Cerita Mengejutkan Bayi-Bayi Hilang di Israel

86

redaksi.co.id – Cerita Mengejutkan Bayi-Bayi Hilang di Israel

Selama hampir 40 tahun, segala sesuatu tentang kehidupan Gil Grunbaum dianggapnya sebuah kebohongan. Bahkan termasuk namanya.

Grunbaum bukan satu-satunya anak korban Holocaust kaya yang selama ini ia anggap. Namun Grunbaum telah dicuri dari ibunya oleh dokter di sebuah rumah sakit di utara Israel pada 195, beberapa saat setelah ia dilahirkan.

Orang tua kandungnya merupakan imigran asal Tunisia di Israel. Ibu dan ayah kandung Grunbaum diberitahu bahwa anak mereka meninggal saat dilahirkan. Namun mereka pulang tanpa menerima sertifikat kematian dan tak diberi kesempata melihat mayat atau kuburan bayi mereka.

Grunbaum sendiri tak pernah menyangka, orangtua yang membesarkannya tak memiliki kaitan biologis dengannya. Kini pria berusia 60 tahun itu mengatakan informasi mengenai hal itu sangat mengejutkannya.

Ia membayangkan semua orang yang dicintainya, orangtua, bibi, paman dan sepupu, semua menipunya selama puluhan tahun. Begitu pun para pejabat pemerintah.

“Bahkan ketika saya menemukan secara kebetulan bahwa saya diadopsi, layanan kesejahteraan melakukan segala yang mereka bisa untuk mencoba menghentikan saya menemukan keluarga kandung saya. Tidak ada yang ingin saya tahu yang sebenarnya,” kata Grunbaum kepada Aljazirah.

Ia mengatakan setelah penarian selama tiga tahun di akhir 1990an, ia akhirnya mengetahui bahwa nama keluarga kandungnya adalah Maimon. Ia kemudian melacak ibu kandungnya di pinggiran kota Haifa, Israel utara. Setelah 41 tahun terpisah ia akhirnya bertemu untuk pertama kalinya dengan ibunya.

“Dia memelukku dan kami menangis. Saya memberinya sebuah album foto dari tiga anak saya. Dan dia berkata dengan terkejut, ‘Aku punya cucu pirang!’,” ujar Grunbaum.

Grunbaum kemudian memulai kehidupan ganda dengan mengunjungi ibu kandung dan lima saudaranya sementara menyembunyikan kebenaran dari orangtua angkatnya hingga kematian mereka.

“Saya takut untuk menghadapi mereka. Mereka adalah orang tua dan dalam kesehatan yang buruk. Saya pikir itu akan menghancurkan mereka menyadari aku tahu yang sebenarnya,” katanya.

Grunbaum menyadari skandal ini pada 1994 saat istrinya curiga tak ada foto kelahiran atau akte kelahiran Grunbaum. Ketika mereka menelepon layanan perawatan anak negara, petugas melanggar hukum privasi ketat Israel dengan keliru mengungkapkan Grunbaum merupakan anak adopsi.

Namun Grunbaum sempat bingung melihat ada hal mencurigakan lain. Sebab tak ada tanda tangan pada surat adopsi, baik dari ibu kandungnya maupun dari hakim.

Penyimpangan dalam dokumen adopso menunjukkan bahwa orangtuanya mungkin tahu anak angkat mereka diperoleh tanpa persetujuan orangtua kandungnya. Hal itu membuat Grunbaum bingung skaligus marah pada orangtua angkatnya.

Diperkirakan bukan hanya Grunbaum yang menjadi korban seperti ini. Informasi baru menyatakan sekitar ribuan anak-anak sebagian besar dari Yaman diyakini ‘diculik’ pada 1950-an.

Penyelidikan yang dilakukan mantan hakim Mahkamah Agung, Jacob Kedmi yang meninggal bulan lalu, mengeluarkan temuan pada 2001 bahwa sebanyak 5.000 anak-anak mungkin telah hilang di enam tahun pertama Israel berdiri. Meski begitu hanya 1.000 kasus yang diperiksa.

Misteri ini dijuluki Skandal Anak Yaman, karena sebagian besar anak-anak yang hilang berasal dari Yaman. Tapi ada juga jumlah signifikan dari Irak, Maroko, Tunisia dan Balkan. Kasus ini memberi tekanan pada pemerintah Israel untuk memberikan jawaban dalam kasus-kasus seperti Grunbaum.

Pada akhir Juni lalu, Perdana Menteri Benjamin Netanyahu menanggapi dengan mengumumkan bahwa pemeriksaan akan segera dilakukan terhadap bukti-bukti yang ada. Dalam video di Facebooknya, Netanyahu berjanji akan menyelidiki mendalam skandal ini.

“Subyek anak-anak Yaman merupakan luka terbuka yang terus berdarah bagi banyak keluarga yang tak tahu apa yang terjadi pada bayi-bayi, anak-anak, yang hilang,” kata Netanyahu.

(red/ainin/adziroh/LN)

loading...

Comments

comments!