Sejarah, Ibu dan Anak Berlaga pada Olimpiade yang Sama

66

redaksi.co.id – Sejarah, Ibu dan Anak Berlaga pada Olimpiade yang Sama

Olimpiade Rio de Janeiro 2016 akan menjadi partisipasi kedelapan Nino Salukvadze dalam cabang olahraga menembak pada pesta olahraga sejagat itu. Tapi, Olimpiade 2016 jadi spesial buat Nino karena ini kali pertama ia berlomba bersama anaknya Tsotne Matchavariani, yang juga lolos ke Rio sebagai wakil Georgia.

Keluarga Salukvadze mencatatkan sejarah dalam Olimpiade Rio sebagai satu-satunya peserta yang berasal dari satu keluarga. Bahkan, ini jadi yang pertama dalam catatan sejarah Olimpiade seorang ibu dan anak lelakinya bertanding mewakili negaranya dalam event yang sama.

Salukvadze berusia 19 tahun saat memenangkan emas nomor 25 meter wanita pada Olimpiade Seoul 1988. Ketika itu ia mewakili Uni Soviet. Pada Olimpiade Beijing 2008, dia memenangkan perunggu bagi Georgia pada nomor 10 meter air pistol.

Anaknya, Machavariani mencatatkan waktu personal terbaik pada nomor 10 meter air pistol di Kejuaraan Eropa pada Febuari lalu.Machavarianimenempati posisi keenam dan mendapatkan tiket mendampingi ibunya berangkat ke Rio.

“Ini sebuah kebahagiaan ganda buat saya karena saya berpartisipasi di Olimpiade untuk kali pertama dalam hidup saya dan saya akan berkompetisi bersama ibu saya,” kata Machavariani kepada Reuters beberapa waktu lalu.

BBC Sport melaporkan, ibu dan anak ini masuk dalam kontingen Georgia yang terdiri dari 40 atlet.Salukvadze yang sekarang berusia 47 tahun tampil dalam nomor menembak putri 10 dan 25 meter.Machavarianiberlomba padanomor tunggal putra 10 dan 50 meter.

“Keluarga Salukvadze akan membuat sejarah dengan menjadi ibu dan anak pertama yang ikut olimpiade bersama-sama,” demikian laporan tersebut, Sabtu (6/8).

(red/ramanta/utra/amungkas/BPP)

loading...

Comments

comments!