Mengenal ORI dan Sukuk Ritel, Apa Keuntungan dan Risikonya?

redaksi.co.id - Mengenal ORI dan Sukuk Ritel, Apa Keuntungan dan Risikonya? Investasi tentu bukan lagi sebuah hal yang asing pada pendengaran kita. Mudahnya akses informasi dan...

12 0

redaksi.co.id – Mengenal ORI dan Sukuk Ritel, Apa Keuntungan dan Risikonya?

Investasi tentu bukan lagi sebuah hal yang asing pada pendengaran kita. Mudahnya akses informasi dan juga berbagai aspek pendukung lainnya, membuat masyarakat lebih mudah mengerti dan melakukan investasi pada berbagai instrumen pilihan mereka. Hal ini tentu berimbas positif pada pertumbuhan ekonomi dan juga keuangan, di mana keinginan masyarakat untuk mengakses berbagai fasilitas investasi dan juga perbankan terbilang cukup tinggi belakangan ini.

Di Indonesia sendiri, masyarakat masih lebih percaya dan banyak menggunakan berbagai jenis investasi yang terbilang aman dan memiliki risiko yang rendah. Meski sebenarnya investasi seperti ini hanya akan memberikan imbal hasil yang tidak terlalu besar. Jenis investasi yang banyak digunakan oleh masyarakat adalah tabungan dan juga deposito di bank. Sebagian besar masyarakat lebih memilih untuk berinvestasi pada bidang tersebut, karena mereka tidak menginginkan sejumlah risiko yang besar dan bisa terjadi sewaktu-waktu pada dana yang mereka investasikan. Sebagaimana kita ketahui, bank hanya memberikan sejumlah bunga yang rendah pada kedua jenis simpanan tersebut, yakni: suku bunga sekitar 4% – 5% per tahun untuk simpanan dalam bentuk tabungan, dan suku bunga sebesar 6% – 8% per tahun untuk deposito.

Jumlah suku bunga tabungan dan deposito yang ditawarkan oleh pihak bank tersebut tentu sangat jauh lebih kecil jika dibandingkan dengan jumlah suku bunga yang ditawarkan oleh jenis investasi lainnya seperti reksa dana saham yang bisa mencapai 10%-12% per tahunnya. Namun, bunga yang terbilang tinggi dalam investasi reksa dana tentu dibarengi dengan sejumlah risiko yang tinggi juga di dalamnya. Reksa dana tidak memiliki jaminan dalam pembagian deviden, keuntungan, dan bahkan jaminan dari LPS di bank. Belum lagi kondisi keuangan global dan juga kondisi alam dan keamanan pun turut serta mempengaruhi nilai investasi ini. Hal inilah yang kemudian membuat sebagian besar orang masih enggan memilihnya sebagai pilihan investasi dan lebih memilih untuk berinvestasi dalam berbagai instrumen yang jauh lebih aman dan memiliki risiko yang cukup kecil.

Penawaran Sukuk Ritel viakompas.com

Selain berbagai jenis investasi yang populer di tengah-tengah masyarakat tersebut, terdapat jenis investasi lainnya yang memiliki sejumlah keuntungan serta kelebihan di dalamnya, yakni Obligasi Ritel Indonesia (ORI) dan Sukuk Ritel. Meski terbilang tidak sepopuler reksa dana, namun ORI dan Sukuk Ritel juga patut anda jadikan sebagai bahan pertimbangan dalam melakukan investasi anda.

ORI merupakan sebuah surat utang yang bisa memberikan pendapatan tetap bagi pemegangnya. Yang dimaksud dengan surat utang dalam hal ini adalah sebuah surat pernyataan yang dikeluarkan oleh pihak penerbit surat utang kepada pemegang surat tersebut, di mana surat ini akan menjadi jaminan atas pembayaran kembali pokok utang terhadap pemegang surat tersebut ketika tanggal jatuh tempo telah tiba.

Di luar pokok utang yang telah disebutkan di atas, maka pihak pemilik utang tersebut juga berjanji untuk membayarkan sejumlah kupon atas utang tersebut secara berkala dalam durasi atau tempo yang telah ditetapkan dan disepakati di dalam perjanjian surat utang tersebut. Hal inilah yang kemudian menjadi keuntungan atas kepemilikan ORI bagi mereka yang melakukan investasi di bidang ini.

Sedangkan Sukuk Ritel memiliki konsep yang sedikit berbeda dengan ORI. Jenis investasi ini dijalankan dengan menggunakan prinsip syariah, di mana segala ketentuan dan juga kebijakan yang diterapkan di dalamnya merupakan keputusan yang telah disepakati oleh dewan syariah. Dengan begitu, maka anda tidak perlu khawatir dan takut untuk melakukan investasi di bidang ini, sebab konsep yang diterapkan sesuai dengan fatwa syariah yang berlaku di dalam Islam.

