Risma dan Djarot Diyakini Jadi Calon Fenomenal, Saingi Ahok pada Pilgub DKI Jakarta

redaksi.co.id - Risma dan Djarot Diyakini Jadi Calon Fenomenal, Saingi Ahok pada Pilgub DKI Jakarta Politisi PDIP Masinton Pasaribu yakin, kemunculan nama Wali Kota Surabaya Tri...

20 0

redaksi.co.id – Risma dan Djarot Diyakini Jadi Calon Fenomenal, Saingi Ahok pada Pilgub DKI Jakarta

Politisi PDIP Masinton Pasaribu yakin, kemunculan nama Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini dalam pertarungan di Pilgub DKI Jakarta 2017 menggetarkan politik.

Sosok Risma bukan dimunculkan partai, namun oleh masyarakat.

Sementara peneliti Senior Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Siti Zuhro menilai, Tri Rismaharini atau Djarot Saiful Hidayat akan menjadi sosok fenomenal

“Kemunculan Risma juga kami anggap fenomena, menggetarkan politik. Kader kami dimunculkan oleh beberapa kelompok masyarakat. Fenomenanya seperti 2012 lalu seperti pak Jokowi. Ini menjadi bahan pertimbangan kami juga nantinya,” ujar Masinton kepada wartawan di Warung Daun, Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (30/7)

Tanggal 21 Juli lalu DPP PDIP telah menyetorkan 6 nama cagub terpilih ke Megawati Soekarnoputri. Masinton mengatakan nama Djarot Saiful Hidayat dan Boy Sadikin ada di dalam daftar tersebut.

“Dari internal yang mendaftar ada Boy Sadikin, Djarot, dua itu,” ujar dia.

Apakah nama Risma termasuk dari 6 nama yang sudah dikantongi?”Kami belum memirit dompetnya bu Mega. tapi denger-dengernya sayup-sayup seperti itu. Ada nama bu Risma muncul dari bawah,” kata Masinton.

Masinton kemudian memberikan sedikit bocoran ciri-ciri beberapa orang calon yang sudah dilaporkan ke Mega.

“Enam nama itu ada yang manis, cantik berjilbab, ada yang ganteng kelimis sesuai dengan keinginan warga Jakarta. (Namanya) ada di dompet bu Mega. Kalau diintip nanti dituduh copet,” ujarnya berteka-teki.

Siti Zuhro memprediksi Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok tak akan maju sendirian dalam kontestasi Pilgub DKI Jakarta 2017.

Siti menduga akan ada pasangan calon lain dari partai koalisi selain koalisi pengusung Ahok.

Menurutnya, tak menutup kemungkinan Sandiaga Uno, yang telah resmi diusung Partai Gerindra, nantinya akan disandingkan dengan kader partai lain.

“Menunjukan bahwa Gerindra ini enggak bisa usung sendiri, harus berkoalisi. Pak Sandiaga dipersiapkan untuk cawagub kelihatannya, tidak tertutup kemungkinan bisa berkoalisi dengan PDI-P atau partai-partai lainnya,” kata Siti.

PDI-P sebagai partai pemenang di DKI, menurut Siti memiliki semacam gengsi dalam memajukan kadernya.

Ia menambahkan, jika Partai Gerindra ke depannya berkoalisi dengan PDI-P dan mampu memilih sosok kuat untuk disandingkan dengan Sandiaga, maka tak menutup kemungkinan pula Ahok akan terlampaui.

“Kita lihat dulu. Yang jelas, kalau yang diusung PDI-P sosok yang fenomenal, Ahok lewat,” ujar Siti.

Ia menegaskan kemnali, Tri Rismaharini atau Djarot Saiful Hidayat memiliki reputasi baik di mata publik, keduanya juga merupakan kader tulen PDI-P.

Adapun mengenai Djarot, kata Siti, tak bisa diremehkan. Dalam penelitiannya selama 2009 hingga 2011, Djarot berhasil memimpin Kota Blitar selama dua periode tanpa cacat. “Dia juga bagus di berita. Hanya saja orangnya diam,” kata Siti.

Kemarin, dukungan untuk Tri Rismaharini maju dalam pemilihan Gubernur DKI Jakarta muncul dari wilayah Tambora, Jakarta Barat. Warga sekitar berharap Risma dapat memimpin ibukota menggantikan Basuki Tjahaja Purnama.

Dukungan itu tergabung dalam wadah bernama Simetris atau Siap Mendukung Tri Rismaharini. Ada sekitar 70 warga berkumpul di Jalan Kalianyar 5, RT 11 RW 03, Kalianyar, Tambora, Jakarta Barat.

(tribun/nic/kompas.com)

(red//ainuddin/MZ)

In this article

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!