Inilah Suku Masaai, Suku Peminum Darah dari Afrika Timur

redaksi.co.id - Inilah Suku Masaai, Suku Peminum Darah dari Afrika Timur Tidak hanya Indonesia saja yang memiliki bermacam-macam suku adat.Di berbagai negara di dunia, juga memiliki...

73 0

redaksi.co.id – Inilah Suku Masaai, Suku Peminum Darah dari Afrika Timur

Tidak hanya Indonesia saja yang memiliki bermacam-macam suku adat.

Di berbagai negara di dunia, juga memiliki macam-macam suku dan adat istiadat lo.

Salah satunya adalah di negara Afrika Timur.

Di negara ini sangat banyak sekali suku-suku pedalaman yang masih tetap rutin menjalankan ritual kepercayaan mereka.

Satu dari sekian banyak suku di Afrika Timur, ada satu suku yang mempunyai tradisi unik.

Namanya suku Masaai.

Dilansir dari laman wittyfeed, Suku Maasai merupakan sebuah suku yang tinggal di wilayah Afrika Timur.

Tepatnya di perbatasan antara Kenya dan Tanzania. Mereka umumnya adalah pengembala ternak yang menjadikannya sebagai mata pencaharian mereka.

Yang menarik, Suku Maasai ini memiliki kebiasaan meminum darah.

Penduduk Maasai menganggap kalau darah hewan mampu meningkatkan sistem kekebalan tubuh mereka.

Soal makanan, suku Maasai memiliki 6 makanan pokok, di antaranya daging, susu, lemak, madu, kulit pohon dan darah.

Mereka biasanya minum susu selama 10 hari, kemudian beralih ke sup daging dan kulit selama beberapa hari.

Sedangkan untuk menu minuman, mereka meminum darah hewan bukan darah manusia lho.

Tapi mereka meminum darah hewan tidak dalam jumlah yang banyak, hanya secukupnya saja.

Selain untuk meningkatkan sistem kekebalan tubuh, mereka menganggap kalau darah hewan mampu meminimalkan efek dari mabuk.

Bagi mereka, hewan adalah segalanya.

Yang membuat suku Maasai unik adalah, setiap harinya kaum pria atau wanita Maasai selalu mengenakan jubah yang disebut Shuka.

Jubah tersebut memiliki warna merah yang melambangkan darah.

Jika ada penduduknya yang meninggal, suku Maasai tidak menguburkannya, melainkan membiarkannya terbuka dan membusuk sendiri.

(red/ainin/adziroh/LN)

In this article

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!