Jessica Dianggap Tidak Tulus Menolong Mirna Saat Kejang Menjelang Kematian

redaksi.co.id - Jessica Dianggap Tidak Tulus Menolong Mirna Saat Kejang Menjelang Kematian Layaknya film berjudul I Robot (2014), teka-teki kematian Wayan Mirna Salihin usai mencicipi Es...

50 0

redaksi.co.id – Jessica Dianggap Tidak Tulus Menolong Mirna Saat Kejang Menjelang Kematian

Layaknya film berjudul I Robot (2014), teka-teki kematian Wayan Mirna Salihin usai mencicipi Es Kopi Vietnam di Cafe Olivier West Mall Grand Indonesia, Tanah Abang, Jakarta Pusat pada Rabu (6/1) mulai terungkap.

Petunjuk kecil atas kematian Dr Alfred Lanning yang dianalogikan oleh Will Smith, pemeran detective Del Spooner sebagai remah-remah roti itu terbuka seiring digelarnya persidangan di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat.

Petunjuk kecil tersebut disampaikan Jaksa Penuntut Umum (JPU), Ardito Muwardi berupa rekaman kamera Closed Circuit Television (CCTV) ketika Mirna mengalami kejang dan mulai dievakuasi pegawai Cafe Olivier menuju klinik West Area Grand Indonesia pada saat kejadian.

Dalam rekaman kamera CCTV yang berada persis di atas meja nomor 54 itu, sosok terdakwa, Jessica Kumala Wongso (27) terlihat tidak bergeming dan tenang ketika mendapati temannya sekarat.

Hal tersebut berbeda dengan sahabatnya, Hani (27) ataupun pegawai Cafe Olivier yang datang bersusulan menolong korban.

Sikap Jessica dalam rekaman CCTV yang diputar di persidangan itu pun dikuatkan oleh keterangan Devi selaku Manager Cafe Olivier.

Devi menyampaikan bila dirinya berulang kali meminta agar Jessica ikut menolong Mirna yang tidak sadarkan diri.

“Saya coba minta beberapa kali supaya Jessica ikut menolong, tapi dia diam saja. Sampai akhirnya dia ikut bantu angkat waktu almarhum diangkat dari lantai ke atas kursi roda,” ungkapnya dalam sidang lanjutan ke sembilan di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat pada Kamis (28/7).

Namun, kesaksian Devi rupanya disanggah oleh Jessica, perempuan itu mengaku tulus dan terdorong untuk membantu korban tanpa diminta oleh Devi ataupun pegawai Cafe Olivier sebelumnya.

“Saya keberatan yang mulia (Majelis Hakim-red), saya tulus bantu Mirna waktu itu, bukan karena ada perintah dari saksi atau (pegawai Cafe Olivier-red) lainnya,” ungkap Jessica.

Menatap kamera

Melanjutkan pemeriksaan, JPU kembali memutar rekaman CCTV sesaat Mirna mengalami kejang.

Pada rekaman tersebut, tepatnya pada pukul 17.23.03 WIB, Mirna terlihat mulai ditolong sejumlah pegawai cafe, sementara Jessica terlihat keluar dari meja nomor 54 dan berdiri di hadapan Mirna.

Berbeda dengan aksi pegawai yang bergerumul mendekati Mirna, Jessica terlihat berdiri tegak menjinjing tas coklat miliknya sembari menatap CCTV selama beberapa detik.

Jessica yang mengenakan dress berwarna coklat kala itu kemudian memalingkan wajah dan bergeser ketika Mirna hendak digeletakan di lantai pada pukul 17.25.20 WIB.

Terkait hal tersebut, Ardito kemudian kembali bertanya kepada Devi apakah semua pegawai mengetahui titik lokasi dan menyadari telah terekam kamera CCTV yang terpasang di dalam Cafe Olivier.

Devi pun menjawab tidak, perempuan berambut pendek itu pun menyatakan tidak ada satu pegawai yang memperhatikan kamera lantaran fokus kepada korban.

Closed bill

Sementara itu, kejanggalan yang coba diungkap oleh JPU adalah alasan Jessica yang menutup tagihan atau closed bill pada saat kejadian, sementara ketiga minuman, yakni Es Kopi Vietnam, Sazerac dan Old Fashioned belum dibuat dan pengunjung belum datang.

JPU kemudian bertanya kepada Manager Area Reservasi Cafe Olivier, Mia Resmiati apakah hal tersebut umum dilakukan.

Menjawab pertanyaan JPU, Ami – sapaan Mia Resmiati, mengungkapkan bila keputusan yang dilakukan Jessica tidak umum dilakukan.

Sebab kebanyakan pelanggan menurutnya, lebih memilih untuk menitipkan kartu kredit ataupun debit apabila hendak mentraktir rekan, bukan menutup tagihan.

“Kalau pengalaman saya tidak ada yang langsung seperti itu (closed bill-red), kebanyakan itu titip kartu kredit atau debit, karena kan pasti order lagi. Lagipula kalau sudah closed bill itu meja dianggap sudah kosong, tidak terlihat di database,” ungkapnya.

Hal tersebut seperti yang dibuktikannya lewat database pesanan nomor 54 sesaat Mirna mengalami kejang pada pukul 17.23 WIB.

Dirinya melihat jika meja nomor 54 itu telah kosong dan tidak ada pesanan minuman ataupun makanan yang masuk sejak pukul 16.08 WIB atau waktu Jessica melakukan closed bill. (dwi rizki)

(red/usland/argarito/RM)

In this article

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!