Mengapa Habibie Hanya Menolak Eksekusi Mati Zulfiqar Ali?

265

redaksi.co.id – Mengapa Habibie Hanya Menolak Eksekusi Mati Zulfiqar Ali?

Presiden ke-3 RI Bacharuddin Jusuf Habibie mengirim surat kepada Presiden Joko Widodo. Isinya terkait penolakaneksekusi mati terhadap salah satu narapidana Zulfiqar Ali. Lalu, kenapa hanya Zulfiqar?

“Kebetulan dokumen Zulfiqar yang diterima Bapak secara utuh dan penuh. Yang lain Bapak tidak mau menyebutkan karena tidak ada informasi tentang mereka,” kata Direktur Eksekutif Habibie Center Ima Abdulrahim saat berbincang dengan Liputan6.com di Jakarta, Jumat (29/7/2016).

Ima mengatakan, bukan kali pertama Habibie menolak hukuman mati. Beberapa kali penolakan tersebut dia sampaikan ke publik. Seperti pada sesi peluncuran buku di gedung Mahkamah Konstitusi (MK).

“Beliau menolak atas dasar, menurut Beliau, bahwa hak prerogatif Tuhan itu mati, lahir, itu di tangan Allah. Itu yang Bapak percayai dan menulis surat itu,” terang Ima.

Meski demikian, dengan surat penolakan tersebut, bukan berarti Habibie tidak menghormati hukum yang berlaku di Indonesia yang menerapkan hukuman mati.

“Beliau menghormati proses hukum yang ada. Seperti dalam Islam, memohon untuk mengkaji ulang dan meninjau ulang kasus-kasus yang ada,” ujar Ima.

Terkait dengan dokumen Zulfiqar, Ima mengatakan, diperoleh pihaknya dari advokat dan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM).

“Bapak mendapatkan itu dari sumber yang dipercaya. Beliau tidak anggap ringan sumber tersebut yang benar-benar dia percaya. Tidak ada alasan untuk meragukannya,” jelas Ima.

Nama Zulfiqar Ali masuk dalam 14 deret nama terpidana mati yang dijawalkan dieksekusi Jumat dini hari tadi. Namun dari pernyataan resmi Kejaksaan Agung, pihaknya hanya mengeksekusi 4 terpidana mati.

Mereka adalah Freddy Budiman asal Indonesia, Michael Titus (Nigeria), Humprey Ejike (Nigeria), dan Cajetan Uchena Onyeworo Seck Osmane (Afrika Selatan). Tidak ada nama Zulfiqar Ali.

(red/urista/urnamasari/NP)

loading...

Comments

comments!