaan untuk memproduksi Volkswagen pertama.

Akhirnya model pertama yang disebutKdF (Kraft durch Freude) dibuat pada 1938. Volkswagen terus beroperasi hingga kini.

2. Nokia

Nokia adalah perusahaan Finlandia yang pernah merajai dunia ponsel beberapa tahun lalu. Uniknya, Nokia tidak memulai usahanya sebagai produsen telepon genggam.

Itu berawal pabrik kertas yang pada 1865 dikelola oleh seorang pria bernama Fredrik Idestam.

Kala itu, Fredrik yakin, permintaan pulp atau bubur kertas akan meningkat pada masa yang akan datang. Jadi, ia mendirikan pabrik kedua di tepian Sungai Nokianvirta — yang membuatnya memberi nama Nokia AB pada perusahaannya.

Nokia kemudian berkembang, dengan menyediakan produk bervariasi di pasaran seperti karet, kehutanan, dan barang-barang elektronik seperti kabel dan generator.

Nokia yang kita tahu saat ini hadir ketika dikeluarkannya deregulasi industri terkait industri telekomunikasi Eropa pada tahun 1980-an, yang memungkinkan perusahaan swasta masuk ke bidang itu.

Nokia kemudian menginisiasi pembicaraan telepon yang sepenuhnya digital pertama di Eropa pada tahun 1982.

Kemudian ia bermetamorfosis menjadi industri telekomunikasi yang mengeluarkan sejumlah produk ponsel yang populer.

3. 3M

Perusahaan konglomerasi yang punya produk perlengkapan kantor terkemuka seperti Post-It Notes dan Scotch Tape, 3M awalnya tak mendapatkan kesuksesan pada tahun-tahun awal.

Sejarahnya diawali ketika lima orang mendirikan Minnesota Mining and Manufacturing Company (3M).

Mereka memulai aktivitasnya di Crystal Bay pada tahun 1900-an, dengan menambang korundum, mineral yang menurut rumor kala itu sangat kuat.

Alih-alih menemukan kondurum, mereka menemukan mineral sangat lembut yang memiliki sifat abrasif lemah.

3M kemudian membuat serangkaian produk eksperimental dengan mineral temuannya itu. Mereka mengadopsi mantera, “dengarkan ide-ide semua orang”.

Perusahaan tersebut akhirnya membuat terobosan dengan memproduksi Scotch (selotip) pada 1923, setelah mendengar keluhan seorang insinyur pembuat mobil yang menginginkan benda perekat yang tidak merusak cat mobil.

Dengan inovasi kreatif, 3M secara perlahan namun pasti menjadi perusahaan yang kita kenal pada saat ini.

4. Cadillac

Muncul dari puing-puing perusahaan gagal yang didirikan Henry Ford — yang tetap meneruskan Ford Motor Company, merek mobil mewah Cadillac dinamai berdasarkan petualang sekaligus tentara Antoine Laumet de La Mothe Cadillac yang lahir pada 1658.

Antoine bukan seseorang yang mudah diterima rekannya. Ia kerap berbohong soal latar belakangnya dan orang-orang kerap membicarakan ‘pikirannya yang jahat’.

Ia melawan suku Indian Iroquoisdan dengan izin dari Raja Louis XIV mendirikan Fort-Pontchartrain du Detroit, yang akhirnya akan berkembang menjadi Kota Detroit Amerika Serikat.

Kantor pusat perusahaan mobil mewah Cadillac terletak di Detroit — pas dengan nama pendiri kota itu.

5. Asus

Asus adalah perusahaan yang menghasilkan produk teknologi tinggi, namun namanya jauh dari modern.

Berdasarkan situs resmi perusahaan, nama ‘Asus’ berasal dari Pegasus — kuda terbang dalam mitologi Yunani Kuno.

Asis mengklaim, bisnis mereka adalah wujud dari ‘kekuatan, kemurnian, dan jiwa petualang, seperti halnya pegasus.

Namun, mengapa perusahaan tersebut memilih kata ‘Asus’ bukan ‘Pegasus’?

Ternyata ada alasannya. Sejumlah sumber mengatakan, itu adalah strategi untuk menempatkan Asus di bagian atas daftar perusahaan yang disusun berdasarkan alfabet.

6. Arm & Hammer

Arm & Hammer, produsen baking soda, tetap mempertahankan logo dan nama, meski pabrik asli mereka — yang memproduksi rempah-rempah — yang ditutup pada tahun 1867.