Di dalam Sukuk Ritel, semua surat berharga yang diterbitkan adalah surat berharga yang sesuai dengan prinsip syariah, di mana hal ini menjadi bukti penyertaan terhadap Surat Berharga Syariah Negara. Surat berharga ini bisa saja diterbitkan dalam bentuk mata uang rupiah ataupun valuta asing lainnya.

Saat ini ORI yang telah diterbitkan oleh pihak penerbit adalah yang berdurasi antara 3 sampai 4 tahun. Yang bertindak sebagai penerbit surat utang dalam investasi ini bisa saja pemerintah ataupun korporasi lainnya yang dipercaya. Dengan begitu, maka sejumlah dana yang anda tanamkan di dalam ORI ataupun Sukuk Ritel akan dibayarkan kuponnya secara berkala setiap bulan oleh pihak pemerintah.

Penjualan Sukuk di Salah Satu Bank di Indonesia viajakartaservice.com

Baik ORI ataupun Sukuk Ritel bisa didapatkan dengan cara menghubungi agen penjual resmi yang telah ditunjuk secara khusus oleh pemerintah. Saat ini jika anda berminat untuk melakukan investasi pada kedua bidang ini, maka setidaknya anda harus memiliki dana sejumlah Rp5 juta. Ini merupakan jumlah dana minimal yang ditetapkan oleh pemerintah selaku pihak penerbit.

Namun di dalam investasi ORI ataupun Sukuk Ritel, anda juga wajib untuk mengetahui dan mempelajari dengan jelas mengenai berbagai ketentuan dan biaya yang diterapkan di dalamnya, hal ini akan menghindarkan anda dari berbagai kerugian yang bisa saja terjadi sewaktu-waktu di masa yang akan datang. Pada dasarnya setiap agen penjual akan menerapkan sejumlah biaya yang berbeda-beda, karena itu sangat penting bagi anda untuk menanyakannya di awal. Berbagai prosedur lainnya juga wajib untuk anda ketahui, seperti: proses penjualan kembali, konsekuensi penjualan sebelum jatuh tempo, dan yang lainnya.

Selain mempertimbangkan tempat pembelian yang tepat, maka waktu pembelian ORI dan Sukuk Ritel juga patut untuk anda cermati. Akan sangat baik jika anda membelinya pada saat peluncuran, maka anda akan mendapatkan pasar perdana yang memungkinkan anda membeli dengan harga 100. Artinya, jika anda membeli ORI dengan dana investasi sebesar Rp 5 juta, maka nilai ORI atau Sukuk Ritel yang anda dapatkan adalah sebesar Rp5 juta juga.

Namun, hal ini tidak akan berlaku jika anda membelinya setelah masa peluncuran usai, maka anda akan membelinya di pasar sekunder atau yang biasa disebut pasar setelah peluncuran. Dalam kondisi seperti ini, bisa saja harga yang akan anda dapatkan lebih tinggi dari nilai ORI atau Sukuk Ritel itu sendiri. Misalnya anda membeli di harga 110, maka untuk mendapatkan ORI atau Sukuk Ritel dengan nilai Rp5 juta, anda harus mengeluarkan dana sejumlah Rp5,5 juta (110 / 100 x Rp5 juta). Jumlah dana yang anda keluarkan tentu akan menjadi lebih besar dari nilai ORI atau Sukuk Ritel itu sendiri.

Keuntungan dari ORI dan Sukuk Ritel

Saat , maka sudah pasti anda akan mengharapkan sejumlah keuntungan atas hal tersebut. Hal ini jugalah yang menjadi tujuan dari investasi yang akan akan anda lakukan, bukan?

Keuntungan yang diberikan oleh ORI dan Sukuk Ritel, dapat dihitung berdasarkan 2 hal, yakni:

Risiko dari ORI dan Sukuk Ritel

Setiap tentu akan mengandung sejumlah risiko, hal ini juga berlaku pada ORI dan Juga Sukuk Ritel. Beberapa risiko yang wajib untuk anda ketahui sejak awal adalah:

ORI dan Sukuk ritel menjanjikan keuntungan yang lebih besar jika dibandingkan dengan investasi dalam bentuk deposito ataupun tabungan. Namun selalu pahami bahwa sejumlah keuntungan tersebut juga dibarengi dengan sejumlah risiko yang juga besar. Kenali dan pelajari produk ini dengan baik sebelum anda memutuskan untuk membeli, sebab dana investasi yang dibutuhkan untuk ORI ataupun Sukuk Ritel terbilang cukup besar.

(red/ris/ahyudianto/AW)

In this article

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!