Kisah Tuanku Imam Bonjol akan Difilmkan

redaksi.co.id - Kisah Tuanku Imam Bonjol akan Difilmkan Aktor papan atas Indonesia, Ray Sahetapy mendatangi objek wisata Tugu Equator dan Museum Tuanku Imam Bonjol di Kabupaten...

17 0

redaksi.co.id – Kisah Tuanku Imam Bonjol akan Difilmkan

Aktor papan atas Indonesia, Ray Sahetapy mendatangi objek wisata Tugu Equator dan Museum Tuanku Imam Bonjol di Kabupaten Pasaman, Sumatera Barat, untuk mengangkat sejarah perjuangan pahlawan nasional ini ke layar lebar.

Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Pasaman, Hendri di Lubuk Sikaping, Kamis, mengatakan kedatangan aktor kawakan itu untuk menggali secara lengkap sejarah perjuangan Tuanku Imam Bonjol sebelum diangkat ke layar lebar.

Aktor yang bernama lengkap Ferene Raymond Sahetapy ini juga membawa sutradara film Dibawah Lindungan Kabah, Hani Saputra yang rencananya juga akan menyutradarai kisah perjuangan Tuanku Imam Bonjol tersebut.

“Beliau bersama timnya berniat untuk membuat film kisah Tuanku Imam Bonjol. Itulah tujuan mereka datang ke Pasaman ini,” ujarnya.

Ia menambahkan sebelumnya kedatangan Ray Sahetapy sekitar pukul 14.30 WIB, Rabu (28/7) disambut oleh Wakil Bupati Pasaman Atos Pratama dan pejabat di lingkungan pemerintah daerah setempat. “Ray Sahetapy langsung dijamu makan siang di kediaman bupati,” ujarnya.

Sementara itu Wakil Bupati Pasaman, Atos Pratama menyambut baik niat Ray Sahetapy bersama tim untuk mengangkat kisah perjuangan pahlawan nasional tersebut. “Masih banyak masyarakat Indonesia yang belum tahu tentang latar belakang dan sejarah putra asli Bonjol, Pasaman ini. Terutama para generasi muda,” sebutnya.

Menurutnya, pembuatan film ini sangat layak untuk diangkat menjadi film layar lebar karena akan memberi dampak dan nilai-nilai positif kepada masyarakat.

“Film perjuangan seperti ini dapat menumbuhkan rasa nasionalisme bagi geberasi muda kita. Selain itu juga untuk memberikan pendidikan sejarah tentang bagaimana Tuanku Imam Bonjol menegakkan ajaran agama Islam dan melawan penjajah di tanah Saiyo ini,” tambahnya.

(red/andhi/urhartanto/SN)

In this article

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!