Perusahaan baking soda menggunakan lambang lengan dan palu, memang tampak aneh. Logo tersebut ternyata dibuat berdasarkan mitologi Romawi Kuno, khususnya Dewa Vulcan.

Vulcan adalah dewa api dan pengrajin logam, dengan perwujudan gunung api dan hutan yang terbakar.

Konon kekuatan merusaknya sungguh luar biasa sehingga kuil-kuil Vulcan didirikan di luar kota — agar tak menyebabkan kebakaran hebat.

Apa kaitan Vulcan dengan baking soda?

Menurut pihak perusahaan, hal itu untuk merepresentasikan kekuatan merek dalam hal membuat adonan mengembang — yang jauh lebih jinak dari kemampuan sejati Vulcan.

7. Sharp

Sharp artinya tajam dalam Bahasa Indonesia. Namun, nama perusahaan elektronik terbesar di Jepang itu tak ada kaitannya dengan produk canggih yang mereka hasilkan.

Perusahaan tersebut bermula pada 1915. Kala itu, Hayakawa Tokuji yang berusia 21 tahun mencetuskan inovasi pertamanya: pensil mekanik.

Ia pun mengajukan hak paten atas ‘pensil yang selalu tajam’ itu. Untuk merefleksikan produknya itu, maka perusahaan miliknya dinamakan ‘Sharp’.

Tokuji sukses besar dengan penjualan pensilnya itu, hingga akhirnya Gempa Besar Kanto pada 1923 merusak pabrik yang memproduksi alat tulis tersebut.

Ia akhirnya menjual hak paten pensil tersebut, demi melunasi utang. Tokuji kemudian pindah ke Osaka untuk kembali memproduksi pensil.

Setahun kemudian, ia justru membuat radio. Pada saat kematiannya pada 1981, Sharp telah dikenal sebagai perusahaan elektronik terdepan.

8. Volvo

Nama perusahaan pembuat pabrik populer Volvo diambil dari Bahasa Latinvolvere yang berarti ‘saya berputar’ (I roll).

Meski cocok dengan roda mobil yang berputar, nama tersebut sejatinya terkait dengan produk yang sama sekali berbeda: elemen mesin ball bearing.

Perusahaan Swedia itu memproduksi ball bearing untuk AB SKF antara 1915 dan 1924.

Bisnis perusahaan tersebut banting setir saat pemilik Volvo merasa tertantang untuk membuat mobil.

Butuh waktu tiga tahun untuk mewujudkan produksi mobil pertama mereka di Hisingen, Gotebor.

Namun, impian yang diwujudkan dalam tindakan nyata tersebut menjadi awal dari sebuah bisnis besar berskala global.

9. American Express

Saat mendengar nama ‘American Express’ yang terbayang adalah cara pembayaran yang cepat. Namun, nama tersebut awalnya sama sekali tak merujuk pada sistem keuangan.

Aslinya, American Express adalah sistem pengiriman barang cepat yang dijalankan pada 1850 — yang menjadi alternatif dari layanan pos Amerika Serikat yang kala itu tak bisa dipercaya.

Orang-orang di balik American Express kemudian menyadari bahwa keuntungan terbesar mereka datang dari pengiriman antar-bank.

Mereka kemudian lebih memfokuskan diri pada layanan antar-bank tersebut, hingga akhirnya perusahaan itu menjelma sebagai spesialis pengiriman finansial.

Momentum itu mereka pertahankan seiring berlalunya waktu hingga menjadi perusahaan keuangan terkemuka hingga saat ini.

10. Bluetooth

Nama ‘bluetooth’ berasal dari nama raja dari masa akhir Abad ke-10, Harald Blatand, yang di Inggris juga dijuluki Harald Bluetooth — mungkin karena giginya yang gelap membiru.

Ia adalah raja Denmark yang telah berhasil menyatukan suku-suku yang sebelumnya berperang, termasuk suku dari wilayah yang sekarang bernama Norwegia dan Swedia.

Bahkan wilayah Scania di Swedia — tempat teknologi bluetooth ditemukan — juga termasuk daerah kekuasaannya.

Kemampuan raja itu sebagai pemersatu juga mirip dengan teknologi bluetooth sekarang yang bisa menghubungkan berbagai peralatan seperti komputer personal dan telepon genggam.

Sedangkan logo bluetooth berasal dari penyatuan dua huruf Jerman yang analog dengan huruf H dan B (singkatan dari Harald Bluetooth), yang kemudian digabungkan.

(red/uhammad/irmansyah/MF)

In this article

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!