Sebelum Hillary, AS Miliki Capres Perempuan Kulit Hitam Pertama

redaksi.co.id - Sebelum Hillary, AS Miliki Capres Perempuan Kulit Hitam Pertama Hillary Clinton mencetak sejarah sebagai perempuan pertama yang mendapatkan restu dari partai politik besar dan...

17 0

redaksi.co.id – Sebelum Hillary, AS Miliki Capres Perempuan Kulit Hitam Pertama

Hillary Clinton mencetak sejarah sebagai perempuan pertama yang mendapatkan restu dari partai politik besar dan maju sebagai calon presiden Amerika Serikat.

Sebelum Hillary, Amerika juga mencatat perempuan kulit hitam pertama sebagai kandidat presiden dari Partai Demokrat. Dia adalah Shirley Chisholm.

Dikutip dari History, Chisholm menjadi anggota kongres perempuan pertama dari kalangan Afrika-Amerika pada 1968. Lahir di New York pada 30 November 1924, Chisholm mewakili New York selama tujuh periode. Selama karier politiknya, Chisholm berjuang untuk kesempatan pendidikan dan keadilan sosial.

Setelah lulus dari Brooklyn College pada 1946, dia memulai kariernya sebagai guru dan mendapatkan S1 di jurusan pendidikan dasar dari Columbia University.

Setelah mencetak sejarah menjadi perempuan Afrika-Amerika yang duduk di Kongres, dia mengejutkan dunia dengan menjadi kandidat presiden nominasi Demokrat pada 1972. Chisholm menjadi penentang vokal rancangan militer AS.

“Saya maju karena sebagian besar orang mengira negara ini tidak siap untuk kandidat kulit hitam, belum siap untuk kandidat perempuan. Suatu saat, ada waktu di 1972 untuk mewujudkannya,” katanya saat diwawancarai saat itu, dilansir BBC.

Chisholm mengaku dia tidak pernah berharap menang, namun berharap majunya dia akan mengubah wajah dan masa depan politik Amerika.

Dia meninggalkan Kongres pada 1983 untuk mengajar di Mount Holyoke College. Dia meninggal di Florida pada 1 Januari 2005 pada usia 80 tahun.

Chisholm menikahi Conrad Chisholm pada 1949 hingga 1977. Dia kemudian menikah lagi pada 1986 dengan Arthur Hardwick Jr. Dia menulis dua buku selama hidupnya Unbought and Unbossed (1970) dan The Good Fight (1973).

(red/udhi/wi/nggoro/YDA)

In this article

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!