Pesan Bambang Brojonegoro kepada Sri Mulyani

redaksi.co.id - Pesan Bambang Brojonegoro kepada Sri Mulyani Mantan Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro menitipkan pesan agar Kementerian Keuangan mensukseskan program amnesti pajak atau tax amnesty, yang...

14 0

redaksi.co.id – Pesan Bambang Brojonegoro kepada Sri Mulyani

Mantan Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro menitipkan pesan agar Kementerian Keuangan mensukseskan program amnesti pajak atau tax amnesty, yang diatur dalam Undang-undang Pengampunan Pajak.

“Dan titipan terakhir kepada teman-teman Direktorat Jenderal Pajak, Direktur Jenderal Pajak, dan segenap jajaran mudah-mudahan tax amnesty bisa sukses, ” kata Bambang mengakhiri pidato serah jabatan di Kementerian Keuangan, Rabu, 27 Juli 2016.

Setelah proses pembahasan selama dua bulan, Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2016 tentang Pengampunan Pajak disahkan oleh pemerintah pada 28 Juni 2016. Program berjalan efektif per 18 Juli 2016. Bambang, Presiden Joko Widodo, dan Dirjen Pajak Ken Dwijugiasteadi menggelar sosialisasi di berbagai kota untuk mengkampanyekan program ini.

Bambang menargetkan penerimaan pajak dari program ini mencapai Rp 165 triliun. Target ini dicantumkan dalam postur Anggaran dan Pendapatan Belanja Negara Perubahan 2016. Hari ini Presiden Joko Widodo merombak kabinetnya. Satu dari menteri yang diganti adalah Bambang Brodjonegoro. Ia digantikan oleh Sri Mulyani. Bambang sendiri kini menjabat sebagai Kepala Bappenas. Serah jabatan segera dilakukan setelah Jokowi mengumumkan perombakan kabinet itu.

Selain tax amnesty, Bambang berharap kondisi keuangan negara dan makro ekonomi membaik setelah Sri Mulyani menggantikannya. Kini, Bambang menjabat sebagai Menteri Perencanaan dan Pembangunan Nasional/Bappenas. Ia ingin Kementerian Keuangan dan Bappenas dapat bekerjasama menjalankan program yang telah disusun.

Di mana Bappenas membuat rancangannya, perencanaannya, termasuk belanja prioritas, dan khususnya money follow program yang sangat diharapkan oleh bapak presiden,” kata Bambang. “Kementerian Keuangan nanti diharapkan eksekusi dengan baik, dan bersama-sama mendorong Kementerian dan Lembaga membelanjakan tidak hanya cepat, tapi tepat sasaran, dan yang penting efisien.

(red/endarmono/l/idarto/HAS)

In this article

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!